10 Alasan yang Membuat Anda Jatuh Cinta dengan Maumere

10 Alasan yang Membuat Anda Jatuh Cinta dengan Maumere

TRAVEL, dawainusa.com Maumere Manise, demikian sebuah judul lagu dari Maumere, yang tenar dari masa dulu hingga kini. Lagu ini mau mendeskripsikan keindahan alam dan budaya yang menghiasi Bumi Kota Nyiur Melambai ini.

Maumere merupakan Ibukota dari Kabupaten Sikka dan menjadi salah satu kota terluas di Pulau Flores-NTT. Kota ini memiliki akses transportasi yang lancar baik di udara, darat maupun laut.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di TTS yang Bisa Mambuat Kamu Jatuh Cinta

Tempat ini banyak menyimpan fakta unik yang mempesona, baik dari segi budaya, keindahan alam, maupun peninggalan sejarah. Jika anda ke tempat ini, anda akan terkejut menyaksikan anekah macam keunikan yang tersimpan di sana. Berikut ini ada 10 fakta unik yang membuat anda terpesona dan jatuh cinta dengan Maumere.

10 Fakta Unik yang Ada di Maumere

Baca juga: 10 Obyek Wisata Menarik yang Ada di Ngada, Flores

Pantai Ogor Paret

Pantai Ogor Paret adalah salah satu Pantai terindah di Maumere yang berada di Pantai Selatan tepatnya di Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka. Jarak dari Kota Maumere menuju tempat ini kurang lebih 30 km.

Pantai ini sangat indah dan belum dikenal oleh masyarakat luas. Keunikan pantai ini yakni adanya hamparan bebatuan besar di pinggir pantai yang menjorok ke laut dihiasi ribuan telapak kaki dari ukuran yang paling kecil sampai ukuran yang paling besar.

Di bagian timur pantai, mata anda akan dihiasi hamparan pasir putih yang indah dan menarik. Sepintas anda melihat, tempat ini seperti istana kerjaan zaman dulu.

Pantai Ogor Paret

Pantai Ogor Paret – Liputan6

STFK-Ledalero

Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero merupakan salah satu tempat yang sangat menarik di Maumere. Kenapa dibilang menarik? Ya karena 99,9 % para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di tempat ini adalah kaum laki-laki.

Sekolah ini terletak kurang lebih 10 kilometer menuju arah barat Kota Maumere. Letaknya tepat berada di pinggiran jalan negara lintas Flores. Lembaga ini merupakan wadah pendidikan bagi para calon imam Katolik.

Output dari lembaga pendidikan ini sudah tersebar di seluruh dunia, baik sebagai Biarawan Katolik, Pegiat LSM, petani, akademisi maupun sebagai PNS.

Jika anda ke tempat ini, anda akan merasa rindu setelah meninggalkan tempat ini lantaran senyuman para pria tampan nan cerdas yang saban hari menghiasi lorong kampus sambil membaca mantra filsafat dari zaman Yunani Kuno hingga era Pasca Kebenaran saat ini.

STFK-Ledalero

STFK-Ledalero – stfkledalero

Gereja Sikka

Sikka merupakan salah satu desa di Maumere yang menyimpan banyak warisan sejarah terutama sejarah peninggalan Portugis. Salah satu alasan yang membuat anda rindu Maumere adalah Gereja Sikka.

Gereja Tua Sikka saat ini adalah bangunan yang selesai didirikan pada 1899, didasarkan rancangan Pastor Antonius Dijkmans SJ, arsitek perancang Katedral Jakarta.

Gereja itu dibangun mulai 1893 dan diresmikan Pastor J. Engbers SJ., pada 24 Desember 1899. Selain karena bangunannya yang sudah uzur, tempat ini juga menjadi salah satu rumah ibadah yang masih mewarisi tradisi menyanyikan lagu Gregorian.

Gereja Sikka

Gereja Sikka – Beta NTT

Patung Bunda Segala Bangsa-Nilo

Patung Bunda Segala Bangsa adalah salah satu tempat wisata rohani paling menarik di Maumere. Tempat ini terletak di atas Bukit Keling Nilo, Kelurahan Wuliwutik, Kecamatan Nita, tepatany di bagian barat Kota Maumere.

Patung Bunda Segala Bangsa memiliki ketinggian mencapai 28 m. Dari tempat ini anda bisa menikmati indahnya Kota Maumere, lautan dan garis pantai yang membentang ke ujung timur Pulau Flores.

Selain itu, di pinggiran jalan sepanjang 200 m menuju tempat ini, mata anda dihiasi oleh indahnya ukiran patung yeng melukiskan kisah sengsara Yesus menuju Bukit Tengkorak (Golgota). Jarak dari Kota Maumere menuju tempat ini sekitar 7 km.

Patung Bunda Segala Bangsa-Nilo

Patung Bunda Segala Bangsa-Nilo – flobamorata

Memiliki Banyak Rumah Biara

Selain terkenal dengan Patung Bunda Segala Bangsa, Maumere juga pernah dikenal dengan sebutan Vatikan semalam lantaran pernah dikunjungi pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Yohanes Paulus II pada 11-12 Oktober 1989.

Tempat ini menjadi salah satu kota yang paling banyak dihuni oleh para biarawan-biarawati. Di tempat ini, anda akan menemukan puluhan rumah biara dari berbagai macam kongregasi baik biarawan maupun biarawati.

Anda akan merasa sangat merindukan Maumere, setelah mengunjungi tampat-tempat bersemainya para kaum religius Katolik ini.

Memiliki Banyak Rumah Biara

Seminari Tinggi Ledalero – Seminari Tinggi St. Petrus Ledalero

Tarian Hegong

Ars longa vitabrevis (hidup itu singkat tapi seni itu abadi). Demikian pepatah Latin mendeskripsikan seni sebagai sesuatu yang abadi.

Salah satu seni yang akan anda jumpai ketika mengunjungi Maumere adalah seni tarian Hegong. Tarian ini merupakan salah satu tarian tradisional Kabupaten Sikka yang dilakukan secara berkelompok gabungan antara pria dan wanita.

Tarian ini sering dilakukan dalam berbagai macam upacara, baik upacara adat perkawinan, sambut baru, tahbisan imam maupun upacara lainnya.

Saat menonton tarian ini, mata anda akan terpesona dengan kepiawaian gadis-gadis manis Bumi Kota Nyiur Melambai yang sedang menari Tarian Hegong dihiasi senyuman manis, membuat mata anda enggan berkedip.

Tarian Hegong

Tarian Hegong – Negeriku Indonesia

Ikan yang murah dan nikmat

Di Maumera, anda juga bisa menikmati gurihnya ikan-ikan hasil tangkapan nelayan. Kota ini menjadi salah satu tempat penghasil ikan terbanyak di Pulau Flores.

Jika anda menjelajahi pinggiran pantai utara Kota Maumere, mata anda dihiasi oleh berbagai macam jenis ikan segar yang bernilai gizi hasil tangkapan para nelayan dari suku Bajo yang telah ratusan tahun berdomisili di wilayah ini.

Anda akan merasa sangat merindukan Maumere, setelah menikmati lezatnya ikan-ikan segar di tempat ini. Harganya mudah terjangkau.

Ikan yang murah dan nikmat

Pasar Ikan Maumere – YouTube

Tenun Ikat Lepo Lorun

Tenun ikat menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat Maumere. Salah satu komunitas tenun ikat yang paling terkenal di Maumere adalah Tenun Ikat Lepo Lorun.

Keindahan warna dan motif tenun ikat ini membuat anda terpikat dan ingin memilikinya. Selain itu, anda akan merasa sangat merindukan tempat ini ketika menyaksikan ibu-ibu rumah tangga sibuk merangkai benang saat mereka sedang menenun di bawah naungan pohon di depan rumah.

Tenun Ikat Lepo Lorun

Tenun Ikat Lepo Lorun – IndonesiaKaya

Watukrus

Maumere juga memiliki kekayaan wisata yang menarik dan unik. Di Desa Ipir, Kecamatan Bola, anda akan tercengang menikmati indahnya gulungan ombak berbusa putih yang menghantam perahu alam yang di atasnya tertancap salib setinggi 3 meter.

Masyarakat setempat menyebut tempat tersebut dengan nama Watukrus (Batu Salib). Berdasarkan sejarah, Watukrus memiliki hubungan erat dengan perjalanan misionaris Portugis saat melintas dan membawa misi penyebaran agama Katolik di wilayah Indonesia Timur.

Pada tahun 1660-an, Fransiskus Xaverius dan Dominikus memasuki wilayah ini dan menancapkan salib di atas batu karang yang berada di bibir pantai Nuba Baluk. Penancapan salib tersebut sebagai bukti bahwa wilayah ini telah dibaptis Katolik dan telah menjadi suci.

Watukrus

Watukrus – Siawora

Air Terjun Muru Sobe

Ketika mengunjungi Kota Maumere, Kabupaten Sikka, mungkin kamu tidak akan percaya jika di balik kegersangan bumi Kota Nyiur melambai ini ada air terjun yang dikenal dengan sebutan Air Terjun Muru Sobe.

Nama air terjun ini diambil dari Bahasa Lio, sebuah suku yang mendiami wilayah barat Kabupaten Sikka, yakni dari kata Muru (terjun) dan sobe (lurus).

Air terjun Muru Sube memiliki ketinggian sekitar 100 m. Tempat ini terletak di Desa Poma, Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka.

Dari Kota Maumere, anda akan menempuh perjalanan sepanjang 35 km menuju arah barat. Jika ke tempat ini, anda akan menemukan gerombolan ro’a (kera) yang saban hari setia menikmati keindahan alam dan sejuknya udara Muru Sobe.

Air Terjun Muru Sobe

Air Terjun Muru Sobe – Kelilingbuana

Demikian 10 alasan yang bisa membuat anda jatuh cinta dan selalu dirundung kerinduan untuk mengunjungi Maumere. Dari tempat ini juga lagu Gemu Fa Mi Re ciptaan Nyong Franco dan lagu Karena Su Sayang, ciptaan Near yang dinyanyikan Dian Sorowea berasal. Tertarik?? Ayo ke Maumere.*

COMMENTS