Manajemen yang Buruk, Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Soe

Manajemen yang Buruk, Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Soe

Seorang warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Yefta Hironimus Sapbaba keluhkan pelayanan RSUD Soe yang setengah hati. Ia menilai para petugas di RSUD tersebut tidak total dan tulus melayani pasien yang datang. (Foto: RSUD Soe - FaktaTTS)

SOE, dawainusa.com Seorang warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Yefta Hironimus Sapbaba keluhkan pelayanan RSUD Soe yang setengah hati. Ia menilai para petugas di RSUD tersebut tidak total dan tulus melayani pasien yang datang. Penilaian itu, kata Hironimus, berdasarkan pengalaman yang dialaminya

Seperti diberitakan tribunnews.com, Hironimus mengantar istrinya, Kristina Missa, yang mengalami luka akibat tabrakan motor pada Jumat (23/3). Akibat tabrakan itu, istrinya mengalami luka pada bagian pelipis, bibir bagian atas, bengkak dan memar pada bagian muka.

Dalam kondisi tersebut, tutur Hironimus, pelayan di rumah sakit tersebut justru memberikan keterangan berbeda. Dokter yang satu mengatakan tidak mengalami keretakan pada bagian kepala dan dokter yang lain mengatakan mengalami keretakan.

Baca juga: Buruknya Pelayanan Pihak RSUD Soe, Ibu dan Bayi Meninggal

Selain itu,  ketika istrinya mengeluh sakit dan dirinya meminta untuk dirawat inap, pihak rumah sakit tersebut menolak. Namun setelah dia bertengkar dan marah, baru pihak rumah sakit menyetujui untuk rawat inap. Tetapi celakanya, saat rawat inap, pihak rumah sakit sama sekali tidak menunjukkan pelayanan yang tulus.

“Pak, satu dokter bilang kemungkinan tengkorak kepala retak, satu dokter bilang aman saja, tidak ada retak. Padahal, dokter spesialis belum datang lihat bagaimana keadaan istri saya. Hanya mereka sesama dokter lewat telepon lalu bilang istri saya aman saja. ungkap Hironimus, Senin ( 26/3) di ruang VIP Haumeni Kelas III RSUD SoE.

“Apanya yang aman? Muka istri saya luka semua ini. Sudah begitu kita mau rawat inap, katanya tidak boleh ini aturan rumah sakit. Disitu yang saya sakit hati sampai marah-marah dengann petugas rumah sakit,” lanjutnya.

RSUD Soe:  Pasien Hanya Cedera Kepala Ringan

Menanggapi keluhan Hironimu itu, pihak RSUD Soe bersikukuh bahwa pasien yang mereka tangani itu hanya mengalami cedera ringan. Atas hasil pemeriksaan tersebut, mereka pun meminta pasien terkait untuk bisa pulang dan rawat di rumah.

“Setelah diobservasi, pasien tidak mengalami muntah-muntah, tidak terjadi penurunan kesadaran dan tidak ada peningkatan di otak sehingga pasien disimpulkan hanya mengalami cedera kepala ringan. Sesuai aturan, pasien dengan cedera kepala ringan bisa diperbolehkan pulang sehingga petugas memperbolehkan pasien pulang,” jelas  Direktu RSUD Soe dr. Ria kepada di ruang kerjanya, Senin (26/3) sore.

Baca juga: Pernyataan DPRD Soal Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Soe

Ria Tabun mengaku pihaknya juga kesal dengan suami pasien yang mengkomplain masalah tersebut kepada salah seorang calon bupati di daerah itu.

Menurut Ria, seharusnya melakukan komplain kepada pihak rumah sakit bukan kepada calon bupati atau media sosial. Ia menegaskan, pihaknya siap menerima komplain terkait pelayanan rumah sakit.

Untuk diketahui, karena kesal dan kecewa, Hieoronimu mengkomplai masalah pelayanan RSUD Soe kepada salah seorang calon bupati. Selain itu, ia juga menulis di media facebook.

Pelayanan RSUD Soe Pernah Diperingatkan Soal Pelayanan

Catatan dawainusa.com, RSUD Soe pernah mendapat kecaman soal buruknya kualitas pelayan terhadap para para pasien. Kecemann tersebut terkait peristiwa Paulina Herlince Takaeb (25) dan bayi dalam kandungannya meninggal di RSUD tersebut karena penanngan yang buruk.

Suami korban, Jemsius Taneo kala itu mengaku kecewa dengan dokter B dan manajemen RSUD SoE serta Kepala Puskesmas Binaus. Pasalnya, istri dan anaknya barangkali bisa selamat kalau saja pihak RSUD Soe cepat tanggap terhadap kondisi yang dialami istrinya.

Baca juga: Melihat Banyak TKI NTT Pulang dengan Peti Mati, Ini Rencana Lebu Raya

“Saya sangat sakit hati dan kecewa dengan RSUD Soe, Kepala Puskesmas Binaus dan dr. Budi. Istri saya meninggal karena tidak cepat ditangani, mereka tidak mau menangani karena alasan tidak ada surat rujukan. Saya sakit hati,”ujar Jemsius di rumah kediamannya di Binaus, Kecamatan Molo Tengah, Timor Tengah Selatan, Sabtu (27/1).

Buruknya pelayanan RSUD Soe kala itu juga mendapat kecaman dari salah seorang anggota DPRD TTS, David Boimau. Ia menyesalkan kasus tersebut. Menurutnya, kejadian seperti itu sudah berulangkali terjadi, namun tidak ada usaha perbaikan mutu pelayanan. Dirinya mendesak Bupati TTS, Paul Mella untuk memberikan sanksi tegas terhadap pihak RSUD Soe.

Ia menyebut, sanksi itu diberikan pihak RSUD telah melalaikan keselamatan nyawa pasien hanya karena masalah administrasi.“Jangan sampai tindakan penyelamatan pasien harus terkendala karena urusan administrasi.

Administrasi itu bisa kemudian, tapi prioritaskan tindakan pertolongan kepada nyawa pasien. Ini sudah terjadi berulang kali harusnya Bupati berikan sanksi keras kepada direktur atau oknum yang menangani hal ini,” kata David Sabtu (28/1) malam.*

COMMENTS