Wanita Ini Tewas Bersimbah Darah, Ini SMS Terakhir dari Kekasihnya

Wanita Ini Tewas Bersimbah Darah, Ini SMS Terakhir dari Kekasihnya

sebelum kejadian tersebut, kekasih korban, mengirim pesan kepada ibu kos korban, Hariyanti. Adapun pesan dari  laki-laki yang bernama Juni Ariyadi itu, berbunyi, "Aku mau ngomong tapi takut, tapi semua sudah terjadi". (Ilustrasi pembunuhan - Times)

BATAM, dawainusa.com – Seorang wanita tewas bersimbah darah dalam kondisi tak bernyawa di kamar kosnya yang terletak  di Kampung Teluk Bakau, RT 03 RW 09, Batu Besar, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (26/3) petang kemarin.

Dilansir kompas.com, Kepala Kepolisisan Sektor (Kapolsek)  Nongsa, Kompol Albert Perwira Sihite mengatakan, pihaknya belum bisa dipastikan penyebab kematian wanita bernama lengkap Abellia Delta Wahyuni tersebut. Namun, menurut dia, dugaan awal dari pihaknya adalah dibunuh oleh orang terdekat korban.

Pasalnya, sebelum kejadian tersebut, kekasih korban, mengirim pesan kepada ibu kos korban, Hariyanti. Adapun pesan dari  laki-laki yang bernama Juni Ariyadi itu, berbunyi, “Aku mau ngomong tapi takut, tapi semua sudah terjadi”.

Baca juga: Di Hadapan Polisi, Pria Asal Betun Bacok Gregorius Hingga Tewas

Sementara itu, pada saat ditemukan, di tubuh perempuan berusia 28 tahun itu, terutama di bagian kepala, ada luka bekas barang tumpul.

Setelah Tewas Bersimbah Darah, Ibu Kos Curiga SMS sang Pacar

Setelah tewas bersimbah darah, pesan dari laki-laki yang dikenal sebagai kekasih korban membuat  Hariyanti curiga. Ia pun mengajak Farel, anaknya yang berusia 10 tahun, mendatangi kamar kos korban.

Di kamar kos tersebut, Hariyanti dan Farel menemukan korban sedang terbaring kaku di tempat tidurnya. Ia tidur tertulungkup dengan ditutupi kain selimut. Di sekujur tubuh dan kasurnya bersimbah darah.

Baca juga: Pria Bertopeng Pelaku Pembunuhan Megi Manek Diringkus Polisi

“Bingung dengan maksud SMS tersebut, Hariyanti dan anaknya, Farel yang masih berusia 10 tahun langsung mendatangi kamar kos Meli. Seketika, Hariyanti dibuat kaget karena menemukan Meli dalam keadaan tak bernyawa dan bersimbah darah dengan posisi telungkup di kasur ditutupi oleh selimut,” kata Albert.

Terkejut dengan melihat kondisi korban yang tragis, Hariyanti dan putranya memanggil suaminya. Kemudian mereka melaporkan peristiwa naas itu kepada pihak berwajib.

Polisi Turun ke Tempat Kejadian Perkara (TPK)

Pasca mendapat laporan ibu kos korban, aparat kepolisian dari Polsek Nongsa, terang Kompol Albert, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Saat itulah kami langsung menurunkan petugas untuk memastikan laporan tersebut,” ungkap Albert yang memimpin langsung penanganan peristiwa itu.

Kompol Alber dan jajarannya mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) diduga bahwa wanita yang tewas bersimbah darah itu menjadi korban pembunuhan. Adapun barang yang diduga untuk membunuh perempuan itu adalah benda tumpul. Namun, untuk kepastian penyebabnya dan motifnya, pihaknya akan memeriksa saksi terutama kekasih korban.

Baca juga: TKI Zaini Dipancung dan Dalil Guru Besar Filsafat

“Dari hasil penyelidikan sementara, diduga korban dibunuh menggunakan benda tumpul yang dipukul ke arah kepala. Tapi untuk memastikan penyebab kematian korban, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Albert.

Albert juga menjelaskan bahwa dugaan sementara, nyawa korban dihabisi oleh orang terdekat. Saat ini polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. “Kami masih belum bisa memastikan motif pembunuhannya. Tapi dugaan sementara berdasarkan beberapa keterangan saksi, pelakunya orang terdekat korban,” jelas Albert.

Setelah dilakukan pemeriksaan di TKP beberapa saat, mayat korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara oleh Tim Inafis Polresta Barelang sekitar pukul 20.45 WIB. Polisi juga telah meminta keterangan beberapa orang saksi guna mengungkap dugaan pembunuhan ini.

Terlepas dari alasan khusus pelaku hingga membunuh wanita tersebut, apa yang bisa dicari dari akar psikologis manusia sehingga pelaku tega membunuhnya? Jika benar dugaan polisi bahwa pelaku adalah orang dekat korban, bagaimana dia bisa tega menghabiskan nyawa orang yang pernah memberikannya rasa nyaman?

Dave Grossman, penulis buku On Killing: The Psychological Cost of Learning to Kill in War and Society dan neurolog Jonathan Pincus dalam bukunya Base Instincts: What Makes Killers Kill? sepakat  bahwa naluri membunuh yang lain dalam diri manusia adalah untuk  kepentingan menyintas, mempertahankan diri, dan menyelamatkan.

Alasan ekonomi, cemburu, rasa malu, dan lain-ai baragkali bermuara pada  alasan itu, manusia ingin menyintas. Sehingga yang lain harus disingkirkan bahkan dengan cara membunuh.*

COMMENTS