UN SMP Manggarai, Empat Siswa SMPN 1 Cibal Raih Nilai 100

UN SMP Manggarai, Empat Siswa SMPN 1 Cibal Raih Nilai 100

Keempat siswa tersebut ialah Martinus Oprasatio, Hendrikus K Palsano, Karolus Egor dan Leoni C Lagur (Foto: Ilustrasi - ist)

RUTENG, dawainusa.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Maksi Gandur yang didampingi oleh Kabid Pendidikan SMP Fransiskus Gero di kantor Dinas Pendidikan Manggarai, Sabtu (26/5) mengatakan, untuk hasil UN SMP 2018 di Kabupaten Manggarai terdapat empat orang siswa dari SMP Negeri 1 Cibal berhasil memperoleh nilai 100 untuk mata pelajaran Matematika.

Keempat siswa tersebut ialah Martinus Oprasatio, Hendrikus K Palsano, Karolus Egor dan Leoni C Lagur. Mereka semua ialah peserta UN berbasis kertas pensil. Selain itu, Gandur juga menerangkan, untuk Bahasa Indonesia, nilai tertinggi ada di tiga sekolah, yakni SMPN 1 Langke Rembong,  SMP 2 Langke Rembong dan SMP Katolik Imaculata.

Baca juga: Peserta UN Kesulitan Kerjakan Soal, Mendikbud Target Standar Internasional

Masing-masing siswa dari ketiga sekolah tersebut ialah Vinsensia A Basol, Modesta, Katarine Charine Sutanto dengan  nilai 94,0. Ketiga sekolah itu menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Sementara untuk Bahasa Inggris, nilai tertinggi diraih oleh Anastasia Trisno dari SMP Katolik Imaculata dan Agnesia B Kandar dari SMP Negeri 14 Satar Mese. Masing-masing mendapatkan nilai 96,0. Kedua sekolah tersebut menyelenggarakan UN berbasis pensil dan kertas.

Untuk mata pelajaran IPA, nilai tertinggi diperoleh oleh tiga sekolah, yakni SMPN 6 Cibal, SMP Negeri 7 Satar Mese dan SMP Negeri 2 Cibal dengan nilai 95,0. Masing-masing nilai tertinggi untuk tiga sekolah itu diraih oleh Firginia Kartini, Maria A Suwarni dan Vanilia Ramung. Tiga sekolah ini menyelenggarakan UN berbasis kertas dan pensil.

Rangking UN SMP Kabupaten Manggarai Untuk Provinsi

Dalam skala provinsi, tingkat prestasi UN SMP pada 2018 untuk Kabupaten Manggarai masuk dalam rangking ke-4 UNBK dan rangking ke-6 UN berbasis kertas dan pensil. Gandur mengatakan, prestasi tersebut patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus ditingkatkan.

Meski demikian, jelas Gandur, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten sendiri tidak akan memberikan hadiah kepada siswa berprestasi tersebut. Hadiah atau penghargaan kepada siswa berprestasi itu, kata dia, merupakan tanggung jawab dari masing-masing sekolah yang sudah dianggarkan dalam dana BOS.

Baca juga: Inilah Persentase Kelulusan Pelajar SMA Wilayah XIII NTT

Pihak dinas, jelas dia, hanya akan memberikan hadiah dan penghargaan apabila ada siswa meraih prestasi dalam kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

“Dari dinas tidak ada anggaran untuk pemberian hadiah atau penghargaan bagi peserta UN yang berprestasi. Karena itu sudah ada di sekolah masing-masing dengan anggaran BOS. Dinas hanya anggaran untuk kegiatan O2SN,” ungkap Gandur di kantor Dinas Pendidikan Manggarai, Sabtu (26/5).*

COMMENTS