Umat Muslim Larantuka Ikut Berpartisipasi dalam Prosesi Jumat Agung

Umat Muslim Larantuka Ikut Berpartisipasi dalam Prosesi Jumat Agung

Umat Muslim Larantuka akan turut berpartisipasi dalam melancarkan dan mengamankan kegiatan prosesi Jumat Agung di kota Larantuka, Flores Timur. (Foto: Ilustrasi keterlibatan dan partisipasi Umat Muslim dalam upacara Gereja - Suratkabar.id).

LARANTUKA, dawainusa.com Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ahmad Bethan menerangkan, umat Muslim Larantuka akan turut berpartisipasi dalam melancarkan kegiatan prosesi Jumat Agung di daerah tersebut.

Menurut Bethan, mereka akan memberikan bantuan yakni dengan menyediakan tempat penginapan bagi para peziarah Jumat Agung secara khusus untuk para peziarah yang datang dari daratan Flores.

“Penginapan alternatif yang disiapkan berupa musala dan sejumlah rumah warga Muslim yang ada di Larantuka,” ujar Ahmad di Larantuka, Senin (26/3).

Baca juga: Di Larantuka, Pemprov NTT Siapkan Kapal untuk Peziarah Jumat Agung

Menurut Ahmad, bantuan penginapan alternatif tersebut diberikan sebagai bentuk solidaritas umat Muslim Larantuka terhadap permasalahan penginapan yang selalu menjadi kendala bagi para peziarah Jumat Agung selama ini.

“MUI sudah minta seluruh warga Muslim di Larantuka untuk menyiapkan kamar, minimal satu kamar untuk menampung peziarah,” kata Ahmad.

“Kami juga minta para pemuda Muslim untuk memantau peziarah yang menggunakan konvoi kendaraan dari arah barat Pulau Flores untuk diarahkan ke rumah-rumah warga Muslim, karena umumnya mereka yang datang dari luar Larantuka tidak memiliki penginapan,” lanjutnya.

Umat Muslim Larantuka Turut Jaga Keamanan

Tidak hanya membantu dalam hal penginapan, umat Muslim Larantuka khususnya para pemuda juga diwajibkan untuk membantu menjaga keamanan selama prosesi berlangsung.

Setiap pemuda Muslim ditugaskan untuk menjamin situasi agar tetap kondusif, sehingga perayaan Jumat Agung itu dapat dilaksanakan dengan aman dan nyaman.

“Setiap tahun umat muslim selalu terlibat, tetapi tahun ini koordinasinya jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Jauh hari sebelumnya Polres sudah minta para pemuda muslim untuk terlibat,” tutur Ahmad.

Baca juga: Saling Meminjamkan Lahan Parkir, Toleransi ala Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal

Ahmad menerangkan, untuk prosesi Jumat Agung tahun ini, dipastikan akan berjalan dengan lancar. Karena mereka telah melakukan koordinasi dengan baik dengan berbagai pihak terkait.

“Tahun ini koordinasinya lebih bagus. Dua pekan lalu kami sudah mengirim nama puluhan pemuda untuk bersama aparat kepolisian melakukan pengamanan, tetapi dua hari lalu ada permintaan tambahan,” ungkapnya.

Jumat Agung: Ajang Wisata Rohani Nasional

Adapun prosesi Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka ini telah ditetapkan sebagai salah satu ajang pariwisata rohani nasional. Hal ini disampaikan oleh Skretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTT Wely Rohimone.

“Sudah jadi kalender pariwisata, dan secara nasional seluruh Indonesia diliburkan pada setiap tahun pelaksanaan prosesi Jumat Agung,” kata Rohimone di Kupang, Selasa (27/3).

Rohimone menjelaskan, penetapan wisata rohani nasional ini telah dilakukan sejak lama atas usulan Pemerintah Provinsi NTT kala itu.

Setelah resmi menjadi wisata rohani nasional, setiap tahun pemerintah memberikan bantuan dana untuk membantu rehabilitas, yakni dengan membangun minimal satu kamar tidur beserta kamar mandi di rumah warga.

Hal itu bertujuan agar rumah tersebut dapat dijadikan sebagai tempat penginapan para peziarah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Untuk harga sewa penginapannya sendiri, kata Rohimone, sangat murah.

Baca juga: Doa Lintas Iman: Seorang Mahasiswi Muslim Peluk Suster Lili Sambil Menangis

Selain itu, terang dia, setiap rumah yang disiapkan untuk para peziarah tersebut juga telah didaftarkan pada Dinas Pariwisata Flores Timur. Nantinya, pihak dinas sendiri yang memberikan penawaran bagi para peziarah yang ingin menyewa penginapan tersebut.

“Jadi Pemerintah NTT juga memberikan bantuan pemberdayaan kepada masyarakat, sehingga ada manfaat ekonomi untuk masyarakat di daerah,” tutur Rohimone.

Adapun prosesi Jumat Agung tahun ini akan berlangsung pada 30 Maret mendatang. Upacara ini merupakan sebuah tradisi sakral dalam Gereja Katolik dalam rangka memperingati wafatnya Yesus Kristus yang diyakini sebagai Jurus Selamat dunia oleh umat Kristiani.

Untuk diketahui, prosesi Jumat Agung di Larantuka ini sudah berlangsung sejak 500 tahun silam ketika bangsa Portugis menyebarkan agama Katolik dan berdagang cendana di daerah tersebut. Sebagai pembukaan, prosesi Jumat Agung tersebut akan diawali dengan perayaan Rabu Trewa.*

COMMENTS