Tiga Moment Kontroversial dalam Hidup Sukmawati

Tiga Moment Kontroversial dalam Hidup Sukmawati

Demikian pun dengan putri mendiang presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputi. Ia memiliki cerita hidup yang unik. Mungkin cerita serupa dialami orang lain tetapi tidak persis sama. (Foto: Sukmawati Soekarnoputi - CNNIndonesia)

JAKARTA, dawainusa.com – Setiap pribadi memiliki cerita hidup masing-masing. Cerita-cerita hidup itu unik. Ada yang hanya sekali terjadi dan ada pula yang terjadi berkali-kali.

Demikian pun dengan putri mendiang presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputi. Ia memiliki cerita hidup yang unik. Mungkin cerita serupa dialami orang lain tetapi tidak persis sama.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tiga momen kontroversial dalam hidup  putri sang proklamator itu, dari yang paling aktual sampai pada cerita yang sudah usang atau basi untuk dibicarakan kembali.

Baca juga: Ini Empat Fakta di Balik Puisi Putri Bung Karno yang Jadi Viral

Dipolisikan Karena Puisi “Ibu Indonesia”

Sukmawati resmi dilaporkan oleh seorang pengacara, Denny Adrian ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penistaan agama, Selasa (3/4). Tuduhan ini terkait puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan Sukmawati saat gelaran fashion show Anne Avantie beberapa waktu lalu.

Denny menilai puisi yang dibacakan Sukmawati telah mengdiskreditkan Islam. Dia mengaku tindakannya itu dilakukan atas kehendak pribadi.

“Hari ini saya laporkan Sukmawati dengan [tuduhan] penistaan agama. Saya mau kasih tahu ke umat, saya terpanggil saja sebagai umat Islam,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/4).

Berikut petikan puisinya:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Polisikan Habib Rizieg dengan Tudahan Menghina Pancasila

Sebelum dirinya dipolisikan oleh orang lain,  Sukmawati mempolisikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieg Shihab dengan tuduhan menghina Pancasila sebagai ideolog negara pada tahun 2016 lalu.

“Saya datang sebagai Ketua Umum PNI Marhaenisme melaporkan Habib Rizieq Ketua FPI perihal penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan martabat Dr. Ir Soekarno sebagai Proklamator kemerdekaan Indonesia dan Presiden pertama Republik Indonesia,” kata Sukmawati dikutip dari detik.com

Loporan Sukmawati tersebut berujung pada, Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab ditetapkan Polda Jabar sebagai tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila.

Dipolisikan dengan Tuduhan Palsukan Ijazah SMA

Ini kali pertama Sukmawati dipolisikan, yaitu pada tahun 2008 lalu, Sukmawati  dilaporkan KPU ke Mabes Polri. Dia dituduh memalsukan dokumen kelulusan SMA dalam berkas pendaftaran bakal caleg dari PNI Marhaenisme untuk Pemilu 2009.

Di dalam berkas pendaftaran, putri Proklamator RI Sukarno itu menggunakan ijazah dari SMA 3 Jakarta. Padahal arsip KPU tentang caleg tetap untuk Pemilu 2004, ijazah yang diajukan adalah dari SMA 22 Jakarta.

Usai diperiksa polisi di Bareskrim Mabes Polri, dia ditetapkan sebagai tersangka. Namun kasusnya dihentikan karena kurang bukti. Kabareskrim pada saat itu, Komjen Susno Duaji mengatakan, ijazah yang dimiliki Sukmawati hanya fotokopi dan tidak ada legalisir.

“Kasus dihentikan. Kita tidak punya cukup bukti,” kata Susno Duaji di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (18/11/2008), dikutip dari detik.com.*

COMMENTS