Terduga Pelaku Human Trafficking Asal Makassar Ini Diamankan di Soe

Terduga Pelaku Human Trafficking Asal Makassar Ini Diamankan di Soe

Husnia diketahui memiliki rencana untuk merekrut anak-anak yang baru tamat SD di Desa Oebelo (Foto: Ilustrasi Human Trafficking - ist)

SOE, dawainusa.com – Husnia (35), perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan diamankan di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) oleh Anggota TNI Kodim 1621/TTS bersama anggota Polsek Batu Putih pada Sabtu (19/5) karena diduga melakukan praktik human trafficking atau perdagangan manusia.

Husnia diketahui memiliki rencana untuk merekrut anak-anak yang baru tamat SD di Desa Oebelo untuk dipekerjakan di Makassar.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari kepada wartawan, Senin (21/5) membenarkan adanya penangkapan pelaku yang diduga melakukan aksi perdagangan manusia. Saat ini, Husnia kata Jamari telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Polres TTS.

Baca juga: Peduli Human Trafficking, JPIC SsPS Bentuk Komunitas Orang Muda

“Saat diamankan, pelaku membawa serta seorang anak di bawah umur yang diduga akan dibawa ke luar NTT.  Pelaku mengaku, selama ini dirinya mencari anak-anak yang putus sekolah guna dimasukan ke panti asuhan di Makassar agar bisa sekolah lebih lanjut. Namun hal ini tidak kita percaya begitu saja. Saat ini kita masih terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut,” jelas Jamari.‎

Atas Perbuatannya, Jamari mengatakan tersangka akan dijerat dengan P‎asal 2 ayat (1) dan atau Pasal 10 dan atau pasal 17 UU Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman penjara minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara‎.

Kronologi Husni Terduga Pelaku Human Trafficking Ditangkap

Adapun penangkapan terhadap terduga pelaku human trafficking bermula dari pengaduan Pendeta Isak La’a kepada anggota Kodim 1621/TTS terkait keberadaan Husnia yang merekrut anak-anak tamatan SD untuk dipekerjakan di Makassar.

Anggota Kodim 1621/TTS saat mendapat informasi tersebut, langsung bergerak menuju Batu Putih Desa Oebobo untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan yang datang dari arah Bena, karena dari informasi yang diperoleh anggota TNI Kodim 1621/TTS bahwa pelaku akan meninggalkan TTS menuju Kupang.

Baca juga: Setelah Melahirkan, Terdakwa Kasus Human Trafficking Masuk Tahanan

Ternyata laporan itu benar, karena setelah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa kendaraan yang hendak menuju Kupang, akhirnya anggota Kodim 1621/TTS berhasil menangkap pelaku bersama seorang anak bernama Yeni Petrus yang hendak dibawa pelaku dan diduga kuat anak yang dibawa itu akan dikirim keluar NTT.

Sementara itu, Markus Petrus, ayah kandung Yesi Petrus ( 15) mengaku tidak akan melepas anaknya kepada Husnia jika tahu Husnia berniat jahat kepada anaknya. Markus rela melepas anaknya pergi ke Makasar bersama Husnia dengan alasan anaknya bisa melanjutkan sekolah.

“Pak, dia (Husnia) bilang mau bawah anak saya ke Makasar untuk lanjutkan sekolahnya di tingkat SMA. Nanti,  sesampainya di Makasar, anak saya akan tinggal di Panti Asuhan milik kakaknya Husnia ini. Makanya saya rela melepas anak saya untuk lanjutkan sekolah. Tetapi saat di kantor polisi, saya dengar kalau anak saya ternyata mau dipekerjakan. Itu yang saya tidak mau langsung. Saya mau anak saya lanjutkan sekolahnya,” ungkap Markus di Soe, Rabu (23/5) di Dusun II, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin.

Awal Mula Perkenalan Petrus Dengan Husni

Petrus Pada kesempatan yang sama menceritakan, awal mula perkenalanya dengan Husnia melalui suadarinya, Tresia Lusi. Pada tanggal 5 Mei, Markus dihubungi Tresia Lusi melalui sambungan telepon yang memintanya untuk pergi ke  rumah Tresia di Desa Kiufato.

Karena berpikir ada yang penting, Markus pun bergegas pergi menuju rumah Tresia. Saat sampai di rumah Tresia, ternyata Husnia sudah lebih dahulu berada di rumah Tresia. Husnia lalu menawarkan bantua untuk menyekolahkan anak Markus yang tahun ini akan tamat pendidikan SLTP.

Baca juga: Bos Human Trafficking Ini Berhasil Diringkus Satgas Polres TTS

Karena berpikir niat Husnia baik, tanpa pikir panjang Markus langsung menyetujui menyerahkan anaknya kepada Husnia untuk dibawa ke Makasar melalui jalur laut dari Kupang.

“Sabtu ( 19/5/2018) pagi saya antar anak saya di cabang Kiufatu untuk naik mobil pik up menuju kupang bersama Husnia. Saat bertemu Husnia, saya diminta untuk foto copy kartu keluarga, foto orang tua dan akte kelahiran.  Jadi saya pergi foto copy cepat-cepat. Saat saya kembali bermaksud menyerahkan berkas foto copy yang diminta  ternyata Husnia dan anak saya sudah berangkat,” kisahnya.

Saat sore hari, lanjut Markus, dirinya kaget saat mendengar anaknya bersama Husnia sudah berada di kantor polisi. Ia lalu bergegas menuju Polres TTS. Sesampainya di sana, Markus baru mengetahui jika anaknya nyaris menjadi korban perdagangan manusia .

“Pak saya tobat. Biar saya kasih sekolah anak saya di sini saja. Anak saya sisa dengar pengumuman kelulusannya di SMP Pelita Oehani. Lebih baik saya sekolahkan dia di sini saja. Saya sudah tidak mau dia sekolah di luar  lagi,” ujar pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan ini.*

COMMENTS