Tanggapan Fadli Zon Ketika Disindir Hanura Soal Koalisi Keumatan

Tanggapan Fadli Zon Ketika Disindir Hanura Soal Koalisi Keumatan

Menurut Fadli Zon, komentar seperti itu wajar disampaikan oleh Inas karena Hanura sama sekali tidak tahu dan tidak paham terkait Koalisi Keumatan tersebut. (Foto: Fadli Zon - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Komentar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir yang menyindir Partai Gerindra, PKS, PAN dan PKB yang direncanakan akan tergabung membentuk Koalisi Keumatan di bawah kendali Pemimpin Besar Front Pembelas Islam (FPI) Rizieq Shihab mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, komentar seperti itu wajar disampaikan oleh Inas. Sebab, kata dia, Hanura sama sekali tidak tahu dan tidak paham terkait Koalisi Keumatan tersebut.

“Itu kan dia enggak tahu apa-apa ya, jadi kita maklumlah pendapat yang seperti itu. Kan mekanisme yang ada itu kita sama-sama tahu yang mengajukan partai politik, bahwa kita membutuhkan dukungan dari manapun,” ujar Fadli di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (7/6).

Baca juga: Koalisi Keumatan, Hanura Sebut Prabowo Seperti di Bawah Ketiak Rizieq

Fadli mengatakan, mereka sengaja meminta dukungan dari Rizieq Shihab karena mereka menilai bahwa penggerak demo besar 212 itu memiliki pengaruh terhadap situasi politik di Indonesia. Apalagi, Rizieq ialah seorang tokoh yang memiliki massa, yakni umat yang cukup banyak.

“Apalagi dukungan dari ulama saya kira bagus sekali, dan Habib Rizieq bagaimanapun adalah tokoh ulama yang berpengaruh yang saya kira bagian dari masyarakat,” lanjut dia.

Selain mengatakan demikian, Fadli juga menegaskan bahwa aspirasi Rizieq untuk Gerindra dan ketiga partai lainnya itu sangat penting untuk menghadap Pilpres 2019 mendatang. Karena itu, bagaimanapun juga, mereka akan selalu membuka diri terhadap berbagai masukan yang disampaikan oleh Rizieq.

“Kita yang penting untuk menyampaikan aspirasinya, saya kira aspirasi itu kita terima dengan lapang dada, terbuka begitu, dan ada suatu keinginan bentuk koalisi keumatan dan kerakyatan seharusnya lah. Dan menurut saya memang sudah seharusnya demikian. Jadi saya kira tanggapan dari Hanura itu enggak penting lah,” ujar Fadli Zon.

Tanpa Koalisi Keumatan ini juga, terang Fadli Zon, mereka tetap akan siap untuk menghadapi Pilpres mendatang.

“Memang sedang menuju juga, yang dimaksud koalisi keumatan itu, kalau itu adalah Gerindra, PKS dan PAN selama ini kan kita sudah melakukan. Bukan akan sudah melakukan, di Jawa Barat, di Jawa Tengah, di Sumatera Utara, Sulawesi di beberapa tempat ya ini kan artinya bukan sesuatu wacana saja, tetapi sudah dilakukan untuk Pilkada tinggal nanti menuju Pilpres,” kata dia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Inas menganggap Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PBB seperti di bawah ketiak Habib Rizieq karena mau diatur-atur dengan seruan pembentukan Koalisi Keumatan itu.

“Kalau Rizieq yang mengendalikan, ya sama saja di bawah ketiaknya. Mosok ketum partai diatur oleh orang lain yang non-partai,” ujar Inas di Jakarta, Rabu (6/6).

Partai Harus Bisa Berdiri Sendiri

Inas mengatakan, sangat tidak elok apabila sebuah partai politik diatur oleh pihak luar. Menurut dia, sebuah partai politik harus bisa berdiri sendiri dalam mengambil keputusan. “Betul! Parpol harus independen dan berdasarkan keputusan partai,” jelas Inas.

Pada tempat lain, PDIP mengaku tidak kaget dengan kabar pemebntukan Koalisi Keumatan tersebut. Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menuturkan, hal tersebut sesuai dengan gelagat yang ditunjukkan keempat partai tersebut. Pasalnya, empat partai itu tak pernah berada di kubu yang berbeda.

Baca juga: Dorong Koalisi Keumatan, Rizieq Shihab Tidak Akan Pulang ke Indonesia

“Tidak terkejut, sesuai dengan gelagat selama ini. Apalagi tidak pernah memang keempatnya di kubu yang lain,” kata Eva.

Ia kemudian melanjutkan, titik terpenting bukanlah pada pembentukan koalisi tersebut. Melainkan pada tahap pendaftaran paslon nanti.

“Tapi semua paham bahwa titik terpenting adalah di pelaksanaan tahapan pilpres yaitu pendaftaran capres dan cawapresnya. Baru kalkulasi kita mulai (setelah pendaftaran paslon),” ujarnya.

Koalisi Keumatan Dapat Mengubah Nasib Bangsa

Sementara itu, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, Koalisi Keumatan dibentuk untuk mengubah nasib bangsa. Karena itu, Andre meminta dukungan semua pihak agar koalisi ini bisa segera mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres 2019.

“Mohon doa dan dukungannya agar harapan Habieb Rizieq, harapan PA 212, dan seluruh rakyat Indonesia agar koalisi ini bisa segera mendeklarasikan Pak Prabowo sebagai capres 2019. Sehingga bisa mengubah nasib bangsa yang sekarang lagi dalam kondisi yang memprihatinkan,” kata Andre.

Baca juga: Ingin Bentuk Koalisi Keumatan, Rizieq Dianjurkan Kembali ke Indonesia

Andre juga memberikan apresiasi atas dorongan Rizieq agar Koalisi Keumatan ini mendukung sang Ketum Prabowo Subianto di perhelatan Pilpres 2019. Menurut dia, dorongan itu juga sesuai dengan hasil Rakornas Persaudaran Alumni (PA) 212, pada Selasa (29/5).

“Mengenai dukungan untuk mendukung Pak Prabowo sebagai capres, tentu kami sangat apresiasi. Apalagi hal ini sesuai dengan hasil Rakornas PA 212 minggu lalu,” ujar Andre.*

COMMENTS