Soal Puisi Sukmawati, Komentar Buya Syafii Maarif Menyejukkan

Soal Puisi Sukmawati, Komentar Buya Syafii Maarif Menyejukkan

Buya Syaffi mengatakan, setiap orang yang hidup dan mendiami republik ini agar bijak dalam berekspresi termasuk ekspresi seni. (Foto: Buya Syaffi - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Komentar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif di tengah panasnya situasi karena puisi yang berjudul ‘Ibu Indonesia’ dari Sukmawati Soekarnoputri terasa menyejukkan.

Buya Syaffi, demikian ia akrab disapa, mengatakan, setiap orang yang hidup dan mendiami republik ini agar bijak dalam berekspresi termasuk ekspresi seni.

Kebebasan berekspresi, kata Buya Syaffi, harus memperhitungkan apakah yang diekspresikan itu konstruktif atau tidak, menimbulkan huru-hara ataukah justru menimbulkan gelombang konflik dan silang pendapat.

Baca juga: Tiga Moment Kontroversial dalam Hidup Sukmawati

“Harus memperkirakan apakah pernyataannya konstruktif atau tidak, bisa menimbulkan huru-hara atau tidak dalam situasi sekarang,” katanya Rabu (4/4).

Buya Syafii: Tak Sepatutnya Bawa ke Ranah Hukum

Menurut Maarif, polemik terkait putri sang tokoh proklamator tak sepatutnya dibawa ke ranah hukum. Yang perlu dilakukan, kata dia, adalah mengingatkan Sukmawati agar bersikap arif dalam menyampaikan sesuatu di hadapan publik pada tahun politik seperti sekarang.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membesarkan polemik tersebut. Menurutnya, membesar-besarkan masalah tersebut hanya buang-buang energi. “Habis energi. Jangan dibesar-besarkan,” kata Buya Syafii.

Baca juga: Ini Empat Fakta di Balik Puisi Putri Bung Karno yang Jadi Viral

Sementara itu, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengaku tetap akan melaporkan saudara kandung Megawati itu dengan tuduhan dugaan penistaan agama Islam. Perwakilan ACTA rencananya menyambangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada hari ini, Kamis (5/4), sekitar pukul 11.00 WIB, untuk melaporkan Sukmawati.

“Karena ini kan sengaja, membikin puisi, ada niat membacakan puisi,” kata Wakil Ketua ACTA Akhmad Leksono, seperti dikutip  CNNIndonesia.com.

ACTA tak menutup mata atas permintaan maaf yang sudah diucapkan Sukmawati, kemarin, di Cikini, Jakarta Pusat. Namun hal itu tak membuat laporan terhadap putri proklamator itu dibatalkan.

“Bagus kalau orang mengakui kesalahan dalam tindakannya. Mudah-mudahan bisa menjadi hal yang meringankan kasusnya. Tapi kan setiap warga negara berhak melakukan pelaporan terhadap orang yang diduga melakukan tindakan pidana,” ujarnya.

Akhmad menyebut selain ACTA, pihak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) juga akan melaporkan Sukmawati. Ia menyebut mengetahui informasi ini setelah berkoordinasi dengan GNPF.

Adapun Sukmawati saat menyampaikan permohonan maaf di depan wartawan, menyebut puisi berjudul Ibu Indonesia yang ia bacakan dan memicu kontroversi itu merupakan puisinya yang terdapat dalam buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia. Buku itu diterbitkan tahun 2006 silam.

Puisi Sukmawati 

Berikut ini adalah Puisi  dari putri sang proklamator yang kini jadi polemik. Puisi tersebut berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibuat dan dibacakan oleh Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya

COMMENTS