Soal Politisi PPP yang Tewas Telanjang, Polisi Tangkap Seorang Waria

Soal Politisi PPP yang Tewas Telanjang, Polisi Tangkap Seorang Waria

Soal politisi PPP yang tewas telanjang, pihak kepolisian  resor (Polres) Mojokerto telah menangkap seorang waria berinisial V. (Ilustrasi penangkapan waria - ist)

JOMBANG, dawainusa.com Penyebab kematian politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Muhammad Syafii Has, yang ditemukan tewas tanpa busana di area kebun Tebu dekat tempat mangkal waria, Desa Mirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto Jawa Timur, Jumat (16/3) masih menjadi misteri.

Apakah benar korban meninggal karena serangan jantung sebagaimana yang disangkakan? Itu masih menjadi dugaan. Dugaan itu hanya karena sepintas polisi tidak menemukan luka atau memar pada tubuh politisi yang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Jombang, Jawa Timur itu.

Akan tetapi perkembangan lanjutan kasus tersebut, terang Kapolres Mojokerto AKBP Puji Hendro Wibowo, menunjukkan adanya indikasi kriminal. Sebagaimana dilansir kompas.com, AKBP Puji menuturkan, penyidikan kasus tersebut bakal mengarah ke tindakan kriminal pemunuhan.

Baca juga: Politisi PPP Ditemukan Tewas Telanjang di Tempat Waria

Oleh karena adanya indikasi tersebut, pihak kepolisian  resor (Polres) Mojokerto telah menangkap seorang waria berinisial V. Pasalnya waria tersebut disebut sebagai orang yang terakhir bercengkerama dengan politisi berusia 58 tahun tersebut.

“Dia adalah orang yang terakhir terlihat bersama korban. Paling tidak, yang bersangkutan tahu apa yang terjadi terhadap korban di malam itu,” ujar AKBP Puji Hendro Wibowo, di Jombang, Minggu (18/3).

Waria V Ditangkap Berdasarkan Keterangan Warga

Menurut AKBP Puji, penangkapan Waria V didasarkan pada keterangan warga. Pasalnya, warga setempat melihat V bersama korban di sekitar lokasi kejadian pada Kamis (15/3) malam. Korban dan dan waria tersebut terlihat berbincang  di warung tidak jauh dari lokasi  dimana  korban ditemukan tewas pada pagi harinya (red; Jumat, 16/3).

Dari rentetan peristiwa itu, polisi berkesimpulan bahwa waria V mengetahui apa yang terjadi pada malam kejadian itu dengan korban. Sehingga polisi hingga saat ini masih memeriksa waria V secara intensif.” Saat ini terduga masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh tim penyidik,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Ibu yang Diduga Tewas di Tangan anak Kandung dan Menantu

Untuk diketahui, korban ditemukan tewas t di area kebun tebu dekat tempat mangkal waria, Desa Mirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto Jawa Timur, Jumat (16/3). Saat ditemukan pada jam 09.00 WIB, korban dalam kondisi tak berbusana. Selain dompet ponsel, dan kondom tergeletak di sampingnya. Sementara speda motor miliknya berada di seberang jalan.

Pada tubuh korban tidak ada luka memar atau tanda-tanda ada kekerasan. Hanya saja  di bagian dada dan puting ada luka sayatan. Namun polisi memastikan luka tersebut bukan karena digaruk tetapi karena digigit hewan seperti semut.

“Luka luar tidak ada, ada luka sayatan di dada dan puting tapi bukan digaruk atau digigit. Luka itu karena digigit hewan, semut. Perkiraan korban meninggal sekitar jam 12 malam, penemuan jenazah korban pukul 9 pagi,” jelas Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota  AKP Suhariyono, Sabtu (17/3).

Usut Tuntas Pelaku

Di tempat terpisah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangun (PPP) Romahurmurziy mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku yang mengakibatkan kematian bawahannya itu. Menurut Romi, demikian politisi yang digadang jadi cawapres Jokowi itu, jika terdapat unsur kriminal dalam pristiwa tragis itu, maka pihak kepolisian lokal tidak ada alasan untuk tidak mengusutnya.

“Kalau betul bukan kematian yang wajar karena terjadi kekekerasan, atau bahkan pembunuhan, ini kriminalitas, Kami mendesak karena ini menyangkut politisi di tingkat lokal, ini harus bisa dituntaskan dan ditangkap pelakunya,” kata Romy usai menghadiri Bedah Pemikiran Tiga Rektor Universitas Hasyim Asy’ari di Ponpes Tebuireng, Jombang, Sabtu (17/3).

Baca juga: Pria Bertopeng Pelaku Pembunuhan Megi Manek Diringkus Polisi

Sementara itu, istri korban Ismiati memberikan kesaksian terkat suaminya. Menurut dia, suaminya adalah orang yang baik hati, rajin beribadah dan baik dengan tetangga.

“Di mata keluarga suami saya tak ada tandingannya, orangnya ikhlasan, enakan. Kegiatannya ke masjid, kalau nggak percaya tanya orang-orang sini,” ungkap Ismiati kepada wartawan di rumah duka, Desa Jombok, Kesamben, Minggu (18/3/).*

COMMENTS