Soal Perjuangan Rinto Sae untuk Kemenangan Sang Ayah

Soal Perjuangan Rinto Sae untuk Kemenangan Sang Ayah

Perjuangan  Bupati Ngada ini baru merasa berhasil ketika tujuannya untuk menyejahterakan seluruh masyarakat NTT tercapai. (Foto: Rinto Sae dan Emilia Noemleni - Bali News).

KUPANG, dawainusa.com – Rinto Sae, putra calon Gubernur NTT Marianus Sae yang kini menjadi tahanan KPK karena dugaan kasus korupsi, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh ayahnya untuk membangun NTT.

Rinto mengatakan, perjuangan ayahnya untuk membangun NTT sangat mulia. Bahkan ia mengaku, ayahnya pernah berpesan bahwa perjuangan  Bupati Ngada ini baru merasa berhasil ketika tujuannya untuk menyejahterakan seluruh masyarakat NTT tercapai.

Baca juga: Uang Suap Cagub Marianus Sae Diduga Mengalir ke Timses

“Beliau selalu berpesan kepada kami bahwa sebuah perjuangan mulia itu tidaklah mudah dan tidak ada kata mundur. Karena itu saat ini tidak ada kata mundur bagi kami,” kata Rinto di Kupang, Minggu (6/5).

Sebagaimana diketahui, semenjak ayahnya menjadi tahanan KPK, Rinto rutin menemani perjuangan politik pasangan calon gubernur Marianus Sae-Emi Nomleny dengan ikut serta dalam setiap acara kampanye.

Dirinya sangat berharap pasangan Marianus Sae-Emelia Julia Nomleni (Marhaen)  menang dalam pemilu Gubernur NTT pada 27 Juni 2018. “Saya ingin agar paket Marhaen menang, meski bapak sedang dalam proses hukum di KPK. Saya ingin membuktikan bahwa semangat perjuangan bapak masih ada disini oleh karena saya dampingi Mama Emi,” katanya.

Rinto Sae Berjuang Hingga Garis  Finis

Rinto Sae, pada kesempatan yang sama mengatakan,  keberadaannya bersama Mama Emi (Emelia Julia Nomleni) merupakan bentuk dukungan dan perjuangannya untuk memenangkan paket Marhaen. Dia berjanji akan terus bersama Mama Emi hingga garis finish.

“Kehadiran saya ini ingin melanjutkan apa yang telah diperjuangkan oleh bapak. Beliau telah berpesan harus bertarung sampai finish. ini pesan dari bapak dan saya harus jalankan amanat itu,” ujar Rinto.

Terkait masalah yang menimpa ayahnya, Rinto sangat menghormati proses tersebut. Oleh karena itu, ia mengaku akan menerima apa pun itu keputusan hukum, karena Indonesia adalah negara hukum.

Baca juga: Marianus Sae Terjerat OTT, Fahri Hamzah Persalahkan KPK

“Apapun yang terjadi kepada bapak, kami seluruh keluarga siap terima. Tetapi kami tidak akan mundur. Kami tetap lanjutkan semangat dan spirit perjuangan ayah,” katanya menegaskan.

Dia berharap meski tanpa ayahnya, Mama Emi terus memperjuangkan visi misi serta spirit yang telah ditanamkan ayahnya.

“Saya di sini tidak menggantikan sosok ayah, tetapi sebagai bukti dukungan dan penyemangat untuk Mama Emi bahwa meski tanpa ayah, kami tidak akan mundur,” ujarnya.

Soal MS, PDIP Terus Pantau Soal Kejelasan OTT

Meskipun berstatus sebagai tersangka kasus korupsi, hingga kini, PDIP menegaskan tetap mengusung Marianus Sae yang saat ini menjabat sebagai Bupati Ngada untuk maju dalam pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur.

“Kita cermati dan kami menghormati terus proses hukumnya. Kita lihat perundang-undangannya. Kalau memang tidak perlu diganti ya tidak perlu. Kalau memang perlau diganti ya kita ganti tapi kalau diganti apa waktunya cukup,” kata Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno belum lama ini.

Hendrawan mengatakan, hingga kini PDIP masih terus memantau kejelasan operasi tangkap tangan Marianus Sae. Menurut dia, PDIP baru akan mengambil sikap setelah mendapat keterangan resmi dari KPK.

Baca juga: Usai Diperiksa Penyidik KPK, Marianus Sae Hanya Bungkam

“Menurut Undang-undang boleh diusung sebelum inkracht karena ada asa praduga tak bersalah. Untuk itu kita sabar sajalah. Kami menunggu penjelasan dari KPK,” kata dia.

Sebelumnya penyidik KPK menangkap tangan Bupati Ngada Marianus Sae, Minggu (11/2) siang. Saat ini, bakal cagub NTT yang diusung PDIP dan PKB itu kini sudah berada di gedung KPK dan menjalani pemeriksaan.

“2 Orang sudah di KPK, bupati (Marianus Sae) dan satu orang yang diamankan di lokasi yang sama,” kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat.

Selain Marianus, Febri mengungkapkan, penyidik membawa pegawai pemkab Ngada untuk diperiksa. Namun hingga kini Febri belum menjelaskan kasus yang menimpa Marianus. “1 Orang yang dalam perjalanan ke kantor KPK adalah dari unsur pegawai pemkab,” pungkasnya.*

COMMENTS