Soal Foto yang Hilang, PA 212 Akan Laporkan ke Mahkamah Internasional

Soal Foto yang Hilang, PA 212 Akan Laporkan ke Mahkamah Internasional

Menurut Slamet, foto tersebut seharusnya tidak boleh dihapus karena tidak ada unsur kekerasan atau konten negatif di dalamnya. (Foto: Slamet Maarif - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) berencana akan melaporkan masalah hilangnya foto Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari akun instagram Amienraisofficial ke Mahkamah Internasional.

Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, rencana pelaporan ini diinisiasi karena mereka menduga hilangnya foto yang mengambil gambar Prabowo Subianto, Slamet Maarif, Amien Rais dan Rizieq Shihab saat bertemu di Mekkah ini sengaja dilakukan oleh pihak tertentu yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Ingin Bentuk Koalisi Keumatan, Rizieq Dianjurkan Kembali ke Indonesia

“Iya tentu ada yang terorganisir,” kata Slamet di kantor PA 212, Jakarta Timur, Selasa (5/6).

Menurut Slamet, foto tersebut seharusnya tidak boleh dihapus karena tidak ada unsur kekerasan atau konten negatif di dalamnya. Selain itu, mereka juga berencana akan melaporkan pemblokiran akun media sosial milik Rizieq Shihab.

“Teman-teman hukum sedang mematangkan. Dasarnya melanggar hak setiap orang untuk memposting mengirimkan gambar di Medsos,” tutur Slamet.

Masih Diperiksa Pihak Instagram

Sebagaimana diketahui sebelumnya, warganet digegerkan dengan hilangnya foto yang diunggah oleh Amien Rais di akun Instagramnya. Foto tersebut hilang secara mendadak. Pihak Amien Rais sendiri mengatakan bahwa penghapusan foto tersebut merupakan bentuk ketidakadilan kepada mereka.

Mereka menyebut, ada pihak tertentu yang berusaha membatasi kebebasan berekspresi mereka di media sosial. Mereka pun menganggap ini sebagai sebuah bentuk kemunduran berdemokrasi.

“Ini bukti bahwa kebebasan berekspresi (yang bertanggung jawab) yang menjadi salahsatu agenda reformasi kembali diciderai; mengembalikan kita pada era yang represif (order baru), di tengah-tengah kebijakan-kebijakan populis yang palsu (order lama). Kita semua menantikan terang setelah zaman-zaman gelap, bukan sebaliknya! Mari #selamatkanindonesia,” kata mereka.

Baca juga: Gerindra Sebut Koalisi Umat Bisa Jadikan Prabowo sebagai Presiden RI

Terkait hal tersebut, pihak Instagram sendiri mengaku masih melacak soal hilangnya foto ini. Salah satu pihak internal Instagram menjelaskan, mereka belum bisa mengomentari hal ini karena hal tersebut masih sedang diperiksa oleh pihaknya.

“Soal Amien Rais, kami belum bisa berkomentar karena masih diperiksa kenapa di-take down,” tulis sumber tersebut.

Masalah ini juga sudah ditanggapi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Cief RA. Ia mengatakan, pihaknya sama sekali tidak pernah meminta pihak Instagram untuk bertindak demikian.

“Kami tidak meminta Instagram untuk menurunkan foto orang Indonesia yang sedang umroh di Mekkah yang banyak dibicarakan. Kami sedang fokus menangani konten-konten negatif seperti radikalisme-terorisme, perjudian, dan lain-lain,” kata Cief RA.

“Secara teknis, yang mungkin terjadi adalah pemilik akun sendiri yang melakukan atau Instagram sendiri atau atas aduan masyarakat/komunitas pengguna Instagram, yang pasti bukan kami,” lanjut dia.

Dilakukan Lawan Politik Prabowo?

Adapun terkait hilangnya foto tersebut, Anggota badan komunikasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Andre Rosiade menuduh bahwa hal itu dilakukan oleh kubuh lawan politik Prabowo. Mereka, jelas Andre, sengaja melakukan hal ini karena panik dengan manuver Prabowo.

“Ini kan tahun politik ya, kemarin beberapa bulan lalu, IG-nya ustaz Abdul Somad yang dihapus di sosmed. Sekarang tiba-tiba kita lihat foto-foto Habib Rizieq di Instagramnya Pak Amien di take down kalau menurut kami ada indikasi kepanikan dari penguasa,” tutur dia.

Baca juga: PA 212 Rekomendasikan Rizieq Shihab Maju dalam Pilpres 2019

Hilangnya foto dari media sosial Instagram tersebut, kata Andre, membuktikan bahwa kubuh lawan Prabowo takut dengan akan terbentuknya koalisi keumatan yang diserukan Rizieq Shihab. Sebab, kata dia, koalisi ini dipastikan memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi Pilpres 2019 nanti.

“Karena foto itu dilike dilihat banyak orang sehingga muncul tanda kutip kepanikan dari penguasa, jadi adalah upaya upaya di take down dengan berbagai cara. Lihat fotonya aja udah panik, apalagi koalisi (umat) nya,” jelas Andrea.*

COMMENTS