Soal Amien Rais, Desmond: Bukan Bapak Reformasi Tapi Pecundang

Soal Amien Rais, Desmond: Bukan Bapak Reformasi Tapi Pecundang

Adapun Soal Amien Rais yang disebut PAN penggerak reformasi, Desmond tak setuju. Desmond merupakan salah satu aktivis '98 yang duduk di parlemen saat ini. Dia menyebut Amien Rais sebagai pecundang. (Foto: Amien Rais - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Pasca Aktivis Sri Bintang Pamungkas menyebut Amien Rais pengkhianat reformasi, giliran anggota DPR Komisi tiga partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahaesa menyebut Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) itu sebagai pecundang. Apa maksud pecundang versi Desmond?

“Yang harus paham, Amien Rais tidak bisa kita sebut bapak reformasi ya. Kenapa? Karena bagi kami mahasiswa, jebolnya konstitusi, UUD ’45 dengan amandemen itu kan Ketua MPR-nya Amien Rais. Jadi kalau Amien Rais membobol dasar negara, Amien Rais itu pecundang, gitu loh,” ucap Desmond di Jakarta, Selasa (8/5).

“Menurut istilah saya, dengan saya pertanggungjawabkan, dengan kondisi rusaknya bangsa ini dengan salah satu jebolnya konstitusi kita dan di situ ada peran Amien Rais dan Megawati waktu itu presiden yang memegang benteng kerusakan bangsa ini semakin liar,” lanjut Desmon.

Baca juga: Ramalan Amien Rais: Anies Baswedan Bakal Jadi Penyelamat Negeri

Adapun Soal Amien Rais yang disebut PAN penggerak reformasi, Desmond tak setuju. Desmond merupakan salah satu aktivis ’98 yang duduk di parlemen saat ini.

“Nggak. Beliau itu dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk orang yang berbicara di panggung. Dia itu bukan inisiatornya, beliau itu adalah artis,” jelas Desmond.

Sebelumnya, Aktivis ’98, pelaku sejarah reformasi, salah satunya Sri Bintang Pamungkas, mengkritik Amien Rais terkait beberapa pernyataannya akhir-akhir ini. Soal Amien, Sri Bintang menganggap eks Ketua MPR itu bukan bapak reformasi.

“Amien Rais menyimpang. (Bukan bapak reformasi) bisa dibilang begitu,” kata Sri Bintang dalam diskusi bertajuk ‘Peringati Lengsernya Soeharto, Amien Rais, Bapak Reformasi?’ di UP2YU Coffe & Resto Ibis Budget Hotel Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/5).

“Amien Rais itu pengkhianat. Dia pernah mengatakan sudah minta maaf kepada ini-itu dia harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang kesalahannya melakukan amendemen,” sambungnya.

Dalam diskusi tersebut, Sri Bintang lebih banyak mengulas tentang tragedi lengsernya Presiden Soeharto kala itu. Ia mengatakan, saat itu Amien mendukung Gus Dur menjadi presiden dan sesudahnya Amien mendukung Megawati.

Bukan Bapak Reformasi, Amien Rais Ingin Jadi Pahlawan

Sementara itu, Aktivis ’98 lainnya, Faizal Assegaf dalam diskusi tersebut mengatakan, Amien Rais ingin menjadi pahlawan. Contohnya, kata Faizal, Amien selalu menyalahkan Presiden Jokowi jika ada masalah, layaknya zaman Soeharto dulu.

“Amien Rais kemudian tampil ingin menjadi pahlawan. Amien Rais seolah-olah menempatkan Jokowi seperti Pak Soeharto. Semua seolah-olah disalahkan ke Pak Jokowi. Saya tak pernah menemukan Pak Amien Rais menyalahkan gubernur, bupati, DPR, DPD, tapi semua disalahkan ke Pak Jokowi,” kata Faizal.

Baca juga: Sering Buat Kegaduhan, Amien Rais Diminta Segera Pensiun dari Dunia Politik

Lebih jauh, Faizal lalu mengungkit beberapa sikap Amien di zaman dulu. Dia membandingkannya dengan era saat ini.

“Saat dia mengatakan ada ‘partai setan’ dan ‘partai Tuhan’ itu terulang di tahun ’99 itu, Pak Amien sudah jadi setan sebenarnya. Pada tahun 1999, Pak Amien itu menghasut umat Islam bahwa umat Islam mengharamkan presidennya perempuan kan? Dan dimenangkan Gus Dur kan,” kata Faizal.

Faizal lalu menyebut kepentingan Amien di era kepemimpinan Gus Dur tidak terpenuhi. Amien lalu diceritakan Faizal melengserkan Gus Dur dan dia memilih Megawati menjadi presiden. Alasan itulah yang membuat Faizal berpendapat bahwa Amien Rais tidak konsisten dan tidak cocok dikatakan sebagai bapak reformasi.

Dalam diskusi yang digelar oleh Komunitas Cikini dan Jaringan Aktivitas Reformasi Indonesia (Jari 98) itu, selain Sri Bintang dan Faizal, turut hadir Kapitan Kelibay, peneliti dari Indonesian Public Institute (IPI); Wahab Talaohu, aktivis ’98; dan pengamat politik Boni Hargens.

Diskusi ini lebih detail menceritakan tragedi ’98. Selain itu, diskusi ini membahas insiden detik-detik lengsernya Presiden Soeharto.

Mahasiswa, Tokoh Sentral Reformasi

Sementara ketika ditanya soal siapa sebenarnya tokoh sentral reformasi, Desmond mengatakan mahasiswa merupakan tokoh utama reformasi. Mereka turun ke jalan dan mengadakan demo di beberapa kota di Indonesia. Puncaknya, di Jakarta, gedung DPR RI diduduki mahasiswa.

“Menurut saya sih mahasiswa itu sendiri. Jadi kaya Bintang dll itu kan adalah orang-orang tua yang sebenarnya tidak terlibat langsung dalam proses itu. Itu kan dimulai oleh kawan-kawan berbagai kampus melakukan advokasi-advokasi dalam suasana kondisi waktu itu di zaman Soeharto,” ujar Desmond.

Baca juga: Kritik Pedas Amien Rais Kepada 5 Presiden, Kepada Siapa Paling Menohok?

Tokoh-tokoh tua, termasuk Amien Rais dianggap Desmond hanya dimanfaatkan mahasiswa dalam reformasi. Kebetulan, kata Desmond, Amien saat itu merupakan tokoh yang berani vokal dengan memanfaatkan panggung mahasiswa yang menduduki DPR.

“Iya karena kebetulan waktu itu dia berani ngomong apa adanya. Tapi kalau inisiator reformasi sendiri jauhlah, Amien Rais bukan siapa-siapa,” ucap Ketua DPP Gerindra itu.

Sementara, Waketum PAN Totok Daryanto membela Amien Rais yang diserang Sri Bintang Pamungkas cs. Juga ia menampik pernyataan Desmon yang menyatakan Amien Rais bukan Bapak reformasi. Menurut Totok, Amien penggerak reformasi dan itu harus diakui.

“Bahwa Pak Amien Rais dinilai mungkin menurut mereka, tapi fakta bahwa Amien tokoh reformasi, penggerak reformasi, harus diakui, kayak Bung Karno itu proklamator Indonesia, tiap orang nggak bisa menyangkal fakta itu,” ujar Totok.*

COMMENTS