SMK Bina Mandiri Labuan Bajo Berhasil Laksanakan UNBK

SMK Bina Mandiri Labuan Bajo Berhasil Laksanakan UNBK

SMK Bina Mandiri, salah satu Sekolah menengah Kejuruan di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat berhasil melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung selama tiga hari. (Foto: Para siswa SMK Bina Mandiri - ist)

LABUAN BAJO, dawainusa.com –  SMK Bina Mandiri, salah satu Sekolah menengah Kejuruan di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat berhasil melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung selama tiga hari, Senin 2 April-Rabu 4 April 2018.

Lembaga pendidikan milik Yayasan Adam Oktav Nando itu merupakan satu-satunya sekolah menegah kejuruan bidang Akuntasi dan Manajemen yang ada di wilayah NTT dan Manggarai khususnya.

Adapun jika disandingkan dengan usia manusia, panti pendidikan ini boleh dibilang masih berusia belia karena baru didirikan pada tahun 2013 yang lalu. Namun, dalam rentang usia yang relatif muda itu, SMK Bina Mandiri mampu menoreh prestasi yang luar biasa.

Baca juga: Tragedi ‘Provinsi Mayat’, Dari Monopoli Swasta Hingga Tanggung Jawab Pemerintah

Pada tahun ini misalnya, SMK Bina Mandiri berhasil melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer sesuai intruksi Pemerintah. Untuk diketahui, dari 37 SLTA sekabupaten Manggarai Barat hanya 8 yang bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) Online termasuk SMK Bina Mandiri.

Adapun prestasi lain adalah pada UN pertama tahun 2016, walaupun masih seumur jagung, prestasi SMK ini sudah terbilang bluar biasa. Dari tujuh SMK di Manggarai Barat, nilai rata-rata UN SMK Bina Mandiri ini berada pada urutan ketiga terbaik.

Dengan keberhasilan ini, SMK Bina Mandiri telah menunjukkan “taringnya” sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkualitas di Wilayah Manggarai Raya. Sebagai lembaga pendidikan baru, ia mampu berdiri sejajar dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lebih dulu ada dengan mengedepankan output yang bermutu.

Bahkan yang lebih membanggakan, SMK Bina Mandiri mampu mengalahkan SMK yang lebih dulu hadir di Manggarai yang mana sampai hari ini belum bisa melaksanakan UNBK seperti SMK Pertanian Datak dan sekolah menengah kejuruan lainya.

Kepala Sekolah SMK Bina Mandiri Arnoldus Son S.Pd, kepada Dawai Nusa mengatakan, keberhasilan SMK Bina Mandiri melaksanakan UNBK tahun ini tidak terlepas dari kerja sama yang intens antara sesama pendidik, para murid dan pihak terkait lainnya sehingga memungkinkan terciptanya iklim dan situasi yang mendorong tercapainya program-program yang telah dirancang.

“Kesan saya walaupun baru lima tahun berdiri, terasa sudah 25 tahun walaupun dengan sarana dan prasarana yang terbatas dengan jalan masuk ke lokasi masih jalan tanah dan harus menyeberangi satu kali kecil dan jauh dari keramaian, tetapi semangat juang dari para pengajar dan siswa luar biasa serta kekompakan para guru sehingga terselenggara UN online pertama kali ini,” kata Arnoldus, Senin (9/4).

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Bina Mandiri Hilarius Abut mengatakan, keberhasilan SMK Bina Mandiri hari ini harus dimaknai sebagai langkah baru untuk memacu semangat yang lebih tinggi ke depanya antara sesama pendidik, murid dan pihak terkait lainnya untuk terciptanya SMK Bina Mandiri yang tidak saja mampu bersaing secara nasional tetapi juga dalam skala internasional.

Ia pun berharap output SMK Bina Mandiri harus kompeten dan memiliki skill yang tinggi di zaman yang penuh kompetisi ini. “Sebagai ketua Yayasan saya mengharapkan SMK Bina Mandiri Labuan Bajo melahirkan lulusan yang terampil dalam menyusun laporan keuangan dan administrasi perkantoran serta mampu menguasai bahasa asing,” pungkas Hilarius.

SMK Bina Mandiri dan Mimpi Seorang Anak Kampung 

SMK Bina Mandiri yang hari ini kian eksis bukan sesuatu yang turun dari langit. SMK Bina Mandiri dengan segala prestasinya adalah hasil pergulatan batin seorang anak kampung yang tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya, tetapi lebih dari itu punya prospek dan tanggung jawab moral untuk membentuk generasi muda NTT dan Manggarai khususnya yang memiliki wawasan luas dan  skill yang bagus.

Dia adalah Hilarius Abut,  warga diaspora Manggarai yang kini merantau di Jakarta. Namanya mungkin tidak setenar dengan beberapa tokoh dari Manggarai yang sudah sukses membangun karier profesional dan politik di Ibu kota.

Baca juga: Menanti Hasil Autopsi, Berharap Pelaku Penembakan Segera Ditangkap

Tetapi diam-diam sejak 2009 lalu, putra kelahiran Kalo, Kecamatan Welak Mangarai Barat, 20 Juni 1966 ini merintis pembangunan sebuah sekolah kejuruan di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

Ide pembangunan sekolah menengah kejuruan ini bermula pada tahun 2009. Saat itu, Hilarius kembali ke Labuan Bajo. Kebetulan, ia menjadi caleg pada perhelatan pemilihan legislatif tahun 2009.

Pada tahun 2009 itu, ia mendengar cerita dari Sius Pandur – sekarang anggota DPRD Manggarai Barat – bahwa salah satu persoalan di Manggarai Barat adalah minimnya kemampuan PNS dalam membuat laporan keuangan.

Gayung bersambut. Hilairus pun mengutarakan keinginannya yang sudah lama. Kepada Sius Pandur, ia mengatakan, sebenarnya ia punya niat untuk membangun sekolah menengah kejuruan di bidang akuntansi dan manajemen, sesuai kealihan yang dimilikinya di Jakarta.

Di Jakarta, Hilarius memang menjadi dosen pajak dan akuntasi di LP3I dan Kmengajar di sebuah SMK di Jakarta Selatan.

Kenapa Akuntasi dan Manajemen?

Hilarius kepada Dawai Nusa juga mengungkapkan alasan di balik mendirikan sekolah SMK bidang akuntansi dan manajemen. Hal itu menurutnya dilandasi beberapa alasan, selain karena ada cerita dari Sius Pandur tadi.

Pertama, saat itu, di Manggarai Barat belum ada SMK bidang akuntansi dan manajemen, sementara SMK bidang lainnya sudah ada. Kedua, Hilarius melihat, uang begitu penting termasuk bagi orang Manggarai. Tetapi sayangnya, pengetahuan tentang keuangan masih minim. Sampai-sampai, berdasarkan pengalamannya sebagai caleg tahun 2009, pilihan politik pun ditentukan oleh uang.

Baca juga: Kontroversi Munculnya Wacana Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD

Alasan ketiga, mengapa ia mendirikan sekolah, dan ini yang penting, adalah sebagai bentuk nyata kontribusi untuk daerah asal yaitu Manggarai. Ini cara dia kembali ke kampung atau pulang kampung.

Alasan lain, sejauh pengalamannya di Jakarta, banyak dana pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah yang dialokasikan di sektor pendidikan. “Tetapi kalau kita tidak sediakan sarananya, pemerintah juga tidak akan menyumbang begitu saja. Inilah cara saya menjemput uang negara ini, bisa lari ke Labuan Bajo,”tandasnya.

Rencana mendirikan SMK akuntansi dan manajemen di Labuan Bajo, langsung mendapat tantangan dari sejumlah pihak di kota ujung barat Pulau Flores itu. Menurutnya, saat itu, ada yang mengatakan, SMK akuntansi dan manajemen tidak laku di Labuan Bajo.

“Saya bilang, bukan soal laku atau tidak laku, tetapi ini kebutuhan,” ujarnya meyakinkan orang-orang yang pesimis dengan rencananya itu.

Labuan Bajo, dipilih karena, menurutnya kota ini semakin bayak dilirik orang luar. “Saya membaca dari tahun 2009 itu, banyak sekali orang-orang luar Labuan Bajo yang sudah melirik Labuan Bajo dan banyak orang (Labuan Bajo) yang sudah menjual tanahnya,” ungkapnya.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran dalam benak Hilarius, orang-orang lokal akan tersingkirkan dalam persaingan karena masih minimnya pendidikan keuangan dan manajemen. Karena itu, menurutnya, salah satu cara untuk menghadapi persaingan itu adalah dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

“Dengan utang sana sini, saya mencoba kerja sama dengan beberapa teman di Labuan Bajo, ayo mari kita rintis pendidikan di Labuan Bajo” ceritanya.

Ia menceritakan pembangunan SMK ini benar-benar dimulai dari ketiadaan. Dengan sejumlah teman, ia lalu membuat yayasan sebagai badan hukum yang manaungi sekolah yang akan dibangun kelak. Setelah yayasan terbentuk, sejumlah perizinan di bidang pendidikan pun dilakukan.

“Akhirnya tahun 2013 kita sudah mulai jalan,” ujarnya seraya menambahkan, setelah melalui berbagai prosedur yang ketat dalam hal membangun sekolah.

Setalah semua izin terpenuhi, Hilarius memulai SMK-nya dengan menyewa gedung di SD Nggorang, Labuan Bajo. SMK yang ia dirikan itu bernama SMK Bina Mandiri.

Nggorang dipilih karena, kebetulan ia sudah membeli satu hektare tanah di Nggorang. Tanah itu, katanya dia beli dengan utang sana-sini. “Walaupun dengan utang, tetapi harus mencoba saja, dengan kemampuan yang saya miliki,” ujarnya.

Hilarius juga menuturkan, selain dibangun dengan modal sendiri, Ia juga mengaku mendapat bantuan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Bangunan bantuan dari pemerintah itu berupa satu laboratorum dan satu perpustakaan bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Kemudian bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp 150 juta dalam bentuk laboratorium komputer. “Kalau saya hitung-hitung total uang negara yang masuk sekitar Rp 700 juta,” ujarnya. Sementara dari dananya sendiri, Hilarius sudah membangun dua ruagan kelas. “Itu ruangan yang sangat sederhana,”ujarnya.

Saat ini, kata dia, karena keterbatasan ruangan kelas, terpaksa kegiatan belajar mengajar juga berlangsung di ruangan laboratorium dan ruangan perpustakaan.

“Kita masih butuh empat ruang belajar. Karena kita sekarang ada enam kelas. Tiga jurusan akuntansi (kelas satu sampai tiga) dan tiga jurusan manajemen (kelas satu sampai tiga),” kisahnya saat itu.

Profil Singkat SMK Bina Mandiri

Nama Yayasan: Adam Oktav Nando

Tanah: Milik Yayasan

Luas Tanah:1,2 Ha

Akte Notaris Nomor: 01 tanggal 8 Mei 2012

SK Kemenkumham: AHU-504 AH 01.04 TAHUN 2012

NPWP Yayasan: 03.092.108.4-924.000

Nama Sekolah: SMK Bina Mandiri

Izin Operasional SK

Pendirian Sekolah Nomor: 192/Kep/HK/2013

Nomor Data Sekolah: 402241601007

Tahun berdiri: 2013

Kegiatan Belajar Mengajar: pagi

Program Keahlian: Bisnis dan Manajemen

Kompetisi Keahlian: Akuntasi (AK) dan Manajemen Perkantoran (APK)

Alamat:Jl. Raya Terang-Nggorang, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.*

COMMENTS