Sebarkan Hoax Aksi Teror, Staf BUMD di Ruteng Diperiksa Polisi

Sebarkan Hoax Aksi Teror, Staf BUMD di Ruteng Diperiksa Polisi

Sebarkan informasi hoax terkait terorisme, salah seorang staf PDAM Ruteng, Kabupaten Manggarai diperiksa polisi. (Foto ilustrasi Waspada Hoax - ist)

RUTENG, dawainusa.com Sebarkan informasi hoax terkait terorisme, salah seorang staf PDAM Ruteng, Kabupaten Manggarai diperiksa polisi.

Staf PDAM tersebut diketahui atas nama Rofiantinus Roger, warga Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Dalam aksinya, pria ini menyebarkan informasi terkait aksi terorisme yang akan menyasar wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT pada Sabtu sore 19 Mei 2018 melalui akun facebooknya.

Baca juga: Ahmad Dhani Sebut Pengeboman di Surabaya Bukan Sebuah Terorisme

Rofiantianus, dalam statusnya melalui akun Facebook Fian Roger menulis, “Ruteng Siaga 1. Terduga T masuk Ruteng 7 Orang”. Atas aksinya, polisi memanggil dan memeriksa Roger di Mapolres Manggarai pada Sabtu malam 19 Mei 2018.

Sempat Berkelit dengan Aparat

Kapolres Manggarai melalui Kasubag Humas Ipda Daniel Djihu menjelaskan, proses pemanggilan terhadap Roger lansung dilakukan setelah status milik roger sudah beredar di Facebook.

Menurut Djihu, saat ditemui Polres sempat berkelit dengan status yang ia tulis bukan terkait aksi terorisme.

Baca juga: Cerita Saksi Mata Soal Ledakan Bom di Gereja Surabaya

“Menurut dia kata T dalam statusnya bukan Teroris tapi “Tako” yang artinya pencuri karena banyak pencuri babi di tempat dia tinggal”, jelas Djihu kepada awak media di Ruteng, Sabtu (19/05) malam.

Tapi saat polisi menanyakan perihal penggunaan kalimat “Ruteng siaga 1”, Roger akhirnya mulai melunak dan merasa diri bersalah. Atas tindakannya, Roger terancam pidana 5 sampai 7 tahun penjara dan terjerat UU ITE pasal 28 Ayat 1.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Reskrim Polres Manggarai sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap Roger.* (Elvis)

COMMENTS