Sebagai Politisi Senior, Ini Tiga Nasehat Luhut untuk Kader Golkar

Sebagai Politisi Senior, Ini Tiga Nasehat Luhut untuk Kader Golkar

Saat hadir sebagai salah satu pembicara di acara Orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar, Luhut menyampaikan tiga nasehat khusus kepada kader Golkar. (Foto: Luhut Binsar Panjaitan - Elshinta.com).

JAKARTA, dawainusa.com Politisi senior Partai Golkar yang kini menduduki jabatan sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan tiga nasehat khusus kepada kader Golkar.

Hal itu disampaikan Luhut saat hadir sebagai salah satu pembicara di acara Orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar, di Red Top Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (25/3).

Baca juga: Meski Sudah Ganti Ketum, Elektabilitas Partai Golkar Tetap Stagnan

Dalam acara yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, Luhut mengutarakan tiga nasehat tersebut di depan 500-an kader Golkar yang mewadahi karir politiknya itu.

Berikut tiga permintaan Luhut yang dirangkum dawainusa.com dari berbagai sumber.

Kritik Pakai Data, Jangan Asal Bunyi

Luhut baru saja mengeluarkan ancaman mombongkar dosa Amien Rais yang dinilainya mengkritik pemerintahan Jokowi asal bunyi, minus data.

Berangkat dari polemik tersebut, Luhut pun secara spesifik meminta kader Golkar agar tidak asal bicara mengenai pembangunan. Terlebih lagi, kata Luhut, jika sampai melontarkan kritik dan tuduhan tanpa data yang jelas.

“Kita ini hebat, tetapi banyak diintervensi dengan berita yang tidak benar, yang ramai itu mengenai pengibulan, siapa yang mengibul? Saya minta Golkar tidak ikut-ikutan. Golkar itu bicara dengan data,” ujar Luhut seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (25/3).

Baca juga: Pasca Terpilihnya Ketum Baru, Mungkinkah Elektabilitas Golkar Berubah?

Ia pun memaparkan data terkait prestasi pemerintahan Jokowi. Di depan seluruh kader, Jenderal bintang empat itu meminta Staf Khusus Menko Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Beberapa di antaranya, ia menyebut bahwa investasi di Indonesia naik 160 persen dari 2014 ke 2018. Kemudian, pertumbuhan turis mancanegara pada Januari-Agustus 2017 naik mencapai 25,68 persen. “Jadi, kalau berkelahi pakai data. Data ini bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Jangan Sampai Disebut Partai Para Koruptor

Hal lain yang disampaikan Luhut adalah mengingatkan kader Golkar untuk menghentikan praktik korupsi. Luhut memastikan bahwa praktik korupsi cepat atau lambat akan diungkap oleh penegak hukum.

Apalagi, kata dia, belakangan, banyak kader partai beringin itu dicokol KPK, termasuk mantan Ketua Umum Setya Novanto yang terlibat dalam skandal mega proyek e-KTP.

“Korupsi tidak disukai masyarakat dan pemilih. Jadi jangan Golkar itu dicap partai koruptor. Sekarang stoplah selera korupsi itu,” kata mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.

Baca juga: Novanto Ditahan KPK, Ini Kata Sejumlah Elit Golkar

Menurut dia, persoalan korupsi adalah persoalan yang serius bagi partai politik. Kepercayaan masyarakat terhadap partai yang bersih sangat menentukan elektabilitas partai dalam pemilu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ungkap Luhut, memiliki alat canggih yang dapat melacak praktik korupsi. Apabila ada kader Golkar yang tertangkap tangan, maka nama orang tersebut dan partai akan rusak. “Jangan pernah lakukan korupsi lagi. Golkar harus bersih,” tegasnya.

Kader Golkar Patuhi Ketua Umum

Partai berlambang pohon bringin itu dalam periode sebelumnya dihempas badai dualisme Ketua Umum (Ketum), yakni antara kubu mantan Ketua Umum Abrusizal Bakrie dan Agung Laksono.

Selain itu, selama dipimpin Novanto, sejumlah kader Golkar juga mengajukan perlawanan terhadap Ketum, di antaranya Yorris Raweyai. Berdasarkan pengalaman itu pun, Luhut mengimbau seluruh kader untuk mematuhi Ketum.

“Dukung ketua umum apa pun kekurangannya. Hanya ada dua jika diperintah, laksanakan dan amankan,” kata Luhut yang disambut tepuk tangan para kader Golkar yang hadir.

Baca juga: Golkar Diingatkan Ciptakan Sistem yang Hentikan Nepotisme

Ia meminta perpecahan di internal partai tak boleh terulang. Ia juga berpesan agar semua kader mendukung apapun kebijakan yang ditetapkan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

Menurut Luhut, soliditas partai adalah salah satu kunci keberhasilan. Hal itu sangat mempengaruhi elektabilitas partai menjelang pemilihan umum.

Luhut membandingkan data survei yang menunjukkan bahwa angka elektabilitas Partai Golkar masih di bawah PDI Perjuangan. Meski demikian, Golkar masih berada di urutan kedua dibandingkan dengan partai lain.*

COMMENTS