SBY Klaim Banyak Programnya Dilanjutkan Jokowi dengan Nama Berbeda

SBY Klaim Banyak Programnya Dilanjutkan Jokowi dengan Nama Berbeda

SBY klaim banyak programnya dilanjutkan Jokowi dengan nama berbeda. Menurutnya, setiap program kerjanya saat itu bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan tanpa membuat masyarakat ketergantungan dengan program pemerintah. (Foto: SBY & Jokowi - tribunnews.com)

JAKARTA, dawainusa.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim, sebagian program yang dinilainya sukses kini dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan SBY dalam sambutannya pada seminar Hari Perempuan Internasional di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/3).

“Saya juga senang pada prinsipnya program-program itu masih dilanjutkan. Barangkali namanya berubah. Tidak mengapa, yang penting programnya berlanjut,” kata SBY.

SBY mengatakan, setiap program kerjanya saat itu bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan tanpa membuat masyarakat ketergantungan dengan program pemerintah.

Baca juga: Soal Ini, Presiden Jokowi Mengaku Kalah dengan SBY

“Kami kasih kailnya, bukan ikannya. Kami berikan bantuan kesehatan, kredit usaha mikro. Kecuali satu dalam keadaan ekstrem kami berikan bantuan langsung,” lanjut SBY.

Selain itu ia mengungkapkan, banyak program di era kepemimpinannya berlangsung sukses dan mampu mengentaskan kemiskinan kaum perempuan.

“Saya tahu sendiri derita kesulitan hidup dan persoalan yang dihadapi rumah tangga yang tidak mampu termasuk penderitaan kaum ibu dan perempuan. Kami menginisiasi munculnya sejumlah kebijakan dan program tujuannya mengurangi kemiskinan,” kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.

SBY Klaim Soal Blusukan

Selain itu, SBY juga mengklaim lebih dulu turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi  kaum ibu dan perempuan di berbagai daerah. SBY mengatakan, blusukan yang identik dengan Presiden Joko Widodo itu sebenarnya sudah lama ia laksanakan.

“Sebelum Pak Jokowi blusukan kami lebih dulu blusukan lihat kondisi nyata. Saya tahu sendiri derita kesulitan hidup dan persoalan yang dihadapi rumah tangga yang tidak mampu, termasuk penderitaan kaum ibu dan perempuan,” katanya.

Baca juga: Hadapi SBY, Firman Gandeng Mantan Pengacara Antasari Azhar

Dari hasil blusukan itu pula tercetus ide kebijakan mengentaskan masalah kemiskinan di Tanah Air. Kaum ibu dan perempuan, terang SBY, paling merasakan beban kemiskinan. “Semua bertujuan menurunkan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup rakyat,” ucapnya.

SBY mengatakan, esensi kebijakan dan program pengurangan kemiskinan ialah membangun kekuatan dan kemampuan.  Menurutnya, masyarakat miskin harus mampu mengatasi berbagai persoalan.

SBY Sebut Megawati Contoh Perempuan Sukses

Pada kesempatan yang sama SBY meyakini perempuan Indonesia bisa mencapai kesuksesan. Ia pun mencontohkan presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

“Contohnya banyak perempuan yang sukses di Indonesia ini. Di lembaga eksekutif, kita pernah punya presiden perempuan Ibu Megawati,” katanya.

“Di legislatif, yudikatif, dunia usaha, civil society, di mana pun, banyak perempuan Indonesia yang sukses,” tambah SBY.

Baca juga: Soal Politisi PPP yang Tewas Telanjang, Polisi Tangkap Seorang Waria

Oleh karena itu, SBY meminta para perempuan yang hadir tidak berkecil hati dan terus berjuang menuju kesuksesan. Ketua Umum Partai Demokrat itu meyakini, perempuan Indonesia tidak kalah dengan negara lain yang lebih maju.

“Kalau perempuan di negara yang sudah maju bisa, ibu-ibu juga bisa,” kata SBY. SBY berharap pemerintah terus menciptakan program-program yang mendorong perempuan untuk semakin maju.

Selain itu, ia juga berharap perempuan-perempuan yang sudah sukses bisa menolong para perempuan Indonesia yang belum sukses. “You are all leaders, champions, pemimpin, penggerak,” kata SBY kepada para perempuan yang hadir.

Sebagaimana diketahui, seminar tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional. Seminar yang diselenggarakan Fraksi Partai Demokrat itu bertajuk “Mengurangi Kemiskinan Perempuan Menuju Ekonomi Indonesia yang Kuat dan Berkeadilan”.

Acara tersebut selain dihadiri oleh SBY juga dihadiri dua menteri Kabinet Kerja yakni Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.*

COMMENTS