Sandiaga Uno Soal Prabowo yang Telanjang Dada

Sandiaga Uno Soal Prabowo yang Telanjang Dada

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, tidak ada pesan khusus dari aksi telanjang dada yang dilakukan oleh mantan Danjen Kopassus itu. (Foto: Prabowo Subiyanto - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Media sosial tampak diramaikan oleh video ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang diarak dengan telanjang dada oleh sejumlah kader partai Gerindra sambil diiringi lagu Sajojo. Momen tersebut terjadi usai rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra di Kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4) malam.

Mengomentari video yang sampai sekarang telah banyak beredar, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, tidak ada pesan khusus dari aksi telanjang dada yang dilakukan oleh mantan Danjen Kopassus itu.  Ia menduga para kader ingin menunjukkan bahwa capres yang mereka dukung sehat dan bugar.

“Jangan gagal fokus lihat dua puting itu, jangan. Itu mungkin menunjukkan Pak Prabowo usia 65 tahun ke atas tapi masih sangat tegap sehat, beliau olahraga rutin, renang rutin, naik kuda rutin,” kata Sandi di Balai Kota, Kamis, (12/4) malam.

Sandiaga juga sempat membandingkan sosok Prabowo Subianto dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang sama-sama memiliki pola makan sehat dan terjaga.

Baca juga: Pilpres 2019: Kehadiran Prabowo dan Tantangan Berat Jokowi

“Beliau makanya juga sudah dijaga sama kayak Pak Anies, dia sudah mulai turun. Kalau nggak salah turun lebih dari 8 kg di tiga bulan terakhir, beliau diet ketat juga beliau kurangi makan karbohidrat, beliau menjaga kesehatan dan beliau menyatakan fit dipanggul oleh ratusan kader tersebut,” tambah Sandi.

Menurut Sandiaga aksi telanjang dada Prabowo dan diarak para kader partai Gerindra pada sisi lain bisa diartikan sebagai sinyal bahwa  partai Gerindra masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai-partai lain menyongsong Pilpres 2019 mendatang.

“Kami akan membuka diri. Jadi tanpa telanjang dada, tanpa mencopot atribut kami membuka peluang koalisi dengan semua, dengan baik sahabat-sahabat kita yang kemarin hadir PAN dan PKS maupun partai-partai lain,” katanya.

Bentuk Dukungan Gerindra

Secara terpisah, Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut, aksi yang dilakukan para kader dengan memanggul sosok ketua Umum mereka dalam acara rakornas, merupakan bentuk dukungan kepada Prabowo yang menyatakan siap maju di Pilpres 2019.

“Pak Prabowo ini kan mantan Jenderal ini ya, beliau mantan Jenderal Komandan tempur dan itu juga kan kalau benar setelah acara yang membompong beliau adalah kader-kader Gerindra semunya. Itu kan menunjukkan ekspresi semangat dari kader-kader yang memberikan semangat kepada pak Prabowo,” terang Andre.

Baca juga: Klaim Amien Rais soal Dukungan Para Ulama kepada Prabowo

Andre pada saat itu juga sempat memuji Prabowo yang dinilai terlihat gagah. Dia kemudian membandingkan aksi Prabowo itu dengan Joko Widodo, yang sempat nge-vlog saat berlatih tinju.

“Kan terlihat pak Prabowo sangat gagah, mohon maaf beda dengan Jokowi yang digagah-gagahin, tinju itu. Itu reaksi spontan pak Prabowo sangat gagah dan punya kharisma, itu spontamitas, beda dengan adengan tinju di kubu sebelah yang terkesan di setting,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan partai Gerindra secara resmi memberikan mandat kepada Prabowo Subianto Maju jadi Capres 2019. Prabowo pun menyatakan menerima mandat itu dan siap maju di Pilpres.

“Saya menerima keputusan ini sebagai satu penugasan, suatu amanat suatu perintah dan saya menyatakan siap melaksanakannya,” kata  Prabowo.

Solidaritas Prabowo

Prabowo Subianto tampak bersemangat dalam video di mana dirinya diarak dengan telanjang dada oleh sejumlah kader partai Gerindra. Menurut sekjen partai Gerindra, Ahmad Muzani, apa yang dialami Prabowo itu merupakan suatu hal yang wajar lantaran hal tersebut merupakan tradisi Komandan dan anak buah di Militer.

“Jadikan begini, Beliau orang yang lama dalam tradisi militer. Dalam tradisi militer seorang komandan itu untuk menunjukkan solidaritas kepada anak buah biasanya dipanggul, diangkat dan untuk menunjukkan solidaritas ya seperti itu,” kata Muzani.

Baca juga: Pilpres 2019: Panggung Besar Gerindra untuk Sandiaga Uno

Namun kemudian foto dan video Prabowo itu tetap ramai dikomentari warganet. Ada yang berkomentar positif namun ada pula yang berkomentar hal tersebut berlebihan jika dilakukan oleh seorang calon presiden di pemilu 2019.

Bahkan, sebagian warganet membanding-bandingkan postur tubuh Prabowo dengan Presiden Rusia Valdimir Putin. Foto keduanya disandingkan dan dikomentari.

Diketahui bahwa beberapa kali Putin memang terlihat hanya bertelanjang dada termasuk saat dia mengambil cuti sementara dan melakukan kegiatan yang berbau alam bebas. Salah satunya tatkala dia memancing dengan para pejabatnya dengan masih tetap mengenakan celana bergaya tentara.*

COMMENTS