Sandiaga Curiga Video Intimidasi dari Massa #2019GantiPresiden Hoaks

Sandiaga Curiga Video Intimidasi dari Massa #2019GantiPresiden Hoaks

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi video intimidasi dari massa #2019GantiPresiden terhadap massa #DiaSibukKerja yang viral di media sosial. Sandiaga Uno Curiga Video Intimidasi dari Massa #2019GantiPresiden Hoaks. (Foto: Sandiaga Uno - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi video intimidasi dari massa #2019GantiPresiden terhadap massa #DiaSibukKerja yang viral di media sosial.

Ia mencurigai video yang diduga memuat peristiwa pada Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/4) itu hanyalah hoaks. Karena itu, ia meminta agar pihak Jakarta Smart City segera memeriksa kebenaran dan keaslian video tersebut.

“Kan sekarang sudah ada teknologinya tuh bikin video hoaks. Jadi aku lagi minta Smart City pastikan dulu,” kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/1).

Baca juga: PSI Akan Laporkan Dugaan Intimidasi Massa #2019GantiPresiden

Menurut Sandi, CFD sama sekali dibuka tidak bermaksud untuk membawa kegiatan bernuansa politik. Ia mengatakan, hal ini juga sudah secara tegas dirumuskan dalam Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 yang diteken ketika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, Sandi juga mengatakan, apabila ada dukungan politik tertentu, seharusnya hal itu diarahkan untuk kegiatan positif, bukan malah mengintimidasi kelompok lain.

“Misalnya bersihin kali lah. Itu kan masih banyak [yang harus dibersihkan]. Bersihin air ikut sama saya ke Pulau Tidung tanggal 4, 5, sama 6 [Mei 2018], bersihin pulau tidung. Begitu dong kalau mau keren,” tutur Sandi.

Sandi juga mengatakan, untuk mencegah terulangnya hal seperti itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri akan menempatkan petugas di lokasi.

“Nanti CFD kita tempatkan aparat di sana sekalian juga kerja sama, koordinasi sama polisi dan semua aparat dan masyarakat semua harus ikut ngingetin,” jelas Sandi.

Pelaku akan Dipolisikan

Adapun terkait video intimidatif yang beredar tersebut juga ditanggapi oleh pihak Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua DPP PSI Tsamara Amany Alatas berencana akan melaporkan para pelaku intimidasi itu kepada polisi.

“Kami nanti akan melaporkan kasus ini ke Polda siang nanti sambil membawa bukti-bukti dan saksi,” kata Tsamara di Jakarta, Senin (30/4) pagi.

Baca juga: Klaim PA 212: Istana Dibenci jika Rizieq Shihab Tak Dibela

Meskipun dirinya enggan memaparkan bukti-bukti yang akan dibawa dan waktu kejadian intimidasi tersebut, namun, ia menyebut akan menghadirkan saksi yang melihat kejadiannya secara langsung. “Ada, nanti kita bawa saksi yang ada di sana saat itu,” kata Tsamara.

Selain Tsamara, adapula nama Bendahara Umum PSI Suci Mayang Sari, Wakil Sekjen DPP Danik Eka Rahamaningtyas, dan caleg PSI Dara Adinda.

“PSI akan melaporkan kasus intimidasi sekelompok pria atas seorang ibu dan anaknya dalam Car Free Day, hari Minggu (29/04) lalu,” ucapnya, dalam keterangan tertulis.

Silahkan Melapor

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mempersilahkan siapa saja yang hendak melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian.

“Monggo saja [PSI melapor], walau kasihan kalau semua harus menyibukkan polisi,” ujar Mardani seperti diberitakan CNN, Senin (30/4).

Baca juga: Pilpres 2019: Kehadiran Prabowo dan Tantangan Berat Jokowi

Menurut Mardani, kejadian di CFD tersebut sama sekali tidak direncanakan dan tidak ada kepentingan politik dari kelompok tertentu. Hal itu, demikian Mardani, dilakukan murni sebagai gerakan masyarakat.

Sebagai inisiator #2019GantiPresiden, Mardani mengklaim telah mengingatkan semua pihak yang mendukung gerakan itu untuk tetap menghormati pihak yang berseberangan. “Semua harus saling menghormati dan tenggang rasa,” tutur Mardani.

Adapun Polri sendiri sudah mengaku bersedia untuk menindak masalah ini apabila ada pihak yang melaporkannya. Hal itu disampaikan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto.

“Polri tentu akan menerima dan kami melakukan proses sesuai SOP, melakukan pengumpulan bahan, keterangan, penyelidikan, dan lain-lain,” kata Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/4).

Wasisto mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila dugaan tindak intimidatif oleh massa #2019GantiPresiden terhadap orang berkaus #DiaSibukKerja terulang kembali.*

COMMENTS