Samsung Electronics Indonesia Gelar Aksi 3000 Cahaya untuk Indonesia

Samsung Electronics Indonesia Gelar Aksi 3000 Cahaya untuk Indonesia

Aksi donasi ini juga dilakukan untuk memberikan kehidupan yang lebih bahagia dan produktif bagi warga Kutai Timur dan Flores Timur. (Foto: Kanghyun Lee & Warga - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Dalam rangka memeringati Hari Bumi 22 April 2018 lalu, Samsung Electronics Indonesia melakukan aski donasi “3000 Cahaya untuk Indonesia” kepada masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/4) lalu.

Berdasarkan keterangan Vice President Samsung Electronics Indonesia Kanghyun Lee, selain untuk memeringati hari bumi, aksi donasi ini juga dilakukan untuk memberikan kehidupan yang lebih bahagia dan produktif bagi warga Kutai Timur dan Flores Timur. Sebab selama ini, demikian Lee, kedua daerah tersebut mengalami kesulitan untuk melaksanakan segala aktivitasnya karena dampak dari ketiadaan aliran listrik ini.

Baca juga: Tidak Dapat Aliran Listrik, Warga Detubinga Minta Keadilan

“Kami berkomitmen membawa kebahagiaan untuk masyarakat Indonesia. Tahun ini kami kembali memberikan 3.000 lentera tenaga surya bagi warga Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang belum secara maksimal mendapatkan akses listrik secara merata,” jelas Lee dalam keterangan pers sebagaimana diterima Dawai Nusa, Senin (7/5).

“Lentera tenaga surya yang kami berikan ini mudah digunakan, tidak memerlukan listrik maupun pemeliharaan yang rumit sehingga dapat mendukung produktivitas di malam hari serta interaksi antar anggota keluarga yang lebih berkualitas,” lanjut Lee.

Seorang ibu sedang menganyam di bawa terang Lentera Tenaga Surya pemberian Samsung

Seorang ibu sedang menganyam di bawah terang Lentera Tenaga Surya pemberian Samsung (Foto: ist)

Aksi 3000 Cahaya untuk Indonesia Disambut Baik Warga

Lee menerangkan, kedua daerah tersebut masing-masing mendapatkan 1.500 unit lentera tenaga surya. Aksi “3000 Cahaya untuk Indonesia” ini sendiri, terang Lee, disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Bupati Flores Timur Antonius Gege Hajon sendiri mengatakan, aksi donasi ini sangat membantu masyarakat di daerah tersebut karena sangat menunjang segala aktivitas mereka setiap hari.

“Kami sangat senang menerima donasi lentera tenaga surya ini yang sangat tepat dengan kebutuhan masyarakat Flores Timur secara khusus untuk warga Pulau Solor. Dengan memanfaatkan lentera tenaga surya pemberian Samsung, anak-anak dapat belajar di malam hari dan warga perempuan dapat menyelesaikan pesanan produk anyaman dan tenunan dengan cepat dan lebih banyak,” ungkap Hajon.

Untuk diketahui, Pulau Solor merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang anyaman. Produk-produk anyaman yang dihasilkan oleh warga di pulau ini telah menjadi salah satu komoditi ekspor yang paling diminati serta banyak mendapatkan pesanan dari berbagai negara.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Standarisasi Komponen Listrik kendaraan Roda Dua

Selain itu, produk anyaman warga dari pulau ini juga telah menjadi salah satu produk merchandise resmi Asian Games 2018. Karena itu, bantuan listrik tenaga surya yang diberikan oleh Samsung Electrics Indonesia ini sangat membantu mereka untuk menunjang produksi hal tersebut.

Senada dengan Hajon, Bupati Kutai Timur H. Ismunandar juga mengapresiasi aksi donasi “300 Cahaya untuk Indonesia” yang dilakukan pihak Samsung ini. “1.500 lentera tenaga surya kami distribusikan ke beberapa distrik di Kutai Timur dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi penerangan setempat,” tutur Ismunandar.

“Kondisi penerangan saat ini di Kutai Timur sudah mulai terakses oleh listrik, namun belum teraliri dengan maksimal. Merupakan hal yang lazim di mana listrik padam di malam hari. Dengan adanya donasi Samsung ini, masyarakat kami lebih bahagia karena dapat melanjutkan rutinitas kegiatan mereka di malam hari tanpa kecemasan cahaya,” lanjut Ismunandar.

Anak-anak sedang menikmati cahaya Lentera Tenaga Surya

Anak-anak warga sedang menikmati cahaya Lentera Tenaga Surya bantuan Samsung (Foto: ist)

Tentang Lentera Tenaga Surya

Untuk diketahui, lentera tenaga surya yang diberikan oleh Samsung ini merupakan salah satu produk penerangan yang ramah lingkungan karena hanya memanfaatkan energi sinar matahari. Untuk mendapatkan energi penuh, lentera ini cukup ditempatkan di bawah cahaya matahari selama 10 jam. Setelah itu dapat digunakan untuk penerangan selama 12 jam.

Selain itu, lentera ini juga memiliki tiga moda pencahayaan yang dapat dipilih, yakni terang, sangat terang, dan berkedip, sehingga sangat bisa untuk disesuaikan dengan kebutuhan pemakai. Lentera ini juga dapat dilipat dan mudah disimpan, bisa digantungkan atau dibawa sambil berjalan sehingga sangat praktis untuk kebutuhan di malam hari.

Baca juga: Selamat Datang di Desa Kami, Pak!

“Di Samsung, kami tidak hanya membuat produk dan layanan, namun juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat dunia yang lebih baik di mana pun Samsung beroperasi. Hari ini, kami wujudkan dengan membantu komunitas Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur untuk memiliki kualitas hidup lebih baik,” jelas Lee.

Terkait masalah listrik di Indonesia, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia sendiri mengatakan, pada 2018, seluruh rumah dan desa di Indonesia dipastikan akan mendapatkan aliran listrik. Adapun sampai saat ini, jumlah desa di seluruh Indonesia yang belum mendapatkan penerangan atau aliran listrik ialah sekitar 12.500 desa.*

COMMENTS