Saat Natalius Pigai Berdebat Panas dengan Keluarga Ngabalin

Saat Natalius Pigai Berdebat Panas dengan Keluarga Ngabalin

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai berdebat panas dengan keluarga Ali Mochtar Ngabali lantaran menyudutkan Ngabalin. (Foto: Natalius Pigai - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai terlibat perdebatan dengan keluarga Ali Mochtar Ngabalin. Perdebatan itu berawal saat Natalius Pigai melalui akun Facebooknya memposting sebuah tulisan yang menyudutkan Ngabalin.

Dalam tulisan yang diposting pada Minggu, (22/7), Natalius memberkan tentang orang asli Papua dan yang hanya berpura-pura menjadi orang Papua. Orang yang dimaksudkan Pigai tak lain adalah Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP).

Ketika ditanya awak media soal kebenaran postingan itu, Pigai tanpa sungkan dan secara vulgar mengakuinya. “Iya benar tulisan saya. Untuk merujuk citra dan nama baik Papua. Menurut saya sudah jelas Ngabalin itu bukan orang Papua,” ujar Natalius, Selasa (24/7).

Baca juga: Di Era Jokowi, Rakyat Papua Tidak Bangga Jadi Indonesia

Di bagian akhir tulisannya, Pigai menceritakan asal-usul Ngabalin, sembari menegaskan lagi kalau Ngabalin bukan orang asli Papua. “Saya tegaskan bahwa Ali Mochtar Ngabalin bukanlah darah Papua, terutama Papua asli. Dia berdarah Arab Maluku Tenggara, besar di Fakfak,” tulis Natalius.

Sesaat setelah postingan Pigai viral, Paman dari Ngabalin yakni Amin Ngabalin kemudian membalas tulisan Natalius itu. Dia meminta Natalius mengklarifikasi soal tulisan tersebut.

“Saudara Natalius Pigai yang terhormat, apakah saudara dapat mengklarifikasi tulisan saudara tentang asal-usul keluarga kami???” tanya Amin di halaman facebook Natalius, Minggu (22/7).

Tak berapa lama Natalius membalas pertanyaan sekaligus permintaan Amin tersebut. Natalius justru menantang balik keluarga Ngabalin kalau memang ada ‘hubungan darah’ dengan Papua. “Silakan klarifikasi sendiri kalau ada hubungan darah dengan Papua supaya semua tahu,” tulis Natalius.

Berikut tulisan lengkap Natalius yang merespon permintaan Amin Ngabalin:

Ini menarik dan Saya Suka dan apresiasi dengan anda karena ajukan pertanyaan:

Pak Amin Ngabalin: Saudara Natalius Pigai yth, apakah saudara dpt mengklarifikasi tulisan saudara tentang asal-usul keluarga kami???

Jawaban Saya:

Silakan klarifikasi sendiri kalau ada hubungan darah dengan Papua supaya semua tahu. Saya tidak ingin bangsa saya direndahkan Karena menyatakan diri sebagai representasi putra Papua dalam sebuah perdebatan terhadap persoalan sensitif soal Freeport di mana tidak satupun representasi masyarakat adat hadir dan mengeluarkan pernyataan menunjuk diri wakil pemerintah dan putra Papua sebagaimana pernyataan di ILC TVOne. Saya punya kewajiban membela citra bangsa sy. Klarifikasi Anda sangat penting untuk khalayak.

Di wall FB yg menyatakan Asal Tual sebagaimana gambar dibawah ini serta secara antropologis orang Papua punya marga atau fam dan keterangan orang sudah menjadi bukti cukup kuat atas tulisan saya. Namun Selanjutnya silakan klarifikasi ke publik agar diketahui dan menyatakan komitmen tidak akan menggunakan nama Papua dalam politik dan publik dihadapan media khususnya kasus2 atau topik2 yang terkait Papua karena berpotensi merusak citra bangsa Papua. Tks

Orang Papua Asli Selalu Konsisten dan Tidak Pernah Berpura-Pura

Sebelumnya Natailus Pigai juga sempat menyinggung karakter orang Papua asli yang selalu konsisnten dan tidak suka berpura-pura. Selain itu, Orang Papua asli katanya selalu bersatu meskipun pilihan politik tokoh-tokohnya berbeda-beda. Hal itu disampaikan Pigai tak lain untuk menanggapi sikap politik Ali Mochtar Ngabalin.

Diketahui, dulu Ali Mochtar Ngabalin merupakan salah satu tokoh yang paling getol berseberangan dengan Jokowi. Namun saat ini Ngabalin terlihat semakin mesrah dengan Jokowi, apalagi setelah berbagai jabatan strategis di Pemerintahan Jokowi-JK berada di tangannya.

Baca juga: 164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan!

“Sejak kecil bangsa Papua diajarkan konsisten antara hati, kata, perbuatan, tidak boleh penipu, munafik dan penjilat karena itu jijik dan memalukan harga diri bangsa Papua,” tegas Pigai.

Pigai mencontohkan kader Golkar, Yoris Raweyai. “Yoris Raweyai seorang putra Papua asli, darah bangsa Melanesia, sejak masa kecil kami menyaksikan dihantam di partai Golkar namun hingga detik ini tetap setia kepada partainya, dia tunjukkan menjaga harga diri bangsa Papua. Itulah Yoris, putra asli Papua,” terangnya.

Sebaliknya kata Pigai, suatu hal yang berbeda terjadi pada Ali Mochtar Ngabalin yang kini dipercaya menjabat komisaris Angkasa Pura I oleh Presiden Jokowi.

“Saya tegaskan bahwa Ali Mochtar Ngabalin bukan darah Papua, apalagi asli Papua. Dia berdarah Arab Maluku Tenggara, besar di Fakfak,” tutup Pigai.*