Rizieq Shihab Bantah Pernah Menyebut Dukung Prabowo untuk Pilpres

Rizieq Shihab Bantah Pernah Menyebut Dukung Prabowo untuk Pilpres

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab membantah bahwa dirinya pernah menyatakan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. (Foto: Rizieq Shihab - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bantah bahwa dirinya pernah menyatakan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Tidak ada itu dukung Prabowo. Habib Rizieq tidak pernah bicara nama, termasuk nama yang dia dukung sebagai capres ataupun calon kepala daerah,” kata pengacara Rizieq, Kapitra Ampera seperti diberitakan CNN Indonesia, Kamis (29/3).

Selain membantah soal dukungannya kepada Prabowo, jelas Ampera, tersangka kasus pornografi itu juga membantah bahwa ia telah memberikan dukungan kepada sejumlah calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak 2018.

Baca juga: Pilpres: Rizieq Shihab Desak Gerindra Segera Berkoalisi Kalahkan Jokowi

“Saya terakhir ketemu Habib Rizieq tanggal 14 Maret kemarin. Ketemu empat mata buat meluruskan pemberitaan. Intinya Habib Rizieq bilang tidak pernah kasih dukungan politik pada capres. Habib Rizieq kalau mau bicara serius tidak ke sembarangan orang dan tidak mau ramai,” tutur Ampera.

Selain sikap Rizieq Shihab bantah mendukung Parabowo, Ampera mengungkapkan, Rizieq juga membantah bahwa dirinya memiliki keinginan untuk bertarung dalam Pilpres 2019.

Ampera menjelaskan, Rizieq memang didorong oleh banyak ulama dan masyarakat untuk mencalonkan diri jadi Presiden RI. Akan tetapi, ia hanya ingin NKRI bisa aman dan dapat menghadirkan kondisi yang nyaman bagi umat Islam.

Adapun sejumlah tokoh dan calon kepala daerah memang sempat mengunjungi Rizieq di Mekkah. Sejumlah tokoh tersebut ialah Wakil Sekretaris Jendral Partai Gerindra Andre Rosiade, calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said.

Jauh sebelum itu, politikus senior PAN Amien Rais dan anaknya, Hanafi Rais juga datang menemui Rizieq. Selain itu, beberapa politikus PKS seperti Salim Segaf Al Jufri dan Jazuli Juwaini juga menemui Rizieq dalam waktu yang berbeda.

Bentuk Koalisi Pendukung Aspirasi Umat Islam

Terkait konstelasi politik di tanah air, jelas Ampera, Rizieq Shihab bantah dukung Prabowo dan hanya mengutarakan rencananya untuk membentuk koalisi partai pendukung aspirasi umat Islam. Adapun partai yang diminta untuk berkoalisi itu ialah Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Sebelumnya, rencana pembentukan koalisi ini juga telah diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jendral Partai Gerindra Andre Rosiade. Ia menjelaskan, saat mengunjungi kediaman Rizieq di Mekkah, Rabu (21/3), ia dimintanya untuk segera berkoalisi dengan partai di luar koalisi pemerintahan Jokowi-JK agar dapat bertarung melawan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Baca juga: FPI Sebut Rizieq Shihab Bisa Jadi Presiden Kalau Negara Darurat

“Habib (Rizieq) meminta agar Gerindra, PKS, PAN, dan PBB berkoalisi untuk menggantikan rezim Jokowi yang sekarang,” ujar Andre seperti diberitakan CNN, Kamis (22/3).

Andre menerangkan, apabila koalisi tersebut dibentuk, Rizieq  berjanji akan mengajak dan mengumpulkan semua umat Islam secara khusus para alumni 212 untuk mendukung. Andrea sendiri mengaku menyambut baik usulan Rizieq tersebut. Apalagi, kata dia, saat ini Gerindra sudah berkoalisi dengan PKS di luar pemerintahan.

Sementara itu, terkait dengan koalisi dengan PAN dan PBB, Andrea mengaku Sekjen Gerindra Ahmad Muzani tengah menjalin komunikasi yang sudah berada pada tahap finansial.

“Iya sudah (tahu) lah beliau. Kami sudah tahu. Kami mengapresiasi usulan Habib. Semoga Gerindra bisa merealisasikan usulan Habib segera. Yang jelas, Sekjen kami sudah tahap finalisasi,” tutur Andre.

Rizieq Shihab Bantah Dukung Prabowo, Ingin maju Pilpres?

Adapun isu tentang rencana Rizieq untuk maju dalam Pilpres 2019 pernah disampaikan oleh pihak Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Wakil Ketua ACTA Novel Bamukmin mengatakan, pemimpin gerakkan besar 212 itu memiliki kemungkinan untuk bertarung dalam Pilpres 2019.

Ia menerangkan, kemungkinan Rizieq untuk maju dalam Pilpres 2019 itu tergantung dari amanat umat serta dengan mempertimbangkan berbagai situasi dan kondisi aktual di Indonesia. Boleh jadi hal inilah yang membuat Rizieq Shihab bantah dukung Prabowo di Pilpres mendatang.

Baca juga: Tolak Permintaan Rizieq, Anies Dituding Berkhianat

“Jadi Habib Rizieq nggak menutup kemungkinan untuk bisa menjadi presiden berdasarkan amanat umat dan kondisi negara yang memungkinkan,” kata Novel di Jakarta seperti diberitakan MetroTV, Selasa (28/3).

Saat itu, Novel juga mengklaim bahwa rencana Rizieq untuk maju sebagai kontestan dalam Pilpres 2019 pasti akan didukung oleh empat partai, yakni Gerindra, PKS, PAN, dan PBB yang selama ini dinilai telah dipercayakan oleh umat Islam secara khusus oleh kelompok gerakkan massal yang menyebut diri Persaudaraan Alumni 212.

“Ya harus melalui kendaraan politik, artinya partai-partai yang mungkin saja di luar dari koalisi 212 yang artinya sampai saat ini kita masih percayakan kepada partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Empat partai ini, isyah Allah mereka akan perjuangkan,” tutur Novel.*

COMMENTS