Rencana Relawan Soal Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden

Rencana Relawan Soal Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden

Dalam deklarasi tersebut juga akan diadakan peluncuran buku dan situs. (Foto: Kaos 2019 Ganti Presiden - Merdeka).

JAKARTA, dawainusa.com Relawan nasional gerakan 2019 ganti presiden berencana akan melakukan Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden pada hari bebas kendaraan bermotor alias Car Free Day (CFD), Minggu (6/5) mendatang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu tokoh yang akan mengisi acara Neno Warisman.

Neno menerangkan, selain akan melakukan deklarasi, dalam acara tersebut juga akan ada peluncuran situs dan buku. “Nanti ada peluncuran buku. Semacam buku panduan gitu dan juga peluncuran website,” jelas Neno di Jakarta, Kamis (4/5).

Dalam buku tersebut, jelas Neno, diisi tentang panduan dalam menyuarakan aspirasi #2019GantiPresiden. Buku itu sendiri, kata Neno, ditulis oleh sebuah tim advokasi yang terdiri dari 32 orang dengan latar belakang hukum.

Baca juga: Beragam Tanggapan Pendukung Jokowi Soal Tagar #2019GantiPresiden

Adapun ide pembuatan buku itu, demikian Neno, didasarkan atas keinginan mereka untuk menggantikan Jokowi dari jabatannya sebagai kepala negara dengan tetap berdasarkan prosedur hukum yang berlaku. Sebab, mereka tidak menghendaki bahwa ada orang yang mendukung gerakan #2019GantiPresiden tetapi dilakukan dengan cara menabrak aturan hukum yang ada.

“Yang penting biar tahu posisi hukum. Harus hati-hati secara hukum. Kan, relawan ini enggak terstruktur. Bukan organisasi. Maksudnya, ‘engkau harus hati-hati’,” jelas Neno.

Lebih lanjut, Neno mengatakan, ia sendiri belum tahu apakah buku itu akan dijual atau diberikan secara gratis kepada para pendukung gerakan #2019GantiPresiden. Sementara soal situs website, Neno belum mengetahui dan membeberkan hal itu secara rinci. Akan tetapi, situs itu dibuat sebagai penampung segala macam aspirasi dari berbagai pihak yang mendukung gerakan tersebut.

“Kalau siap, kita luncurkan nanti pas Ahad (Minggu 6/5). Saya juga belum tahu isinya akan apa saja. Dua-tiga hari lagi, deh, saya baru tahu,” kata Neno.

Peserta Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden

Dalam Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden itu, terang Neno, peserta yang diperkirakan akan hadiri ialah sebanyak 300 orang. Deklarasi tersebut akan digelar di Patung Kuda, Jalan M.H. Thamrin dan bakal digelar pada pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.

Untuk syarat peserta yang terlibat, Neno mengaku tidak ada aturan khusus. Ia juga mengatakan, dalam deklarasi itu tidak ada kewajiban bagi setiap peserta untuk mengenakan baju bertulis #2019GantiPresiden. Dalam deklarasi itu, jelas Neno, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera juga direncanakan akan membacakan orasi kebangsaan.

Baca juga: Sandiaga Curiga Video Intimidasi dari Massa #2019GantiPresiden Hoaks

“Nanti Pak Mardani akan bacakan orasi kebangsaan. Saya, kalau mood, mau bacakan tulisan tentang perasaan saya. Bukan puisi,” tutur Neno.

Untuk diketahui, Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno pernah mengatakan bahwa kegiatan CFD tidak boleh ditunggangi dengan hal-hal politik. Apabila hal seperti ini terjadi, tegas Sandiaga, ia akan secara tegas menegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

Tidak Ambil Pusing

Sementara itu, menanggapi rencana Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku tidak ambil pusing. Ia mengatakan, hal seperti itu merupakan hak mereka dan karena itu, pihak PDIP tidak bisa mencegahnya.

“Terserah, strateginya kami enggak usah mikirin rumah tangga orang. Kualat nanti kalau mikirin rumah tangga orang,” kata Hasto di Jakarta, Jumat (4/5).

Selain mengatakan demikian, Hasto juga mengomentari terkait hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia yang menyatakan selisih elektabilitas Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat tinggi, yakni Prabowo dipilih oleh 12,1 persen dari 1.200 responden Indikator sementara Jokowi memperoleh 39,9 persen suara.

Baca juga: PSI Akan Laporkan Dugaan Intimidasi Massa #2019GantiPresiden

“Kalau itu (hasil survei), rakyat yang menilai. Kalau Pak Jokowi itu, kan, lembut, merangkul, tersenyum, kadang tertawa, kreatif. Kalau yang satu kok agak kaku, kok pakai marah-marah, misalnya seperti itu,” tutur Hasto.

“Tradisi berkebudayaan sebagai bangsa timur itu yang harusnya diangkat oleh pemimpin, mengangkat harkat dan martabat rakyat yang paling miskin sekalipun, sehingga mereka punya harapan, ‘Di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, saya bisa lebih baik’,” lanjut Hasto.*

COMMENTS