Putri Soeharto Ditunjuk Jadi Wakil Ketua MPR

Putri Soeharto Ditunjuk Jadi Wakil Ketua MPR

Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Kantor DPP Golkarmenunjuk putri Soeharto, Titiek Soeharto jadi Wakil Ketua MPR. (Foto: Titiek Soeharto - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Partai Golkar), di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (18/3) malam menunjuk dan meyetujui Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menjadi menjadi Wakil Ketua MPR.

Putri penguasa Orde Baru (Orba) itu menggantikan Mahyudin. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily di kantor Partai Golkar, usai menghadiri rapat pleno.

“Tadi sudah disetujui, sudah disahkan bahwa akan mengganti Wakil Ketua MPR kepada Mbak Titiek,” kata TB Ace.

Baca juga: Tempo: Tidak Ada Alasan untuk Tunduk Pada Tekanan FPI

Selain itu, rapat pleno tersebut memutuskan untuk merombak ketua fraksi partai berlambang pohon bringin itu di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketua fraksi Golkar saat ini, yakni Robert Kardinal akan digantikan oleh politisi Golkar asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Melchias Markus Mekeng.

Penunjukkan Titiek: Politik Balas Jasa?

Pasca Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mewacanakan Titiek sebagai Wakil Ketua MPR, muncul rumor bahwa keputusan tersebut sebagai politik balas jasa. Pasalnya, trah keluarga cendana itu urung maju dalam perebutan kursi panas Ketua Umum Golkar melawan Airlangga  Hartarto dalam Munas Golkar Desember 2017 lalu.

Namun, TB Ace menepis rumor tersebut. Menurut dia, penunjukkan Titiek sebagai bentuk keberpihakan partai tersebut terhadap gerakan gender. Golkar berkomitmen agar pimpinan MPR ada keterwakilan dari kaum perempuan.

Baca juga: Jokowi Diancam Soal Cawapres, PDIP Layangkan Kritikan Tajam

“Tidak ada itu balas jasa-balas jasa. Ini hanya pergantian biasa-biasa saja di dalam Partai Golkar, di samping memang ada inspirasi pimpinan MPR mesti ada perempuan juga,” tegas TB Ace.

TB Ace juga mengklaim pergantian tersebut tidak menimbulkan gelombang konflik  dalam tubur partai tersebut. Pasalnya, terang TB Ace, Ketum Golkar telah membicarakan hal  itu dengan Mahyudin, wakil ketua MPR yang akan digantikan  Titiek.

“Ketua umum sudah berbicara dengan Pak Mahyudin, seharusnya Pak Mahyudin bisa memahami apa yang menjadi alasan partai meminta kepada beliau untuk mendapatkan penugasan-penugasan yang lain. Posisi apa nanti Pak Mahyudin, saya belum tahu, karena itu nantinya adalah kewenangan ketua umum sendiri,” katanya.

Tentang Titiek Soeharto

Siapa Titiek Soeharto yang akan mengemban salah satu jabatan tinggi di lingkup MPR tersebut? Trah cendana itu merupakan putri keempat presiden RI kedua, yakni almarhum Soeharto. Titiek  lahir di Semarang 14 April 1959.

Pada mei 19 1983, alumna Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu menikah dengan Prabowo Subianto, mantan kompetitor Preside Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu. Namun, pernikahan dengan sang Jenderal bintang tiga itu kandas di tengah jalan. Pada tahun 1998 keduanya pisah ranjang.

Baca juga: Partai Berkarya, Rebut Loyalis Orde Baru Tanpa Ideologi

Titiek mengawali karir politik dan melanjutkan darah politik sang ayah, setelah redup pasca reformasi, pada tahun 2014 lalu. Ia berhasil meraih suara rakyat yang mengantarnya duduk di kursi Dewa Perwakilan Rakyat (DPR) Republlik Indonesia untuk periode 2014-2019.

Selain itu,  dalam kepengurusan partai Golkar, partai yang lahir dari tangan ayahnya, Titiek menduduki jabatan sebagai salah satu dewan pakar. Pasca partai tersebut diterpa badai gelombang sang Ketua Umum Setya Novanto dicokol KPK karena terlibat skandal korupsi E-KTP, Titiek diwacanakan untuk maju  mencalonkan diri sebagai ketua umum.

Namun niat untuk menjadi penguasa di partai beringin tersebut gagal. Kini, putri Soeharto itu ditunjuk dan diberi jabatan sebagai wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia hingga 2019.*

COMMENTS