Putra Sulung Marianus Sae Yakin Ayahnya Tidak Bersalah

Putra Sulung Marianus Sae Yakin Ayahnya Tidak Bersalah

Rinto mengaku setiap kali melakukan pertemuan dengan bapaknya, Marianus tidak pernah menceritakan perkembangan kasus hukum yang menimpa dirinya (Foto: Tersangka Korupsi Marianus Sae - ist)

KUPANG, dawainusa.com Rinto Sae, putra sulung tersangka korupsi Marianus Sae, yakin ayahnya tidak bersalah walaupun sudah ditangkap KPK. Rinto optimis, ayahnya yang juga Bupati Ngada nonaktif itu akan segera dibebaskan dari kasus tuduhan korupsi di wilayah Kabupaten Ngada, NTT.

“Saya yakin sampai saat ini kami punya bapa tidak bersalah,” kata Rinto kepada wartawan di sela-sela menerima kunjungan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Ngada, Sabtu (2/6).

Baca juga: Marianus Sae Terjerat OTT, Fahri Hamzah Persalahkan KPK

Rinto mengaku setiap kali melakukan pertemuan dengan bapaknya, Marianus tidak pernah menceritakan perkembangan kasus hukum yang menimpa dirinya. Marianus hanya menyampaikan kepada keluarganya bahwa kasus hukum yang menimpanya itu adalah murni masalah politik yang sedang terjadi di NTT.

“Pesan bapak cuma satu, bertarung sampai finish. Apa pun yang terjadi, kita harus menang,” tambah Rinto.

Rinto juga mengatakan bahwa Marianus Sae selalu berpesan kepada para pendukungnya untuk tetap membantu wakilnya Emelia Julia Nomleni atau Mama Emi yang masih terus berjuang sampai garis finis. Dalam kesempatan tersebut, Rinto juga sempat “membakar” semangat warga Ngada yang datang untuk bertemu dengan Hasto.

Kasus Marianus Sae Tak Dilandasi Kebenaran Hukum

Sementara itu, Hasto sendiri dalam kesempatan tersebut mengaku akan tetap memberikan dukungan kepada Marianus Sae yang masih berada dalam tahanan KPK. Ia mengatakan, kasus yang menimpa Marianus Sae tak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum.

“Kasus yang menimpah Marianus Sae ternyata tak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum, sehingga saya menyatakan bahwa saya tetap mendukung penuh pasangan Marianus-Emelia,” katanya.

Baca juga: KPK Telisik Keterlibatan Tim Sukses dalam Kasus Marianus Sae

Hasto memulai pernyataannya itu dengan menceritakan kisah pertemuan Bung Karno dengan Pak Marhaen, seorang petani miskin yang dianggap sebagai gambaran orang Indonesia kebanyakan. Pertemuan itu menjadi salah satu inspirasi Pancasila dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dari situ, Hasto mengatakan, disadari bahwa seorang pemimpin adalah yang hidup bersama dan melayani rakyat. Sebab tak akan ada pemimpin tanpa dukungan rakyat miskin. Dalam konteks ini, sosok Marianus Sae yang dekat dengan masyarakat merupakan salah satu contohnya.

“Setelah melihat dan membaca kebatinan yang ada, kami berkesimpulan, apa yang terjadi dengan Pak Marianus, tak terlepas dari dinamika politik di NTT. Ada orang khawatir dengan sosok pemimpin yang menyatu dengan rakyatnya,” kata Hasto.

Hormati Proses Hukum

Di atas semua pemikiran tersebut, Hasto menegaskan, proses hukum yang tetap berjalan akan tetap dihormati oleh dirinya dan seluruh kader PDI Perjuangan.

“Kita tetap hormati KPK menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Tapi harusnya kebenaran dan keadilan ditegakkan di atas prinsip kebenaran dan keadilan itu sendiri, bukan atas orderan,” lanjut Hasto.

Politisi asal Yogyakarta ini mengakui, selama hadir di Bajawa, Kabupaten Ngada, rakyat terus menyampaikan antusiasme dan kecintaan mereka terhadap Marianus.

Baca juga: Uang Suap Cagub Marianus Sae Diduga Mengalir ke Timses

“Saya dengar ungkapan di sini, di Jakarta memang ada OTT, tapi di Ngada ini, OTT adalah Orang Tetap Tusuk (memilih) Marianus-Emi,” tambah Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menambahkan PDI Perjuangan selalu berpegang pada nasihat bijak Raden Wijaya yang kerap diceritakan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bahwa di dalam perjuangan, dikenal Satyam Eva Jayate.

“Artinya bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang saudara sekalian. Di dalam politik, kebenaran sejati adalah  kebenaran yang disuarakan rakyat. Saya percaya dan seyakin-yakinnya, Pak Marianus Sae jadi korban konspirasi politik. Tapi kita tetap kokoh dalam keyakinan kita. Kita antikorupsi, tapi mendukung antikorupsi yang bersendikan kebenaran itu sendiri,” tukasnya.

Hasto pun meminta agar semua kader, simpatisan, dan relawan, mewujudkan sikap PDI Perjuangan yang tetap kokoh memberikan dukungan kepada Marianus-Emi. Maka itu, gerakan rakyat dari pintu ke pintu untuk mendukung pasangan nomor urut dua itu bisa dilaksanakan.

“Mari kita buktikan bahwa kedaulatan rakyat tak bisa dikalahkan skenario politik apapun seperti yang tengah mengelinding saat ini,” tandas Hasto.*

COMMENTS