PSI Sebut Fahri Hamzah Mirip Seperti Knalpot Motor 2 Tak

PSI Sebut Fahri Hamzah Mirip Seperti Knalpot Motor 2 Tak

Sebagai wakil rakyat seharusnya Fahri Hamzah mendukung dan mengapresiasi langkah para aparat tersebut karena telah berhasil menangkap terduga teroris itu (Foto: Fahri Hamzah - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Cuitan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah di media sosial twitter yang mengecam penggeledahan dan penangkapan terduga teroris di sebuah kampus di Riau pada Sabtu lalu mendapat tanggapan dari pihak Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Juru bicara PSI bidang kepemudaan Dedek Prayudi alias Uki mengatakan, cuitan Fahri Hamzah tersebut sama sekali layak ditanggapi. Sebagai wakil rakyat, jelas dia, seharusnya Fahri Hamzah mendukung dan mengapresiasi langkah para aparat tersebut karena telah berhasil menangkap terduga teroris itu.

“Kami pikir cuitan Pak Fahri tidak usah ditanggapi terlalu serius. Kalau Polisi melakukan penangkapan, beliau terkesan membela teroris. Kalau sampai terjadi pemboman, beliau seolah peduli korban. Mirip seperti knalpot motor 2 tak, berisik tapi miskin manfaat,” kata Uki di Jakarta, Senin (4/6).

Baca juga: Soal Penangkapan Terduga Teroris di Riau, Ini Cuitan Fahri Hamzah

PSI sendiri, kata dia, tetap mendukung Densus 88 dalam memerangi terorisme. Terkait cara mereka yang membawa senjata di kampus untuk menangkap terduga teroris tersebut, kata dia, itu sama sekali tidak bermasalah.

“Kami mendukung upaya Densus 88 dalam melindungi rakyat Indonesia dari serangan terorisme. PSI meyakini Kepolisian sudah bertindak mengikuti SOP yang berlaku, termasuk mengantisipasi kemungkinan terburuk” ujar Uki.

Selain itu, PSI juga mengajak seluruh komponen masyarakat agar terus waspada terhadap serangan teroris. Semua pihak mesti turut bertanggung jawab dalam menjaga keamanan negara dari bahaya terorisme ini.

“Terorisme bukan hanya tanggung jawab aparat. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi terorisme dengan cara lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ketidakpedulian kita terhadap lingkungan sekitar adalah pintu masuk bagi teroris,” tutur Uki.

Sebagaimana diketahui, pada Sabtu 2 Juni lalu, tiga terduga teroris kembali ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti Teror bersama Polda Riau dari dalam kampus Universitas Riau. Dalam operasi pengkapan itu, petugas juga berhasil mengamankan 4 bom yang dalam rencananya akan diledakkan pelaku di kantor DPR RI dan DPRD Riau.

Dikecam Fahri Hamzah

Namun, penangkapan dan penggeledahan terduga teroris dari dalam kampus itu justru mendapat reaksi negatif dari Fahri Hamzah. Ia memprotes tugas polisi di kampus negeri tersebut. Dalam cuitannya di Twitter, Fahri menyinggung polisi menggunakan senjata masuk ke dalam kampus.

“Pak @jokowi, INI JANGAN DIBIARKAN, KALAU SENJATA LARAS PANJANG SUDAH MASUK KAMPUS, KITA TELAH KEMBALI KE ZAMAN BATU! Mungkin bapak tidak pernah menjadi aktifis. Maka bapak biarkan kejadian ini. Ini perang dengan mahasiswa!!,” tulis Fahri menanggapi berita terkait penggeledahan di Universitas Riau seperti beritakan Merdeka, Minggu (3/6).

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Kakak Beradik di Malang

Menanggapi cuitan Fahri itu, Kapolda Riau Irjen Nandang mengatakan, terorisme merupakan sebuah kejahatan luar biasa. Karena itu, untuk menangkap pelaku teror, meskipun di dalam kampus, harus dilakukan dengan hati-hati dan mesti menggunakan senjata.

“Kenapa kami menggunakan senjata ke kampus karena teroris itu merupakan extra ordinary crime, penindakannya juga secara khusus,” kata Kapolda Riau Irjen Nandang.

Adapun ketiga terduga teroris yang ditangkap itu, kata Nandang, merupakan alumni Universitas Riau. Mereka dengan sengaja menumpang tidur di mess Mapala Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik kampus itu untuk merakit bom. Ada 4 bom yang telah selesai dirakit oleh pelaku.

“Terduga teroris ada 3, inisial Z, K dan B. Yang merakit bom inisial Z alumni jurusan Pariwisata Universitas Riau, yang dua lagi membantunya. Mereka rencanakan meledakkan bom di Kantor DPR RI dan DPRD Riau,” kata Nandang.

Petugas Diapresiasi oleh Rektor Unri

Aksi aparat terkait penangkapan dan penggeledahan tiga terduga teroris di lingkungan Universitas Riau (Unri) itu sendiri sudah ditanggapi oleh Rektor Unri Aras Mulyadi. Ia mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian karena berhasil menangkap ketiga alumninya itu. Sebab, jika terlambat, kantor legislatif bakal meledak, karena tujuan pelaku teror ditargetkan ke sana.

“Atas nama pimpinan, kami ucapkan terima kasih kepada Densus 88 dan Polda Riau yang sudah mengungkapnya sebelum (bom) ini meledak,” ungkap Aras Mulyadi dalam konferensi pers bersama Kapolda Riau Irjen Nandang, Sabtu (2/6) malam.

Aras memuji kinerja Densus 88 Anti-Teror dan Polda Riau, karena cepat dalam bertindak dengan menggagalkan rencana pelaku teroris untuk peledakan bom di kantor DPR RI dan DPRD Riau.

Baca juga: Terus Waspada, Ini 3 Target Serangan Teroris JAD

Selain itu, Aras juga mengutuk rencana aksi ketiga alumni mahasiswanya yang diduga terlibat dalam jaringan teroris itu. Dia juga sangat menyayangkan, kampus yang dia pimpin digunakan untuk merakit bom.

“Kami sangat menyayangkan, ini jelas tindakan yang tidak diperbolehkan. Selama ini tidak ada hal mencurigakan, apalagi mengarah ke aksi teroris. Kami sangat mengutuk kegiatan yang dilakukan, apalagi mengarah ke rencana peledakan bom,” katanya.

Karena itu, Aras menyerahkan sepenuhnya penindakan hukum dan upaya penyidikan di kampus negeri tersebut. Bahkan Aras tidak keberatan atas penggeledahan oleh tim Densus 88 ke kampus Unri.*

COMMENTS