Pose Setengah Bugil di Puncak Padar, Dua Wisman ini Dikecam

Pose Setengah Bugil di Puncak Padar, Dua Wisman ini Dikecam

Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh diduga wisatawan mancanegara (Wisman) di puncak Pulau Padar, Taman Nasional Komodo menuai kecaman dari berbagai pihak. (Foto: Pose setengah bugil dua Wisman di Puncak Padar - ist)

LABUAN BAJO, dawainusa.com Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh diduga wisatawan mancanegara (Wisman) di puncak Pulau Padar, Taman Nasional Komodo menuai kecaman dari berbagai pihak.

Dalam aksinya, kedua wisman berjenis kelamin perempuan ini melakukan pose setengah bugil dengan mempertontonkan bagian bokong dan membelakangi kamera pemotret.

Foto vulgar yang beredar diberbagai grup Whatsapp sejak Rabu (06/06) pagi itu, menuai ragam komentar dari berbagai pihak termasuk pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Baca juga: Ketua Gerindra Tanggapi Usulan Ganti Ketua DPRD Manggarai

Merusak Citra Pariwisata Mabar

Foto vulgar kedua wisman ini dinilai sangat berdampak pada citra pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat bahkan di pulau Flores ke depan.

Demikian disampaikan oleh Alfonsius Basri, salah seorang pelaku pariwisata yang berdomisili di Labuan Bajo. Menurut Basri, aksi kedua wisman itu adalah bentuk pembiaran terhadap perilaku wisatawan oleh pemandu atau tour guide dari wisman terkait karena tidak memahami budaya daerah setempat.

Baca juga: Anggota Dewan Minta Ketua DPRD Manggarai Diganti

“Hemat saya, ini salah bentuk pembiaran prilaku wisatawan yg memposisikan budaya barat mereka tanpa melihat dan memahami budaya setempat. Dalam kasus seperti ini, semestinya seorang pemandu ataupun siapa saja mengantisipasi agar hal seperti ini tidak terjadi,” kata Basri Kepada Dawainusa, Rabu (06/6).

Dia juga menyayangkan, foto vulgar itu saat ini sudah beredar cepat di media sosial dan akan membentuk cara pandang orang soal aktivitas pariwisata di Taman Nasional ke depan.

Dia berharap, tersebarnya foto ini menjadi bahan refleksi semua pihak agar tidak terulang lagi. Selain itu, dia juga mengharapkan persoalan ini menjadi titik tolak untuk pembenahan regulasi yang mengatur aktivitas wisatawan saat berwisata.

“Sangat di pahami pariwisata flores dan komodo masih dalam proses perkembangan sehingga membutuhkan banyak pembenahan dalam sisi regulasi yg berdampak pada kondisi di lapangan,” ujarnya.

“Bisa saja bule yg berposes ini tidak menggunakan jasa tour guide (bacpaker) sehingga mereka tidak memperoleh informasi yg cukup terkait regulasi dan budaya setempat,” sambungnya.

BTNK akan Tindak Tour Operator

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Budhy Kurniawan mengaku sangat menyayangkan foto perilaku senonoh kedua wisman tersebut kini beresar luas di media sosial.

Budhy juga mengatakan, dalam kasus ini Guide dan Tour Operator yang membawa wisatawan terkait harus bertanggung jawab.

Baca juga: Mewujudkan Manggarai Sebagai Surga Kopi Dunia

“Saya sudahh terima juga infonya. Tentunya sangat kita sayangkan, perilaku wisatawan yang tidak patut, Guide, tour operator yg membawa tamu harus ikut bertanggung jawab,” kata Budhy melalui pesan Whatsapp kepada Dawainusa.

Dia juga mengaku, atas persoalan ini pihaknya akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi pelaku wisata dan wisatawan agar kejadian yang sama tidak terulang.

“Kedepan kita akan buatkan sop tdk hanya untuk pelaku wisata dan wisatawan,” jelasnya.

Terkait sanksi kepada Guide dan Tour Operator dari wisman yang berpose vulgar ini, dia mengatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran.

“Tentunya nanti akan kita telusuri Pak, terkait guide-nya siapa, nama kapalnya dan tour operatornya,” tutupnya.

Hingga saat ini belum diketahui siapa pemotret foto tersebut.* (Elvys Yunani)

COMMENTS