Politisi PPP Ditemukan Tewas Telanjang di Tempat Waria

Politisi PPP Ditemukan Tewas Telanjang di Tempat Waria

Korban yang bernama Syafli Has adalah wakil ketua DPC PPP Kabupaten Jombang dan tercatat sebagai warga Desa Jombok, Kecamatan Kesamaben Jombang. (Foto: Jenazah korban - Viva)

JOMBANG, dawainusa.com Seorang politisi dari partai Persatuan Pembangunan (PPP) ditemukan tewas tanpa busana di area kebun tebu dekat tempat mangkal waria, Desa Mirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto Jawa Timur, Jumat (16/3).

Korban yang bernama Syafli Has adalah wakil ketua DPC PPP Kabupaten Jombang dan tercatat sebagai warga Desa Jombok, Kecamatan Kesamaben Jombang. Saat ditemukan korban dalam kondisi telanjang dan terlentang. Kemudian di sekitar jenazah korban juga ditemukan bekas bungkus alat kontrasepsi.

Sebagaimana diberitakan Viva.co.id, istri dan anak korban menangis histeris saat mengetahui jenazah Syafli telah terbujur kaku di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Bahkan mereka nyaris pingsan hingga harus ditenangkan relawan dan pihak Rumah Sakit.

Baca juga: Rizieq Sihab Pulang Kampung, Begini Reaksi Firza Husein

Diduga Akibat Serangan Jantung

Polisi, saat melakukan identifikasi olah TKP tak menemukan luka pada tubuh korban yang menyebabkan kematian. Diduga korban tewas akibat terkena serangan jantung saat bersama waria.

Dugaan itu diperkuat karena lokasi area kebun tebu di bantaran sungai Brantas tersebut diketahui jadi tempat mangkal para waria saat malam hari.

Baca juga: Ahli Agama NU: HTI Menganggap Demokrasi Itu Paham Kafir

Untuk mengetahui penyebab kematian korban secara pasti, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Sejumlah saksi juga telah diperiksa oleh polisi untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Suhariyano mengatakan, hasil otopsi terhadap korban akan diketahui satu minggu lagi. “Kemarin sudah dilakukan otopsi, mulai dari jam 6 sampai jam 9 malam,” kata Suhariyano, Sabtu (17/3).

Tiga Orang Waria Diperiksa

Selain melakukan otopsi, pihak satreskrim Polres Mojokerto Kota juga memeriksa tiga waria terkait kematian korban. Menurutnya pemeriksaan terhadap tiga waria dilakukan setelah pemeriksaan tiga saksi sebelumnya yang menemukan jenazah korban pertama kali.

“Saksi tiga orang, warung, pemilik lahan dan RT sudah kita periksa kemarin dan saat ini masih diperiksa tiga orang waria. Salah satunya bersama korban sebelum korban meninggal. N merupakan yang terakhir bersama korban, mereka sempat “main” sebelum korban meninggal,” kata AKP Suhariyono.

Baca juga: Kritik ke Megawati dan Pengakuan Tsamara Amany

N, warga Mojokerto itu memilih kabur karena takut namun sempat kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 04.00 WIB. Dia menambahkan dari keterangan pihak keluarga, korban sendiri mempunyai riwayat penyakit jantung dalam proses pengobatan.

“Ada riwayat sakit jantung dan saat ini masih dalam perobatan. luka luar tidak ada, ada luka sayatan di dada dan puting tapi bukan digaruk atau digigit. Luka itu karena digigit hewan, semut. Perkiraan korban meninggal sekitar jam 12 malam, penemuan jenazah korban pukul 9 pagi,” jelasnya.*

COMMENTS