Polisi Bocorkan Jenis Proyektil di Kepala Fredy Taruk

Polisi Bocorkan Jenis Proyektil di Kepala Fredy Taruk

GMNI dan LMND mendesak transparansi pihak kepolisian dalam penanganan kasus penembakan yang menimpa Fredy Taruk. Hari ini (10/4), Polres Manggarai menjelaskan jenis proyektil yang bersarang di kepala korban. (Kasat Reskrim Polres Manggarai, Wira Satria Yudha - Voxntt.com)

RUTENG, Dawainusa.com – Polres Manggarai terus mengejar pelaku penembakan yang menimpa Fredy Taruk (24), warga Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada 27 Maret 2018 lalu.

Setelah dilakukan autopsi yang melibatkan tim Labfor Polda Bali pada Minggu (8/4) malam, hari ini polres Manggarai mulai menjelaskan jenis proyektil yang bersarang di kepala korban.

Kepada dawainusa.com, Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Steiny Lapian melalui Kasat Reskrim AKP Wira Satria Yudha menjelaskan, jika dilihat sepintas jenis proyektil yang bersarang pada kepala korban berbahan kuningan.

“Kalau kita lihat sepintas jenis proyektil itu berbahan kuningan,” kata Yudha di ruang kerjanya, Selasa (10/04).

Sementara itu, terkait ukuran peluru, pihaknya masih menunggu rampungnya data hasil autopsi yang saat ini berada di tangan Polda NTT.

Baca jugaMenanti Hasil Autopsi, Berharap Pelaku Penembakan Segera Ditangkap

Lebih lanjut, ketika ditanya soal jenis senjata yang cocok dengan proyektil itu, Yudha menjelaskan, polres Manggarai akan segera membawa proyektil tersebut ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali untuk diteliti lebih lanjut.

“Besok saya akan bawa proyektil itu ke Bali, untuk mengetahui proyektil jenis apa yang digunakan dan bisa digunakan senjata jenis apa,” tegas Yudha.

Lima Orang Saksi Telah Diperiksa Terkait Penembakan Fredy Taruk

Menurut Yudha, untuk penangan kasus penembakan Fredy Taruk, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa lima orang saksi. Kelima saksi ini termasuk dua orang aparat yang Polri dan TNI yang saat itu berada di lokasi serta tiga orang warga sipil lainnya.

“Saksi yang akan kita periksa sudah lima orang yang saat itu berada di TKP. Lima orang itu termasuk babin dan babinsa kita sudah periksa, “tegasnya.

Baca jugaJerit Hati dan Penyesalan Keluarga Melepas Kepergian Fredy

Dia berjanji, pihaknya akan bergerak cepat menyelesaikan kasus ini sehingga dapat menjawab semua keresahan masyarakat.

“Kita akan bekerja cepat. Bahan dan keterangan (baket) yang dihimpun dari hasil autopsi akan segera kita bawah ke labfor Bali,” ujarnya.

GMNI dan LMND Minta Polisi Transparan Usut Penembakan Fredy Taruk

Sementara itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan LMND Cabang Manggarai melalui siaran pers Cabang Manggarai yang diterima Dawai Nusa, meminta polisi harus transparan dalam menangani kasus ini.

“Kami mendesak transparansi dari pihak kepolisian dalam menangani kasus penembakan misterius yang memakan korban yaitu saudara Fredy,” tulis GMNI dan LMND dalam siaran persnya.

Baca jugaFredy Telah Pergi, Pelaku Penembakan Masih Misterius

Siaran pers yang ditandatangani oleh Ketua GMNI, Martinus Abar dan Ketua LMND Marselis M.J Jomme tersebut juga berisi desakan kepada Kapolres Manggarai untuk segera menuntaskan masalah ini. Pelaku harus dihukum seberat mungkin sesuai dengan UU yang berlaku.

Menurut kedua Organisasi Mahasiswa yang berbasis di Ruteng itu, jika pelaku penembakan adalah aparat TNI dan POLRI, maka harus diberi hukuman seberat mungkin bila perlu dicopot dari jabatannya.

“Jika kasus penembakan ini diduga dilakukan oleh aparat penegak hukum (TNI dan Polri), maka kami mendesak agar dihukum seberat mungkin dan dipecat dari jabatan sebagai aparat penegak hukum,” tulisnya dalam siaran pers tesebut.

Mereka juga mengingatkan, jika Polres Manggarai gagal menyelesaikan kasus ini, maka Kapolres Manggarai harus dicopot atau melepas jabatannya.* (Elvis Yunani)

COMMENTS