PMKRI dan Sisa-sisa Israel di Pembuangan

PMKRI dan Sisa-sisa Israel di Pembuangan

Menggunakan teori creative minority Arnold Toynbee, Mgr. Suharyo menyebut “sisa-sisa Israel” itu sebagai minoritas berdaya cipta, bukan dalam dikotomi mayoritas versus minoritas, yang mampu mempengaruhi masyarakat banyak dengan standar moralitas ilahi yang mereka gunakan. (Foto: Ketua PP PMKRI Jipik Kago/tengah - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Jumat (16/3), Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menggelar seremoni serah terima jabatan dan pengukuhan Ketua Presidium PP PMKRI periode 2018-2020, Juventus Prima Yoris Kago dari Ketua PP PMKRI periode 2016-2018, Angelius Wake Kako.

Seremoni pengukuhan yang mengusung tema “Bertolaklah Lebih Dalam” itu diawali dengan misa syukur yang dipimpin oleh Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Yang Mulia Mgr. Ignatius Suharyo, Pr di markas besar PMKRI, Menteng, Jakarta Pusat (16/03).

Dalam homilinya, Mgr. Suharyo mengatakan PMKRI harus membangun gerakan atas semangat dan idealisme perhimpunan yang menjangkarkan dirinya padanya nilai-nilai Kekatolikan.

“Idealisme perhimpunan dan nilai-nilai Kekatolikan harus menjadi dasar dari seluruh arah gerak PMKRI ke depan”, ujarnya.

Baca juga: PMKRI se-Indonesia Tetap Solid Menolak Revisi UU MD3

Minoritas Berdaya Cipta

Mgr. Suharyo mengharapkan agar PMKRI mampu meneladani semangat “sisa-sisa Israel” di pembuangan yang, meski mengalami penderitaan dan penyiksaan, tetap setia kepada perintah-perintah Allah dan hidup berdasarkan ajaran-ajaran serta moralitas unggul yang diwarisi oleh leluhur mereka (Kebijaksanaan 2: 1a.12-22).

Menggunakan teori creative minority Arnold Toynbee, Mgr. Suharyo menyebut “sisa-sisa Israel” itu sebagai minoritas berdaya cipta, bukan dalam dikotomi mayoritas versus minoritas, yang mampu mempengaruhi masyarakat banyak dengan standar moralitas ilahi yang mereka gunakan.

Baca juga: Sambangi Polda NTT, PMKRI Kupang Soroti Kematian Milka

Mereka adalah sekelompok kecil orang yang tetap berpegang pada nilai dan moralitas leluhurnya di tanah pembuangan.

“Sisa-sisa Israel itu adalah creative minority yang mempertahankan nilai dan moralitas leluhur mereka dan mereka adalah kelompok yang dapat bertahan dari segala penderitaan”, ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, PMKRI diharapkan mampu menjadi creative minority yang tetap berjalan dalam terang nilai-nilai, idealisme, serta moralitas Katolik di tengah bangsa yang majemuk ini.

Posisi PMKRI Hadapi Tahun Politik

Ketua Presidium PP PMKRI periode 2018-2020, Juventus Prima Yoris Kago dalam pidato politiknya, menegaskan posisi PMKRI dalam kancah perpolitikan nasional menghadapi tahun politik 2018-2019.

Menurutnya, sebagai salah satu corong demokrasi, PMKRI merupakan mitra kritis pemerintah yang akan selalu memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah dalam rangka mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

Baca juga: PMKRI Palembang Kecam Perusakan Gereja Santo Zakharia

“PMKRI adalah mitra kritis pemerintah yang siap mengawal agenda pemerintah demi kepentingan rakyat sesuai dengan nilai dan idealisme perhimpunan yakni terwujudnya kemanusiaan dan keadilan sosial”, terang Juventus.

Menjadi minoritas berdaya cipta menurut Juventus tidak lain merupakan tetap setia kepada idealisme dan spirit Kekatolikan yang menjadi roh juang perhimpunan sejak berdirinya PMKRI.

Artinya, perjuangan dan pergerakan PMKRI tidak terlepas dari semangat Kristus Sang Gembala Gerakan yang hidup dan karya-Nya adalah perwujudan kerajaan Allah di dunia ini.*

COMMENTS