Pilgub NTT: Ini Tiga Panelis Debat Kandidat yang Ditetapkan KPU

Pilgub NTT: Ini Tiga Panelis Debat Kandidat yang Ditetapkan KPU

KPU NTT menetapkan tiga panelis yang akan membantu jalannya debat kandidat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. (Foto: Pimpinan KPU NTT - Tim Media KPU NTT).

KUPANG, dawainusa.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menentukan tiga panelis debat kandidat pasangan calon Gubernur (Cagub) dan calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTT untuk masa jabatan 2018-2023. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara KPU NTT Yosafat Koli di Kupang, Rabu (28/3).

“Tiga panelis itu yakni Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Fredrick Benu, Fritz Fanggidae dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang serta Theodorus Widodo dari kalangan pengusaha,” ujar Yosafat di Kupang, seperti diberitakan Antara, Kamis (29/3).

Adapun debat tersebut akan dilaksanakan di Jakarta pada 5 April 2018 dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta iNews TV. Selain menyiapkan tiga panelis debat kandidat tersebut, KPU NTT juga telah menyiapkan moderator debat, yakni Tina Talisa.

Baca juga: Antisipasi Korupsi, KPK Akan Gelar Pembekalan Pilkada di NTT

Untuk persiapan debat sendiri, demikian Yosafat, sejauh ini sudah dilakukan hampir mencapai titik maksimal. Segala mekanisme debat, katanya, telah disiapkan dengan baik.

“Saat ini persiapan sudah mencapai 75 persen dan sisa 25 persen, itu penyempurnaan serta penataan lainnya. Semua mekanisme debat pun telah kami siapkan,” tutur Yosafat.

Yosafat juga menambahkan, untuk ketiga penelis debat kandidat ini, mereka tidak akan ditayangkan di layar televisi. Mereka, kata dia, akan membantu jalannya debat dari belakang layar, yakni menyiapkan materi dan data untuk kepentingan debat.

“Panelis ini memang tidak akan tampil, karena mereka bekerja di belakang layar saja. Panelis inilah yang menyiapkan materi dan data untuk kepentingan debat. Materi dan data itu meliputi berbagai segi pembangunan,” pungkasnya.

Alasan Debat Kandidat Dibuat di Jakarta

Penetapan tempat pelaksanaan debat kandidat Pilgub NTT tersebut memang sempat menimbulkan kontroversi. Banyak pihak yang mempertanyakan alasan mengapa debat itu diadakan di Jakarta.

Namun demikian, Ketua Komisi Pemilihan Umum NTT Maryanti Luturmas Adoe menerangkan, alasan utama mengapa debat tersebut tidak berlangsung di Kupang ialah karena persoalan biaya.

Baca juga: Pengamat Politik: Flores Jadi Penentu Utama Pilgub NTT

Ia mengatakan, apabila debat itu dilakukan di Kupang, biayanya akan jauh lebih besar serta sulit diakses oleh semua masyarakat NTT. Karena itu, pihaknya mensyaratkan siaran nasional sehingga proses debat itu dapat dijangkau dan disimak oleh masyarakat di kabupaten/kota yang ada di NTT.

Adapun dalam agendanya, debat ini akan berlangsung selama tiga kali. Semuanya akan dilaksanakan di Jakarta melalui media televisi yang sama.

“Jadi semua debat paslon ini akan digelar di Jakarta dan semuanya akan disiarkan secara langsung oleh iNews TV,” ungkap Yosafat di Kupang, Minggu (18/3).

Soal Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT

Pilgub NTT akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang yang menempatkan empat pasangan calon (paslon) untuk bertarung merebut kursi kekuasaan dari masa kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya bersama wakilnya Alexander Benny Litelnoni yang akan berakhir.

Keempat calon yang maju dalam Pilgub tersebut, yakni pasangan pertama, Esthon Leyloh Foenay dan Christian Rotok yang diusung Gerindra dan PAN. Pasangan kedua, Benny Kabur Harman dan Benny Alexander Litelnoni yang diusung Demokrat, PKPI dan PKS.

Baca juga: Ini Nomor Urut Paslon Gubernur-Wakil Gubernur NTT

Pasangan ketiga, Marianus Sae dan Emelia Julia Nomleni yang diusung PDI Perjuangan dan PKB. Pasangan keempat, Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi yang diusung Golkar, Nasdem dan Hanura. Keempat pasangan calon ini akan merebut 3.874.006 suara.

Dari keempat pasangan tersebut, saat ini pasangan Marianus Sae dan Emelia Julia Nomleni sedang mendapatkan ‘lampu kuning’.

Pasalnya, Marianus Sae yang juga masih berstatus sebagai Bupati Ngada ditangkap oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Januari 2018 lalu di salah satu hotel di Surabaya. Saat ini, ia sedang berada dalam tahanan KPK untuk menjalankan proses hukum lebih lanjut.*

COMMENTS