Pileg 2019, Kabupaten Manggarai Tetap 5 Dapil

Pileg 2019, Kabupaten Manggarai Tetap 5 Dapil

Komisi Pemilihan umum (KPU) pusat akhirnya menetapkan jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Manggarai sebanyak 5 Dapil. (Foto: Anggota KPUD Manggarai Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Apolinarius Rokefeler Soleman - ist)

RUTENG, dawainusa.com Komisi Pemilihan umum (KPU) pusat akhirnya menetapkan jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Manggarai sebanyak 5 Dapil. Hal ini ditegaskan melalui SK KPU Nomor 282/PL.01.3-Kpt/06/KPU/IV/2018.

SK yang terbit pada tanggal 4 April 2018 itu antara lain memuat jumlah kursi DPRD Manggarai sebanyak 35 (tiga puluh lima) kursi, dan susunan Dapil untuk pemilihan DPRD Manggarai dalam Pemilu 2019 sejumlah 5 (lima) Dapil.

Adapun rincian dapil dan jumlah alokasi kursi berdasarkan SK itu antara lain, Dapil 1 Kecamatan Langke Rembong sebanyak 7 kursi, Dapil 2 terdiri Kecamatan Satarmese, Satarmese Barat dan Satarmese Utara dengan alokasi 8 kursi.

Baca juga: Fredy Telah Pergi, Pelaku Penembakan Masih Misterius

Selanjutnya, Dapil 3 Kecamatan Ruteng dan Lelak 6 kursi, Dapil 4 terdiri dari Kecamatan Cibal, Cibal Barat, Reo, dan Reo Barat sebanyak 8 kursi, dan dapil 5 Kecamatan Rahong Utara dan Wae Ri’i sebanyak 6 kursi.

KPUD Manggarai Usulkan 4 Dapil

Sebelum penetapan jumlah dapil oleh KPU RI, beberapa waktu lalu KPUD Kabupaten Manggarai pernah mengusulkan perampingan Dapil menjadi 4 Dapil. Usulan KPUD Manggarai merujuk pada formasi Dapil Manggarai dalam Pemilu 2014 lalu dengan dasar hukum Peraturan KPU Nomor 16 tahun 2017.

“Formasi dapil di Manggarai pada pemilu 2014 ditelaah kembali dengan memakai tolak ukur 7 prinsip penyusunan dapil seperti diatur salam Peraturan KPU Nomor 16 tahun 2017 untuk kepentingan penyusunan dapil dalam Pemilu 2019” kata anggota KPUD Manggarai Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Apolinarius Rokefeler Soleman, Sabtu (07/04).

Baca juga: ‘Tepi Rani’, Memohon Kepada Alam dan Leluhur untuk Panen yang Berlimpah

Menurut Apol, telaahan ini melibatkan pula masukan dan tanggapan dari sejumlah pemangku kepentingan (parpol, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dsb) dalam forum sosialisasi maupun forum uji publik semenjak bulan desember 2017 sampai dengan bulan februari 2018 kali lalu.

Ia menerangkan, dokumen-dokumen resmi disertakan dalam bahan pembahasan, misalkan dokumen daerah mengenai wilayah dan batas-batas kecamatan.

“Hasil telaahan memperlihatkan unsur fisik-objektif ( integralitas wilayah) dan unsur subjektif -historis (sosial budaya) antar dua kecamatan yag dalam Dapil 5 pemilu 2014 (Wae Rii dan Rahong Utara), lebih longgar hubungannya satu sama lain, jika dibandingkan korelasinya dengan kecamatan lain dalam dapil berbeda,” jelasnya.

“Wae Rii lebih cendrung integral dengan Langke Rembong Rahong Utara lebih condong menyatu bersama Ruteng dan Lelak. Integralitas dan kohesivitas dipakai sebagai prinsip utama, tolak ukur untuk usulan perombakan dari KPU Manggarai kepada KPU Pusat”, lanjutnya.

Sementara usulan kedua, jelas Apol, berisikan paket 5 Dapil. Dengan mementingkan prinsip kesinambungan formasi dapil dengan yang dipakai pada pemilu sebelumnya.

“Rupanya, KPU Pusat memprioritaskan kesinambungan. Yang kebetulan, persis seperti tertuang dalam usulan kedua”, ujarnya.

Parpol Siap Bertarung

Ditetapkannya jumlah dapil ini menjadi isyarat bagi partai politik yang ada di Manggarai untuk mulai bekerja memenang hajatan 5 tahunan ini. Semua Parpol tentu berambisi menjadi pemenang dengan mendulang kursi dari setiap dapilnya.

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kosmas Banggut kepada Dawai Nusa mengatakan, PKB memasang target 1 kursi setiap dapil atau 5 kursi di DPRD Manggarai 2019 mendatang.

Baca juga: Elar selatan, Dari Janji Politik Sampai Surati Presiden Jokowi

Lebih lanjut, Banggut mengaku siap bekerja keras untuk kemenangan PKB di Manggarai pada pileg 2019 nanti.

“PKB siap memenangkan pileg tingkat kabupaten Manggarai 2019 mendatang dengan prinsip 1 kursi 1 dapil”, kata Banggut di Ruteng, Sabtu (07/04).

Saat ini, Partai besutan Muhaimin Muhaimin Iskandar itu memiliki dua kursi di DPRD Manggarai yang diperoleh dari dapil Wae Ri’i dan Rahong Utara serta dapil Cibal Raya dan Reo Raya.

Sementara itu, Partai Golkar telah menargetkan 10 kursi di DPRD Manggarai. Sekretaris DPD II Partai Golkar Manggarai Yoakim Jehati  mengatakan, target tersebut dianggap wajar, mengingat sistem konversi suara saint laguage murni akan diterapkan pada Pileg 2019.

“Golkar menargetkan 10 kursi di DPRD Manggarai, dengan rincian 2 kursi per Dapil. Target ini kami anggap wajar,” ungkap Yoakim kepada Dawai Nusa, Sabtu (07/4). * (Elvis Yunani)

COMMENTS