Permintaan Persaudaraan Alumni 212 Soal Kasus Rizieq Shihab

Permintaan Persaudaraan Alumni 212 Soal Kasus Rizieq Shihab

Kasus dugaan penistaan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab dihentikan oleh Polda Jabar. (Foto: Novel Bamukmin - RMOL).

JAKARTA, dawainusa.com Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta agar semua kasus Rizieq Shihab dihentikan. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin usai mendengar kabar bahwa Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menghentikan kasus dugaan penistaan Pancasila dengan tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

“Ada tujuh laporan dengan 14 pelapor di Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Jadi harus ada SP3 seluruhnya,” ujar Novel seperti diberitakan CNN, Jumat (4/5).

Baca juga: Klaim PA 212: Istana Dibenci jika Rizieq Shihab Tak Dibela

Adapun sejumlah kasus yang dimaksud Novel tersebut ialah kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), kasus dugaan chatting via WhatsApp berkonten pornografi. Semua kasus itu ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Novel berharap agar Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, dan Kapolri segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas berbagai laporan tersebut. “Tidak ada bukti atau lemah buktinya,” ungkap Novel.

Untuk diketahui, sampai saat ini, Rizieq Shihab sendiri masih berada di Arab Saudi. Novel mengatakan, sejauh ini ia belum dapat memastikan soal kepulangan Rizieq tersebut. “SP3 Polda Jabar belum bisa memulangkan Habib Rizieq dari Arab Saudi,” kata Novel.

Alasan Penghentian Kasus Rizieq Shihab

Adapun terkait alasan penghentian kasus Rizieq Shihab tersebut, Dirkrimun Polda Jawa Barat Kombes Umar S Fana menerangkan, hal itu terjadi karena kurangnya barang bukti. Karena itu, ia mengatakan, kasus ini tidak dapat dianggap sebagai sebuah tindakan pidana.

“Hasil penyidikan menyimpulkan kurang bukti. Statemen HRS ini kurang bukti untuk masuk pidana,” jelas Umar S Fana, Jumat (4/5).

Umar menerangkan, SP3 itu sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu. “Sudah lama, saya lupa Februari atau Maret 2018,” kata Umar.

Baca juga: Penjelasan Presiden Jokowi terkait Pertemuannya dengan PA 212

Umar mengatakan, kasus ini sendiri pernah diserahkan kepada Kejaksaan. Akan tetapi, Kejaksaan sendiri kemudian mengembalikan ke Polda Jabar guna melengkapi bukti-bukti.

Adapun sebelumnya, Tim 11 Ulama PA 212 bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Minggu (22/4). Sekretaris Tim 11 PA 212 Muhammad Al Khaththath mengatakan, dalam pertemuan itu, mereka meminta agar segala kasus yang menimpa Rizieq Shihab segera dihentikan.

Khaththath mengatakan, selama ini umat Islam sangat kecewa dan membenci Jokowi karena dianggap telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan para aktivis gerakan PA 212.

Karena itu, ia mengatakan, Jokowi harus membebaskan Rizieq dan membantu dia agar segera kembali ke Indonesia tanpa ada intimidasi apapun. Jika Jokowi tidak melakukan demikian, jelas Khaththath, hal itu pasti akan merugikan Jokowi.

“Sekarang saya kembalikan ke Presiden. Bapak yang merugi kalau tidak menghentikan kriminalisasi ulama. Selama Habib Rizieq masih berada di Mekah, dikriminalisasi, maka Presiden masih dibenci oleh umat,” jelas Khaththath seperti diberitakan CNN, Kamis (26/4).

Gerindra Bersyukur

Penghentian kasus Rizieq Shihab tersebut juga mendapat tanggapan dari pihak Partai Gerindra. Anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Andre Rosiade sendiri mengaku bersyukur atas langkah Polda Jabar tersebut.

“Kalau sudah di SP3 kasusnya Habib Rizieq tentu kami bersyukur, alhamdulillah mudah-mudahan kasus yang terindikasi kriminalisasi terhadap ulama juga bisa dihentikan semuanya,” jelas Andre, Jumat (4/5).

Baca juga: Ini Alasan Pengacara Rizieq Shihab Somasi Putri Soekarno

Selain itu, Andre juga mengatakan agar berbagai kecurigaan umat bahwa pemerintah sama sekali tidak pro terhadap ulama semestinya juga dihentikan.

“Artinya isu kriminalisasi ulama, isu pemerintah tidak dekat dengan ulama dan umat akhirnya bisa berhenti, hilang isu itu, sehingga kegaduhan bisa berhenti lalu habib (Rizieq) bisa pulang juga,” tutur Andre.

Akan tetapi, Andre juga mengharapkan agar semua kasus Rizieq dapat dihentikan agar ia dapat kembali ke tanah air. “Otomatis Habib Rizieq bisa pulang sehingga pendukung Habib Rizieq dan ulama tidak terus komplain kepada presiden,” pungkas Andre.*

COMMENTS