Pengembangan Bandara Internasional Komodo Akan Diprioritaskan

Pengembangan Bandara Internasional Komodo Akan Diprioritaskan

Landasan pacu Bandara Komodo ini, jelas Jelamu, akan diperpanjang sehingga pesawat berukuran besar dimungkinkan mendarat di sana. (Foto: Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo - ist)

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Pengembangan Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat akan menjadi prioritas pembangunan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mendukung terlaksananya penerbangan langsung internasional di daerah tersebut.

“Bandara Komodo merupakan prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena merupakan salah satu dari 10 daerah wisata unggulan nasional,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Ardu Jelamu di Kupang, Jumat (8/6).

Landasan pacu Bandara Komodo ini, jelas Jelamu, akan diperpanjang sehingga pesawat berukuran besar dimungkinkan mendarat di sana. Dengan demikian, wisatawan mancanegara dapat terbang secara langsung ke daerah tersebut.

Pengembangan Bandara Internasional ini tidak cuma dilakukan di Labuan Bajo. Semua destinasi wisata unggulan secara nasional juga bandaranya akan terus dikembangkan.

Baca juga: BTNK Soal Bandara Komodo Tahan Flora dan Fauna yang Dibawa Wisatawan

“Seperti Bandara Silangit di Sumatera Utara yang dikembangkan jadi bandara internasional karena daerah itu memiliki destinasi wisata Danau Toba yang merupakan bagian dari unggulan nasional,” jelas dia.

Jelamu mengatakan, seluruh layanan penerbangan internasional ke provinsi berbasis kepulauan tersebut masih menunggu kesiapan Bandara Komodo ini.

“Ketika selesai dikembangkan nanti, maka kami berharap penerbangan internasional seperti dari China, Jepang, Australia, dan lainnya segera masuk ke Labuan Bajo,” kata Jelamu.

“Layanan penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, juga sudah terkoneksi dengan NTT, kemudian untuk antardaerah sendiri di NTT juga sudah terhubung dengan 14 bandara aktif, yang masih kami nantikan itu hadirnya penerbangan internasional,” lanjut dia.

Buka Rute Penerbangan Baru dari dan ke Bandara Internasional Komodo

Pengembangan Bandara Internasional Komodo ini memang mesti segera diwujudkan. Sebab, dengan hal tersebut segala aktivitas penerbangan baik domestik maupun mancanegara dapat dengan mudah dilakukan. Apalagi diketahui bahwa rute penerbangan dari dan menuju Bandara di ujung Barat Pulau Flores ini akan terus bertambah.

Pada Mei lalu misalnya, manajer Lion Air Kupang Rynus Zebua telah mengusulkan pembukaan rute penerbangan dari Labuan Bajo menuju Makassar dan sebaliknya.

“Dua rute baru Labuan Bajo-Makassar dan Maumere-Makassar ini sudah kami usulkan ke managemen Lion Air pusat, jika disetujui maka bisa beroperasi mulai bulan depan (Juni 2018),” jelas Zebua di Kupang, Rabu (30/5).

Usulan pembukaan rute penerbangan itu, demikian Zebua, dilakukan dalam rangka menciptakan konektivitas antardaerah tersebut. Dengan demikian, akses antarwilayah itu dapat dengan mudah dilakukan.

Terkait usulan ini, mereka telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak seperti dengan para pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah terkait dukungan pasar untuk layanan penerbangan langsung dua rute baru tersebut.

Baca juga: Pada 2017, Wisata Komodo Raup Pendapatan Sebesar Rp 29,1 Miliar

Untuk mendukung penerbangan ini, jelas Zebua, manajemen group Lion Air di Jakarta dalam waktu dekat akan mendatangkan lima armada pesawat. Salah satu armada itu, jelas dia, akan ditempatkan di NTT dan direncanakan akan parkir di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Kami juga mengusulkan agar satu dari lima armada ditempatkan di NTT dan kemungkinan parkirnya di Labuan Bajo untuk mendukung layanan rute baru yang sudah diusulkan,” terang dia.

Saat ini, kata Zebua, jumlah armada pesawat dari group Lion Air yang diparkir di NTT sudah sebanyak lima armada. Dari lima armada tersebut, empat di antaranya parkir di Bandara El Tari Kupang dan satu di Ende, Flores.

“Jika usulan ini diterima managemen pusat maka jumlah armada yang parkir di sini sebanyak enam untuk mendukung konektivitas penerbangan di provinsi,” kata Zebua.

Adapun usulan pembukaan dua rute tersebut, jelas Zebua, dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan potensi pariwisata di NTT secara khusus di Labuan Bajo yang memiliki destinasi wisata Taman Nasional Komodo dan destinasi wisata Taman Laut di Maumere.

“Kami berharap usulan ini disetujui managemen pusat sehingga armada dan layanan rute baru ini bisa segera direalisasikan,” ujar Zebua.

Harus Didukung

Permintaan Lion Air untuk membuka dua rute penerbangan baru tersebut patut didukung mengingat hal itu memang dapat membantu persoalan pariwisata di NTT. Pemerintah daerah mesti menanggapi hal ini dengan baik apabila pariwisata di daerah berbasis kepulauan itu ingin berkembang.

Adapun soal pengembangan pariwisata ini, pada Jumat (25/5) lalu, anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT Yunus Takandewa juga sudah mendesak pemerintah pusat agar dapat membantu meningkatkan kamajuan pariwisata di daerah ini.

“Paling tidak, kegiatan pariwisata nasional yang akan dihelat di daerah, dilakukan launching secara nasional agar gaungnya lebih mendunia,” kata Yunus di Kupang.

Baca juga: Lion Air Usulkan Buka Rute Penerbangan Labuan Bajo – Makassar

“Kita berharap Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Pariwisata agar melakukan komunikasikan intensif dengan Pemerintah Pusat, sekiranya bisa mendukung pemerintah provinsi dalam mendorong beberapa kegiatan pariwisata daerah,” lanjut dia.

Menurut Yunus, NTT merupakan salah satu daerah potensial dalam bidang pariwisata untuk dipromosikan. Karena itu, permintaan agar Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian terhadap hal ini pasti akan diindahkan.

“Buktinya kehadiran Presiden Jokowi saat parade 1001 kuda dan festival tenun ikat 2017 yang lalu di Sumba merupakan dukungan politik pemerintah pusat bahwa pariwisata merupakan salah satu upaya pencapaian kesejahteraan rakyat,” tutur Yunus.

Daerah NTT, jelas Yunus, memiliki banyak kekayaan pariwisata baik dari alam maupun budaya. NTT, kata dia, mempunyai keunikan tersendiri seperti dengan adanya ragam budaya, sosial etnik, alam dan bahari.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat, Yunus optimis bahwa segala potensi pariwisata tersebut akan sangat berguna baik untuk kepentingan daerah maupun nasional.*

COMMENTS