Peduli Sejarah Indonesia, Universitas Flores Gelar Seminar Nasional

Peduli Sejarah Indonesia, Universitas Flores Gelar Seminar Nasional

Bangsa Indonesia memiliki sejarah yang sangat besar, baik sejarah nasional maupun sejarah lokal-kedaerahan. (Foto: Pemateri Seminar - ist).

ENDE, dawainusa.comPeduli dengan sejarah Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Universitas Flores-Ende menggelar seminar nasional dengan tema “Program Sejarah Berbasis Budaya menuju Indonesia Berwawasan Ipteks” di Aula Addon Longginus, Mautapaga, Ende, Sabtu (5/5). Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh sejumlah pembicara seperti Prof. Peter Carey, Prof. Herman Joebagio, M.Pd, dan Yosef Dentis, S.pd., M.A.

Dalam kesempatan itu,  Peter Carey mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah bangsa Indonesia. Ia mengatakan, bangsa Indonesia memiliki sejarah yang sangat besar, baik sejarah nasional maupun sejarah lokal-kedaerahan. Akan tetapi, terang Carey, penghargaan terhadap sejarah ini masih sangat kurang dan hal itu juga berdampak pada minimnya penelitian di bidang tersebut.

Baca juga: Revitalisasi Peran Kaum Muda: Kembalikan Pesan Sejarah yang Terabaikan

Untuk itu, Carey meminta agar semua pihak secara khusus para mahasiswa agar dapat menggali sejarah bangsa Indonesia tersebut. Ia mengatakan, semua mahasiswa mesti terus mempertanyakan asal muasal segala sesuatu yang terkait dengan sejarah bangsa Indonesia dan mesti melatih diri untuk mengurainya dalam bentuk tulisan sederhana.

“Kita bisa membangkitkan selera (penelitian sejarah) mahasiswa dengan membuat semacam tantangan, seumpanya ada nama jalan, nama wilayah, itu asal dari mana?,” kata Carey.

Peran Penulisan Sejarah Indonesia

Senada dengan Carey, Hermanu Jeobagio juga menekankan tentang pentingnya penulisan sejarah Indonesia. Ia mengatakan, penulisan sejarah Indonesia memiliki peran penting untuk mewacanakan secara terus menerus tentang hakekat negara Indonesia sebagai sebuah bangsa yang majemuk dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

Saat ini, demikian Jeobagio, semangat Bhineka Tunggal Ika dan kemajemukan di Indonesia sudah semakin terancam akibat gelombang globalisasi dan arus postmodernisme. Karena itu, ia menegaskan, penulisan sejarah menjadi sangat penting agar seluruh anak bangsa dapat tercerahkan serta mampu secara terus menerus menjiwai semangat Kebhinekaan.

Apabila setiap anak bangsa menjiwai semangat ini, demikian Jeobagio, bangsa Indonesia dijamin pasti akan bertumbuh dewasa serta mampu menjaga keharmonisan di antara sesama, menjunjung tinggi sikap tanpa kekerasan (non-violence), bersedia dikritik dan mampu menerima perbedaan pendapat.

Baca juga: Hadapi Tantangan Global dengan ‘Rumah Budaya Satu-Satu’

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores-Ende Yosef Dentis menekankan tentang profesionalisme dalam pengajaran sejarah. Ia mengatakan, profesionalisme tersebut mesti ditopang dengan penguasaan ilmu secara komprehensif dan strategis.

Dentis menerangkan, untuk dapat menguasai ilmu sejarah secara komprehensif, diperlukan pendidikan spesialisasi yang di dalamnya bukan hanya merekam berbagai fakta sejarah, tetapi juga terkait dengan penguasaan filsafat sejarah, teori sejarah, metode penelitian, penulisan sejarah dan konsep-konsep sejarah.

Selain itu, ia juga menambahkan, penguasaan ilmu juga mesti dilengkapi dengan strategi pengajaran. Hal itu, terang Dentis, dilakukan agar kegiatan atau proses transfer ilmu pengetahuan dapat dengan mudah dilakukan.

Adapun kegiatan seminar ini sendiri diapresiasi oleh Dentis. Ia mengatakan, kegiatan-kegiatan ilmiah seperti ini mesti sering dilakukan agar setiap dosen dan mahasiswa selalu diasah dan dicerahkan. “Ilmu pengetahuan itu selalu baru sehingga (kegiatan ilmiah) menjadi daya dorong, lebih khusus kepada mereka yang disiapkan sebagai pengajar,” kata Dentis saat ditemui Dawai Nusa usai seminar tersebut.*(AR).

COMMENTS