PDIP Lirik AHY Jadi Cawapres, PSI Usulkan Jadi Menteri Pertahanan

PDIP Lirik AHY Jadi Cawapres, PSI Usulkan Jadi Menteri Pertahanan

Selain AHY, terdapat dua nama lain yang diusulkan sebagai menteri pertahanan yakni pengamat militer Andi Widjajanto dan guru besar hukum internasional Hikmahanto Juwana. (Foto: AHY & Annisa Pohan - Merdeka.com)

JAKARTA, dawainusa.com Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diusulkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menduduki posisi menteri Pertahanan. Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan, latar belakang AHY di bidang militer, sangat mumpuni untuk mengurus masalah pertahanan.

“Bukan hanya cawapres, kami juga usulkan nama-nama untuk mengisi susunan kabinet,” ujarnya di kantor DPP PSI Jakarta, Minggu (25/3).

Selain AHY, terdapat dua nama lain yang diusulkan sebagai menteri pertahanan yakni pengamat militer Andi Widjajanto dan guru besar hukum internasional Hikmahanto Juwana.

Baca juga: AHY Akui Jokowi Kandidat Terkuat, Sinyal Koalisi Demokrat?

“Selain untuk menteri pertahanan, kami juga usulkan nama-nama untuk mengisi kementerian lainnya,” katanya.

Nama yang muncul di antaranya yakni Ketua Umum PPP Romahurmuziy untuk mengisi jabatan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Djarot Syaiful Hidayat untuk Menteri Dalam Negeri, Rosiana Silalahi untuk Menteri Komunikasi dan Informatika, Ridwan Kamil untuk Menteri PUPR, dan Erick Thohir untuk Menteri Olahraga.

Selain jabatan menteri, PSI juga mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi jabatan kepala non kementerian mulai dari politikus PDIP Maruarar Sirait untuk Kepala Staf Presiden hingga hakim agung Artidjo Alkostar untuk jaksa agung.

“Kami juga mengusulkan perubahan nomenklatur beberapa kementerian terkait tugas dan tanggung jawabnya,” ucap Antoni.

PDIP Lirik AHY jadi Cawapres

Sebelumnya pada Februari lalu, PDIP mengakui partainya turut melirik kandidat calon wakil presiden dari Partai Demokrat yakni AHY untuk mendampingi Jokowi di 2019 mendatang.

“Partai Demokrat kan salah satu partai yang artinya kita liat sebagai partai nominasi yang cukup besar di republik ini, yang dalam artian mereka udah punya calon juga ya nanti akan muncul dalam dialog atau diskusi-diskusi,” ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira.

Baca juga: Ngaku Siap Jadi Cawapres, Akankah Hary Tanoe Dipilih Jokowi?

Menurut Andreas, nama AHY belum begitu teruji di kancah nasional. Namun, AHY cukup menarik perhatian ketika maju sebagai calon gubernur di DKI lalu. Maka itu, PDIP masih memperhitungkan kans kemenangan apakah dapat mendongkrak suara apabila diduetkan dengan Jokowi.

“Saya kira pak AHY sudah pernah mencoba Pilgub DKI dan proses ini juga masyarakat sudah melihat siapa AHY tapi kita lihatlah ke depannya apakah cukup dalam kapasitas menghadapi pencapresan yang jauh lebih besar kita lihat nanti,” kata dia.

Meski demikian, dalam menentukan cawapres, PDIP tak hanya menghitung elektabilitas semata. Meski, hal itu krusial apabila berbicara elektoral. Andreas menuturkan ada kriteria lain yaitu terkait regenerasi tokoh. Hal itu penting sebab cawapres nanti berpotensi menjadi pimpinan tertinggi berikutnya.*

COMMENTS