Pantau Hasil Hitung Cepat Pilgub NTT 2018 Versi KPU

Pantau Hasil Hitung Cepat Pilgub NTT 2018 Versi KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyediakan halaman khusus untuk memantau Hitung Cepat (Quick Count) Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018. (Foto: Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum - Ist.)

KUPANG, dawainusa.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyediakan halaman khusus untuk memantau Hitung Cepat (Quick Count) Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018.

Halaman ini disediakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada, terutama di wilayah NTT.

Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri Model C1 apa adanya. Hasil pada hitung cepat pilgub NTT ini merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.

Silahkan klik link berikut ini untuk mengakses halaman Hitung Cepat (Quick Count) versi resmi KPU:

Hasil Hitung Cepat Pilgub NTT 2018

 

Lima Lembaga Quick Count yang Terdaftar di KPU

Sebelummya diberitakan, setidaknya ada lima lembaga hitung cepat (quick count) yang telah mendaftar diri ke KPU NTT. Kelima lembaga tersebut ialah Indo Barometer, Losta Institute, Saiful Mujani Research and Consulting, PT. Indikator (politik Indonesia) dan Jaringan Suara Indonesia.

Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, pihaknya telah mendapat pemberitahuan resmi dari lembaga-lembaga tersebut untuk melakukan quick count pada hari “H”.

Baca juga: Pilgub di NTT, Ini Lima Lembaga Quick Count yang Terdaftar di KPU

“Kita sudah terima pemberitahuan resmi dari lembaga-lembaga itu. Mereka bersedia untuk melakukan perhitungan cepat atau quick count pada hari H pilgub NTT,” kata Maryanti di Kupang, Senin (25/6).

Menurut Maryanti, sebenarnya sudah ada enam lembaga perhitungan cepat yang mendaftar di KPU. Namun sampai saat ini, hanya lima lembaga tersebut yang administrasinya telah lengkap. “Sedangkan satunya belum, sehingga yang telah lengkap administrasinya hanya lima lembaga,” paparnya.

Dikatakan Maryanti, sebelum melakukan tugas, pihaknya perlu melakukan pertemuan dengan lembaga tersebut, sehingga bisa diketahui apa saja yang harus dilakukan oleh lembaga itu dan apa saja yang tidak boleh.

“KPU NTT akan melakukan pertemuan dengan lembaga hitung cepat atau quick count. Pertemuan ini untuk membahas hal-hal apa yang dilakukan lembaga itu dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan,” katanya.

Lembaga Pemantau Pilgub NTT

Sementara, untuk lembaga pemantau, Maryanti mengatakan, ada satu lembaga untuk pemantau, yakni Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung (APPeK). “Jadi sampai saat ini lembaga pemantau yang sudah ‎mendaftar itu baru satu saja, yakni Bengkel APPeK,” katanya.

Ia mengatakan, pemantauan oleh Bengkel APPeK itu secara swadaya dan disesuaikan dengan sumber daya yang mereka miliki.

“Lembaga ini selalu lakukan pemantauan pilkada termasuk pilkada Kota Kupang dan di beberapa daerah. Jadi untuk sementara lembaga pemantau yang sudah resmi daftar itu adalah Bengkel APPeK,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Pemilihan Gubernur, Ini Permintaan Ketua DPRD NTT

Terpisah, Direktur Bengkel APPeK Vinsen Bureni yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, pihaknya adalah salah satu lembaga yang melakukan pemantauan pilgub NTT.

“Inti pemantauan kita selalu sesuaikan dengan isu-isu yang dominan dan berkembang di masyarakat terkait pilgub. Selain itu juga kita melihat perbandingan dengan isu-isu pilkada sebelumnya,” kata Vinsen.

Vinsen menambahkan, dalam pemantauan, pihaknya juga turut memberikan pencerahan terhadap masyarakat dalam berpolitik.*

COMMENTS