Novanto Sebut Puan dan Pramono Terlibat, Made Oka: Itu Tidak Benar

Novanto Sebut Puan dan Pramono Terlibat, Made Oka: Itu Tidak Benar

Made Oka Masagung membatah pernyataan Setya Novanto terkait dirinya memberikan uang korupsi e-KTP kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Foto: Made Oka dan Setya Novanto - Ist).

JAKARTA, dawainusa.com  Pengusaha dan tersangka korupsi e-KTP Made Oka Masagung membatah pernyataan Setya Novanto terkait dirinya memberikan uang korupsi e-KTP kepada Puan Maharani dan Pramono Anung masing-masing senilai 500 ribu dolar Amerika Serikat.

“Kalau menurut klien saya yang pernyataan Setnov di muka pengadilan minggu yang lalu itu tidak benar,” kata pengacara Made Oka, Bambang Hartono, saat mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, sebagaimana diberitakan Kompas.comSenin (26/3).

Baca juga: Skandal E-KTP: Novanto Sebut Puan Maharani Ikut Terima Uang

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3) lalu, Novanto menyebut Menko Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Puan Maharani dan Menteri Setraris Kabinet Pramono Anung ikut menerima aliran dana korupsi e-KTP.

Hal itu disampaikannya setelah mendengar keterangan dari Made Oka Masagung. “Bu Puan Maharani Ketua Fraksi PDI-P dan Pramono adalah 500.000. Itu keterangan Made Oka,” ujar Novanto kepada majelis hakim, Kamis (22/3).

Adapun Novanto adalah terdakwa skandal mega proyek pembuatan e-KTP. Proyek tersebut diduga merugikan keuangan negara senilai  Rp3,2 triliun dari total proyek senilai Rp5,9 triliun.

Made Oka Tidak Pernah ke Rumah Novanto

Selain membantah tuduhan adanya aliran dana haram ke dua politisi PDIP tersebut, Made Oka, sebagaimana disampaikan Bambang, juga membantah adanya pertemuan Made Oka dan Setya Novanto di rumah mantan Ketua DPR RI itu. “Tidak ada, kan itu bulan Oktober 2012 tidak pernah ke rumah Novanto,” ujar Bambang.

Sementara, ketika ditanyai apa maksud Setya Novanto menyebut dua politisi partai pemenang Pemilu tahun 2014 lalu itu, Bambang menjawab tidak tahu.

Baca juga: Korupsi e-KTP: Disebut Novanto, Menseskab Pramono Anung Berang

Menurut dia, itu hak Novanto dan untuk kepentingannya sendiri. Ia menyebut, dirinya dan klien masih fokus dengan masalah yang dihadapi dan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

“Saya enggak tahu, itukan haknya Beliau. Apakah yang dikatakan itu benar atau tidak, yang penting kami akan terus sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Puan dan Pramono Membantah

Sebelum Made Oka membantah pernyataan Novanto, Puan Maharani dan Pramono Anung  telah terlebih dahulu membantah pernyataan mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Keduanya sepakat mengatakan pernyataan Novanto itu tidak benar.

“Periode 2009-2014, saya pimpinan DPR yang membawahi dan mengkoordinasikan Komisi IV sampai dengan Komisi VII. Sama sekali tidak berhubungan dengan Komisi II dan juga sama sekali tidak berhubungan dengan Badan Anggaran,” ujar Pramono di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (22/3).

Berdasarkan jalur tugas tersebut, ia menilai, tidak logis jika dirinya disebutkan ikut menerima dana haram tersebut. Pasalnya, menurut dia, secara logika, orang atau pejabat diberi uang sesuai dengan jabatan yang diembannya.

Baca juga: Korupsi E-KTP, Demokrat dan PDIP Saling Serang

“Logikanya, kalau ada yang memberi (uang), pasti yang berkaitan dengan jabatan dan kedudukannya. Dalam hal ini, saya tidak pernah ngomong satu katapun yang berkaitan atau berurusan dengan e-KTP,” terang Menseskab itu.

Sementara, Puan Maharani juga mengatakan hal yang sama. “Ini merupakan masalah hukum dan tentu saja harusnya didasarkan pada fakta-fakta hukum yang ada. Bukan katanya-katanya. Jadi, itu tidak benar apa yang disampaikan Pak Setya Novanto,” tutur Puan di Kantor Menko PMK, Jumat (23/3).

Diketahui, Pramono dan Puan tidak termasuk dalam daftar penerima aliran dana korupsi e-KTP yang disusun jaksa KPK dalam dakwaan. Keduanya juga belum pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK.*

COMMENTS