Ngaku Siap Jadi Cawapres, Akankah Hary Tanoe Dipilih Jokowi?

Ngaku Siap Jadi Cawapres, Akankah Hary Tanoe Dipilih Jokowi?

Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia Hari Tanoesoedibjo menyatakan siap menjadi calon wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada 2019 mendatang. (Foto: Hari Tanoesoedibjo - kompas.com)

JAKARTA, dawainusa.com Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia Hari Tanoesoedibjo menyatakan siap menjadi calon wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada 2019 mendatang.

Bos MNC Gorup itu mengaku, kesiap-sediaannya untuk dipasangkan sebagai cawapres Jokowi bukan karena ambisi kekuasaaan. Tetapi sebagai prajurit, dia menegaskan, dirinya siap kalau diminta.

Mantan sekretaris Jenderal (sekjed) Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura) itu juga menuturkan akan legowo jika ada figur yang lebih baik darinya untuk mendampingi Jokowi. Dia tidak mempersoalkan jika mantan walikota Solo itu tidak memilih dirinya di kemudian hari.

Baca juga: Digadang Jadi Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Sombong Kalau Tidak Mau

“Kita ini kan prajurit, tidak ada ambisi pribadi. Kalau itu tugas siap. Tapi kalau ada yang lebih baik silakan,” ujar Hary Tanoe usai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Perindo di Assembly Hall JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018) malam, sebagaimana diberitakan tempo.co.

Adapund dalam rapimnas ini, hadir juga Presiden RI Joko Widodo yang turut membuka acara, Menkopolhukam Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hingga Wakil Ketua MPR Mahyudin. Selain itu, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno juga hadir dalam rapimnas yang digelar pada 21-22 Maret ini.

Usung Jokowi, Bukan Karena Transaksi Politik

Dalam kesempatan Rapimnas tersebut, Hary Tanoesoedibjo sebagai ketua umum partai yang masih seumuran jagung itu mendeklarasikan  dukungan untuk mencalonkan kembali Jokowi sebegai presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024.

“Pada acara rapimnas ini kami ingin meneguhkan kembali untuk mencalonkan kembali Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden di dalam pesta demokrasi tahun 2019,” kata pria kelahiran tahun 1965 itu.

Baca juga: Presiden PKS Sebut Prabowo Pernah Ditawari Jokowi Jadi Cawapres

Adapun dukungan itu, ujar Hary Tanoe, bukan karena transaksi politik dengan mantan Gubernur DKi Jakarta (2012-2014I itu dengan Perindo. Menurut dia,  alasan partainya mendukung Jokowi untuk  kembali menahkodai Republik ini untuk memastikan program yang telah berjalan baik selama ini dilanjutkan.

“Alasannya, dalam melakukan pembangunan, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia, tidak bisa dirampungkan hanya dalam satu periode. Seperti membangun perusahaan, menata itu pada tahun keempat baru kelihatan. Jadi lebih bijaksana mendukung yang sudah dilakukan,” kata dia.

Hary Tanoe memuji Jokowi sebagai pemipin dan politik yang jujurdan beritikad baik untuk membangun Indonesia. Dua karakter itu, jelas Hary Tanoe, sangat penting untuk membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang besar dan maju.

Akankah Hary Tanoe Dipilih Jokowi?

Posisi sebagai calon wakil presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang bagaikan kursi emas. Banyak yang merebutnya, ada yang menyatakan secara terang-terangan dan ada pula yang masih mallu-malu tapi mau?

Akankah Hary Tanoe yang sudah menyatakan siap  maju dipilih Jokowi? Hanya Jokowi dan orang-orang lingkaran dekat Jokowi yang bisa menjawab. Akan tetapi sejauh ini, sudah banyak tokoh yang sudah digadang-gadang mendampingi Jokowi. Nama-nama tersebut disebut ooleh berbagai media dan lembaga survei.

Baca juga: Jokowi Diancam Soal Cawapres, PDIP Layangkan Kritikan Tajam

Adapun nama-nama yang dipasangkan dengan Jokowi untuk Pilpres 2019 mendatang antara lain, dari kalangan partai politik, yakni Puan Maharani (politisi PDIP), Airlangga Hartarto (Ketum Golkar), Muhaimin Iskandar (ketum PKB), Agus Harimurti Yudhoyono (politis Demokrat), Romihurmuziy (ketum PPP), Wiranto (ketua dewan Pembina Hanura), dan Harry Tanoesoedibjo.

Semntara dari kalangan militer dan profersional muncul nama-nama, seperti Jend (purn) Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Prof. Dr. Mahfud MD (mantan ketua Mahkamah Konstitusi), dan Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan).*

COMMENTS