Menteri Luhut Soroti Persoalan Sampah dan Toilet di Labuan Bajo

Menteri Luhut Soroti Persoalan Sampah dan Toilet di Labuan Bajo

Persoalan sampah dan toilet menjadi sorotan Menteri Luhut saat melakukan kunjungan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Jenderal (purn) Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke Labuan Bajo - Tribunnews).

LABUAN BAJO, dawainusa.com Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Jenderal (purn) Luhut Binsar Panjaitan soroti persoalan sampah dan toilet di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu disampaikan orang dekat lingkaran istana itu dalam kunjungannya ke Labuan Bajo, Selasa (20/2).

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ini melakukan kunjungan ke Labuan Bajo dalam rangka memimpin rapat persiapan menyambut International Meeting Forum (IMF) World Bank pada Oktober 2018 mendatang.

Baca juga: Labuan Bajo Darurat Sampah, KLHK Turun Tangan

Menurut Luhut, sebagai salah satu destinasi wisata dunia, menyelesaikan persoalan sampah dan toilet tidak bisa ditawar. Kebersihan, kata dia, menjadi faktor penting agar destinasi wisata di ujung barat Nusa Bunga itu berkualitas dan menarik dikunjungi.

Kedatanganya ke Labuan Bajo, tambah Luhut, antara lain mengecek persoalan sampah dan toilet tersebut. Ia mau melihat apa yang harus diperbaiki sebelum International Meeting Forum (IMF) digelar.

“Saya mau lihat persiapan turisnya. Karena sudah kita rapatkan di Jakarta, sekarang kita mau lihat apa yang harus kita perbaiki di sini. Kemarin kami sudah ke Mandalika dan Banyuwangi,” ucap Luhut di Labuan Bajo, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (20/3).

Sanksi Tegas, Cara Atasi Persoalan Sampah

Menurut Luhut, Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat (Mabar) mesti segera mengatasi persoalan terebut. Mantan Kepala Staf Kpresidenan (KSP) itu mengatakan, mengatasi persoalan sampah di Labuan Bajo, salah satunya dengan memberi sanksi tegas terhadap masyarakat yang doyan membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Pak Bupati, ada baiknya juga untuk menerapkan sanksi bagi mereka yang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Luhut ketika melihat sampah rumah tangga di wilayah pantai.

Baca juga: Jelang Annual Meeting IMF-WB, Sampah di Labuan Bajo Segera Ditangani

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemda Mabar termasuk Bupati Mabar Agustinus Ch Dula turut hadir dan ikut mendampingi Luhut dalam kesempatan tersebut.

Adapun selama berada di Labuan Bajo, Menteri Luhut meninjau sejumlah titik lokasi, antara lain Puncak Waringin, Kuliner Kampung Ujung, Pulau Messah, TPA Golo Bilas, RSUD Komodo, Pelabuhan dan Pelataran Hotel.

“Beliau selama di Labuan Bajo akan memantau beberapa titik, seperti Puncak Waringin, Kuliner Kampung Ujung, Pulau Messah, TPA Golo Bilas, RSUD Komodo, Pelabuhan dan inap di Pelataran Hotel,” kata Kepala Bagian Umum Mabar Sipri Adi Rambu di Labuan Bajo, Selasa (20/39).

Labuan Bajo dan Masalah Sampah

Seiring kemajuan dan peningkatan jumlah penduduk di Labuan Bajo, selama itu pula berbagai persoalan terjadi. Demikian halnya dengan persoalan sampah. Sampah memang bukan persoalan baru, hanya saja Pemda setempat masih gagal dan gagap.

Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) mencatat produksi sampah di sekitar Kawasan TNK sudah pada titik yang menggelikan. Total sampah setiap hari sekitar 650 kilogram.

Perinciannya, yakni 27 persen sampah plastik, 29 persen sampah kertas, satu persen sampah kaca atau gelas, satu persen sisa makanan, dan 41 persen sampah residu atau sisa bangunan dari aktivitas konstruksi.

Baca juga: Menteri Susi: Indonesia Sumbang Sampah Laut Terbesar Kedua di Dunia

Pada 22 Januari lalu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menangani masalah sampah di daerah wisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Dalam menangani sampah itu, sebut Marius, KLHK bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia.

Sementara itu , data World  Wildlife Found (WWF) dan kajian tim penyusun rencana pengelolaan pada  tahun 2016 menyebutkan, rata-rata timbunan sampah di kota Labuan Bajo mencapai 112,4 m3/hari atau setara dengan 12,8 ton/hari. Dari jumlah itu, sebesar 33% adalah sampah anorganik daur ulang atau yang bernilai ekonomis.*

COMMENTS