Menhan Soal Ultimatum Perang OPM: Ya Perang Aja, Masa Makan Soto

Menhan Soal Ultimatum Perang OPM: Ya Perang Aja, Masa Makan Soto

Merespon ultimatum perang OPM, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak takut dan siap menantang Gerakan Separatis Operasi Papua Merdeka itu. (Photo :Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNPB, G.Lekkagak Telenggen- Youtube)

JAKARTA, dawainusa.com Merespon ultimatum perang OPM, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak takut dan siap menantang Gerakan Separatis Operasi Papua Merdeka itu. Menurut Ryamizard, kekuatan militer Indonesia lebih kuat dibandingkan kekuatan militer OPM.

“Mereka (OPM) ajak perang? Ya perang aja. Orang ajak perang masa makan soto sih,” kelakar Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (2 8/3).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyebut, ultimatum perang ini merupakan tugas TNI karena sudah mengancam keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Simpang Siur Kabar TPN-OPM Sandera Warga, Ini Kata PP PMKRI

“Pokoknya kalau keselamatan bangsa kemudian kedaulatan rakyat, keutuhan bangsa terganggu itu urusan tentara,” kata Ryamizard.

Ryamizard percaya diri TNI dapat menanggulangi ancaman ini dengan mudah. Ia yakin dengan kekuatan militer TNI yang berjumlah setidaknya 800 ribu personel aktif bisa melumpuhkan kekuatan OPM dengan mudah.

“Mereka (OPM), mah, kecil. Malu sama veteran kalau saya tidak berani,” ujar Ryamizard sambil menjentikkan jari.

Pasukan tempur OPM

Pasukan tempur OPM (Foto: viva,co)

Ultimatum Perang OPM

Sebelumnya, OPM mengeluarkan ultimatum perang untuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Seperti dikutip Dawainusa Rabu, 28 Maret 2018, di situs resmi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), ultimatum perang OPM tersebut dibacakan G. Lekkagak Telenggen.

Lekkagak sendiri baru dilantik sebagai Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNPB, pada 2 Februari 2018, di Markas Kimagi, Distrik Yambi, Puncakjaya, Papua.

Baca juga: Diduga Kenakan Pin Bergambar Bintang Kejora, Filep Karma Sempat Diamankan

Pembacaan ultimatum itu diunggah TPNPB di akun YouTube resminya. Dalam rekaman video, terlihat ultimatum dibacakan secara resmi dengan latar belakang bendera Bintang Kejora dan dikawal puluhan anggota OPM bersenjata laras panjang.

“Perang jangan berhenti, perang harus tanpa intervensi internasional di Papua. Ultimatum perang, saya sudah umumkan. Jadi, perang harus dilakukan di mana saya, di Papua. Ketentuan, aturan perang kita sudah keluarkan itu. Panglima TNI, Polda harus tunduk pada aturan itu, TPN di seluruh Papua, perang harus berdasarkan aturan ini. Tujuan, kami ingin perang lawan TNI, Polri sudah tecantum dalam aturan TPN,” kata Lekkagak.

OPM saat mengibarkan Bendera Bintang Kejora (Foto: viva.com)

OPM saat mengibarkan Bendera Bintang Kejora (Foto: viva.co)

Kekuatan Pasukan Tempur

Dalam ultimatum perang OPM tersebut, TPNPB juga mengklaim memiliki pasukan tempur yang mampu merepotkan TNI dan Polri. Bahkan, mereka menyatakan telah menyiapkan senjata dan aturan berperang.

“Kami siap layani mereka (TNI dan Polri), mereka siapkan ribuan personel, saya juga siap ribuan, mereka bawa berapa ratusan senjata saya juga siap, kami siap lawan, demi kemerdekaan Papua,” tegas Lekkagak.

Baca juga: Kapolri: Tahun 2017 Kontak Senjata dan Bentrok Massa Paling Banyak di Papua

Jika diamati pada situs separatis ini, memang mereka memiliki pasukan tempur. Hanya saja jumlahnya tak sampai ribuan personel. Tapi, dari serangkaian foto yang disiarkan, terlihat jelas TPNPB telah menyiapkan diri untuk perang. Terbukti pasukan TPNPB sudah memegang senjata api.

Terlihat ada berbagai jenis senjata yang mereka miliki, mulai dari senjata laras panjang hingga jenis pistol. Senjata laras panjang yang dimiliki pasukan TPNPB seperti AK 47, M1, M14 hingga SS1.

Lalu dari mana senjata-senjata mereka dapatkan? Berdasarkan pengakuan Lekkagak, mereka mendapatkan senjata-senjata itu dengan cara merampasnya dari prajurit TNI dan personel Polri.

“Musuh kami adalah TNI Polri, jadi pasukan TPNPB yang tembak TNI, senjata sudah jadi milik kami. Senjata dan amunisi TNI POLRI itu gudang senjata kami, dan senjata yang sudah rampas tidak akan kembalikan, itu sudah menjadi milik TPNPB,” kata Lekkagak.*

Simak rekaman Ultimatum OPM:

COMMENTS