Mengintip Sosok Cawapres yang Bakal Mendampingi Prabowo

Mengintip Sosok Cawapres yang Bakal Mendampingi Prabowo

Anies Baswedan menjadi salah satu nama yang dinilai sebagai jalan tengah cawapres untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang. (Foto: Prabowo Subianto - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi salah satu nama yang dinilai sebagai jalan tengah calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang.

Meskipun sebelumnya, Anies masih enggan untuk berkomentar banyak terkait hal tersebut, beberapa hari terakhir, sinyal Anies untuk terjun ke gelanggang pilpres semakin menguat. Pertemuan Anies dan Jusuf Kalla beberapa waktu lalu menjadi sebuah isyarat.

Partai Gerindra pun sangat serius mempertimbangkan posisi mantan menteri pendidikan itu sebagai kandidat kuat dalam bursa cawapres Prabowo Subianto. Hal tersebut kembali dipertegas Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Baca juga: Pilpres 2019, Demokrat Wacanakan Duet Anies-AHY

Riza mengatakan, Partai Gerindra serius mempertimbangkan Anies Baswedan sebagai kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Posisi Prabowo memang sulit digeser sebagai capres, sebab sejauh ini tak ada nama lain dari Gerindra untuk mengusung capres selain Prabowo.

“Insya Allah nama capres yang akan diusung hanya nama Pak Prabowo. Terkait Anies Baswedan ya memang cawapres potensial dan serius yang kami pertimbangkan,” kata Riza di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/7).

Nama-nama Potensial

Menurut Riza, ada beberapa nama yang mencuat ke publik dan sangat potensial menjadi cawapres Prabowo di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ahmad Heriyawan dari PKS.

Riza menambahkan, AHY memang diusulkan Demokrat kepada Prabowo untuk menjadi cawapres. Namun usulan itu disebutnya tak akan mengganggu komunikasi partainya dengan calon partai koalisi.

Baca juga: Pilpres 2019, KSPI Putuskan Dukung Prabowo dan Rizal Ramli

Menurut dia, usulan AHY dari Demokrat merupakan hal biasa seperti halnya partai-partai lain yang mendorong kadernya untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo.

Nama AHY mulai dipertimbangkan Prabowo setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade bertemu dengan Wakil Kerua Umum Demokrat Syarif Hasan. Dalam pertemuan itu, Demokrat akan berkoalisi dengan Gerindra asal AHY menjadi cawapres Prabowo.

“Itu kan biasa. semua partai ingin mendorong semua kadernya, seperti PKS dorong sembilan nama, PAN satu nama, bahkan mejadi empat nama. Itu kita hormati. Kemudian Demokrat dorong AHY sudah, selama ini memang belakangan AHY, itu biasa,” ujar Riza.

Partai Gerindra, demikian Riza, bakal tetap membangun koalisi dengan partai politik yang dianggap sudah dekat dengan partainya. Dua partai tersebut adalah PKS dan PAN.

Beberapa hari terakhir, PAN cukup intens membangun komunikasi dengan Gerindra. Nama Ketua Umum PAN Zulkifli Hazan menjadi sorotan. Ia dinilai sebagai jalan tengah yang mampu ‘meluluhkan’ hati PKS.

“Kalau misalkan PAN Gerindra sepakat mengusung Prabowo-Bang Zul, saya kira PKS Insya Allah akan ikut,” ungkap Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Selasa (10/7).

Komunikasi dengan Demokrat Semakin Kuat

Riza mengklaim, komunikasi politik antara Gerindra dengan Demokrat sampai saat ini sudah semakin kuat. Kemungkinan koalisi pun semakin besar.

Sinyal ini memang menguat pasca pertemuan antara AHY dan Sandiaga Uno yang merupakan Ketua Pemenenangan Pemilu Gerindra, pada April lalu.

“Yang pasti kita akan membangun koalisi yang sudah dekat Gerindra dengan PKS, dengan PAN, Alhamdulillah sekarang ini semakin kuat juga dengan Demokrat, jadi kita mudah-mudajan hampir pasti dengan partai ini,” kata dia.

Baca juga: Soal Pilpres 2019, Ini Permintaan Ketum PBNU Kepada Jokowi

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengatakan, Prabowo menyatakan siap menerima AHY sebagai cawapresnya di Pilpres 2019. Hal tersebut disampaikan Syarief saat bertemu Prabowo, Kamis (5/7) lalu.

“Di situ Pak Prabowo dengan tegas menyatakan siap berkoalisi dengan Demokrat dan siap menerima AHY sebagai cawapres Pak Prabowo,” kata Syarief di DPR, Senin (9/7).

Dari beberapa nama di atas, siapakah yang paling berpeluang bakal mendampingi Prabowo sebagai cawapres di Pilpres mendatang? Kita menunggu peta konstelasi terakhir, kepada siapakah hati Prabowo tertambat.*

COMMENTS