Menanti Hasil Autopsi, Berharap Pelaku Penembakan Segera Ditangkap

Menanti Hasil Autopsi, Berharap Pelaku Penembakan Segera Ditangkap

Meski sempat dihadang untuk dimintai pernyataan pers, Tim Labfor berhasil merangsek keluar menuju kendaraan tanpa memberi keterangan sedikitpun. (Foto: Perwakilan keluarga berdiskusi dengan Kapolres Manggarai sebelum autopsi berlansung - dawainusa/Elvis Yunani)

RUTENG, dawainusa.com Minggu (8/4) sore, ratusan orang berkumpul di halaman kamar jenasah RSUD Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Hari makin gelap. Jumlah mereka pun kian bertambah dari sebelumnya dan seketika juga memadati tempat itu.

Sebagian berkumpul di halaman kamar jenazah, sebagian lagi berdiri di sekitar Jln. Van Mbekum yang terbentang di depan RSUD Ben Mboi. Mereka adalah kerabat Fredy, korban penembakan misterius di Karot, Kecamatan Langke Rembong pada 27 April lalu yang telah meninggal dunia pada 7 April setelah 12 hari dirawat tim medis.

Di tengah kerumunan itu, selain keluarga dan kerabat Fredy, terlihat juga beberapa aktivis mahasiswa dari PMKRI, LMND, dan rohaniwan Katolik yang berempati dengan kasus yang menimpa Fredy.

Baca juga: Fredy Telah Pergi, Pelaku Penembakan Masih Misterius

Hampir tak ada senyuman yang nampak dari raut wajah mereka. Semua tatapan mengarah ke pintu kamar jenazah, tempat Fredy disemayamkan. Sebagian juga ada yang bercerita mengenang korban yang dikenal ulet dan tak banyak tingkah itu.

Autopsi Berlansung Tertutup, Keluarga Saksi Dihadirkan

Setelah sekian lama menunggu kehadiran Tim Labfor dari Polda Bali, tepat pukul 20:15 WITA tim yang datang bersama Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Steny Lapian akhirnya tiba di kamar jenazah tempat autopsi berlangsung.

Jumlah kerabat yang menyambangi lokasi itu semakin banyak. Di dalam ruang otopsi hanya beberapa aparat kepolisian serta tim medis yang diijinkan masuk. Selain aparat dan tim medis, dua orang mewakili keluarga juga diijinkan masuk untuk mengikuti proses bedah.

Salah satu dari perwakilan keluarga adalah Rafael Nampang Tampa, sementara yang satu lagi adalah anggota Polres Manggarai yang juga keluarga Fredy.

Pantauan Dawai Nusa, proses autopsi berlansung tertutup. Sementara kerabat dan warga yang hadir hanya bisa melihat melalui jendela, karena proses pengangkatan proyektil yang bersarang di kepala Fredy berlansung di ruang tertutup.

Autopsi Selesai, Saksi Keluarga dan Tim Labfor Bungkam?

Sekitar pukul 22.45, proses autopsi selesai. Awak media dan keluarga sudah bersiaga di pintu keluar sambil berharap mendapat informasi dari tim yang mengikuti proses tersebut.

Harapan awak media dan keluarga sirna. Meski sempat dihadang untuk dimintai pernyataan pers, Tim Labfor berhasil merangsek keluar menuju kendaraan tanpa memberi keterangan sedikitpun.

Baca juga: Jerit Hati dan Penyesalan Keluarga Melepas Kepergian Fredy

“Mau diantar ke Hotel sekarang,” kata seorang yang tak diketahui betul identitasnya dan berdiri didekat kendaraan yang ditumpangi Tim Labfor.

Tak hanya Tim Labfor, saksi Rafael yang mewakili keluarga pun menghilang tanpa ada keterangan kepada media. Beberapa awak media termasuk Dawai Nusa sempat menyambangi Mapolres Manggarai beberapa menit setelah Tim Labfor keluar dari RSUD, tetapi tidak  berhasil mendapatkan informasi apapun.

Sementara itu, hingga jam 01:00 dinihari, saksi yang mewakili keluarga  masih belum bisa dikonfirmasi.

Berharap Pelaku Segera Ditangkap

Ensilianus Kemis, paman korban kepada Dawai Nusa di RSUD Ben Mboi, Minggu (9/4) malam, mengaku berterima kasih dengan upaya kepolisian yang telah melakukan autopsi terhadap keponakannya.

Dia berharap, dengan selesainya autopsi ini, penembak misterius juga akan segera ditangkap.

“Kami berterimaksih kepada pihak kepolisian, kami berharap bisa mengobati kekecewaan keluarga besar kami selama ini”, ujar Kemis.

Baca juga: Elar selatan, Dari Janji Politik Sampai Surati Presiden Jokowi

Menurut Kemis, kekecewaan terbesar mereka adalah kasus penembakan terhadap anak mereka yang dikenal baik dan tak banyak tingkah selama masih hidup.

“Kami kecewa, anak ini rajin dan tidak pernah buat masalah, kami kecewa kenapa dia harus menjadi korban seperti ini”, pungkasnya.

Jenasah Fredy diberangkatkan ke rumah duka di Karot sekitar pukul 00:00 dan disambut dengan tangisan dari semua anggota keluarganya. Jenasah Fredy di makamkan pada hari ini, Senin (9/4), di samping makam ayahnya di Carep, Ruteng.

Untuk diketahui, Fredy adalah putera kedua dari 3 bersaudara pasangan Polus Jeminan (Almarhum) dan ibu Monika Ngunur. Ia dikenal keluarga sebagai pribadi yang ulet dan menjadi tulang punggung keluarga.* (Elvis Yunani)

COMMENTS