Massa Aksi 115 Didorong Hancurkan Israel dengan Ayat Suci

Massa Aksi 115 Didorong Hancurkan Israel dengan Ayat Suci

Dalam aksi tersebut, Ustaz Deden Bahdarudin dipercaya sebagai pemimpin untuk membacakan Surat Al-Isra Ayat 1-10. (Foto: Massa Aksi 115 - Dakwah Media).

JAKARTA, dawainusa.com – Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bachtiar Nasir mendorong umat Muslim yang mengikuti aksi 115 bertajuk “Bela Baitul Maqdis” untuk menghancurkan Israel dengan membacakan Ayat Suci Alquran. Hal itu disampaikan Bachtiar ketika memberikan orasi di depan massa aksi di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).

“Dari Monas ini mari bacakan surat Al-Isra ayat 1-10. Kita hancurkan mereka sehancur-hancurnya siap membaca Quran? Quran akan menghancurkan bangsa Israel,” kata Bacthtiar disambut suara takbir massa aksi.

Baca juga: Front Pembela Islam Klaim Siap Berperang Melawan AS

Dalam aksi tersebut, Ustaz Deden Bahdarudin dipercaya sebagai pemimpin untuk membacakan Surat Al-Isra Ayat 1-10. “Semoga dengan Alquran yang dibacakan ini dapat melumpuhkan negara, senjata ekonomi Israel. Kita baca bersama satu dua tiga,” ungkap Deden kemudian dilanjutkan dengan membaca ayat Alquran tersebut.

Setelah membaca ayat suci Alquran itu, Bachtiar juga mengajak semua umat Islam di seluruh Indonesia untuk bersama-sama berjuang dan bersatu membela tanah Palestina dari pengaruh Amerika Serikat.

Siap Perang Lawan AS

Selain itu, Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ja’far Shodiq yang hadir dalam aksi tersebut juga mengatakan, aksi itu dilakukan untuk menentang sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem.

“Kehadiran kita di tempat ini cuma satu, kita ingin tunjukkan pada Donald Trump kepada kawan-kawannya bahwa umat Islam di Indonesia masih siap dan siap untuk bertempur bertaruh nyawa dengan dia,” kata Shodiq saat orasi.

Shodiq juga meminta agar pemerintah Indonesia segera melawan kebijakan Donal Trump yang memindahkan kedutaan Amerika Serikat ke Yerusalem. Kalau tidak, demikian Shodiq, umat Islam di seluruh pelosok Indonesia siap berperang membela Palestina. Mereka menilai, kebijakan AS atas Palestina tersebut merupakan sebuah penjajahan.

Baca juga: AS Donatur Terbesar Palestina, Bagaimana dengan Indonesia?

“Kita buktikan sekarang, karena konstitusi negara setiap penjajahan harus dihapuskan. Kalau pemerintah kita tak mau ikut serta kepada kita serahkan senjata kepada kita, serahkan senjata ke umat Islam,” kata Shodiq.

Selain mengatakan demikian, Shodiq juga meminta agar pemerintah Indonesia segera memberikan ruang bagi kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Kalau tidak, tegas Shodiq, mereka tidak akan membiarkan Jokowi kembali memimpin Indonesia untuk periode berikutnya.

“Jangan ngomong dua periode, 2019 ganti presiden betul? Takbir. Sudah cukup, FPI tinggal tunggu komando guru kita di Mekkah kapan pulang,” tutur Shodiq.

Aksi 115 Torehkan Sejarah

Menanggapi aksi 115 tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga hadir dalam aksi ini mengatakan, seruan umat Islam dalam aksi itu telah menorehkan sejarah.

“Dunia akan saksikan di tempat ini komitmen bela Palestina tidak pernah turun kita sedang menorehkan sejarah semoga pesan ini menggema di seluruh ibu kota di dunia,” ungkap Anies ketika berorasi.

Anies menegaskan, sampai kapanpun, Indonesia akan terus memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. “Sebagaimana diketahui, Palestina selalu hadir membantu kita, Indonesia. Hari ini kita tunjukkan bahwa kita tidak pernah surut membantu mereka,” kata Anies disambut takbir oleh peserta aksi.

Baca juga: Trump, Yerusalem dan Upaya Perdamaian Israel-Palestina

Sementara itu, dalam aksi yang sama, mantan artis peran era 80-an Neno Warisman mengatakan, Indonesia sedang mengalami krisis multidimensi seperti krisis ekonomi, krisis ketahan hingga krisis kepemimpinan.

Karena itu, ia mengatakan agar seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak bersikap santai dan harus siap siaga. Kalau tidak, demikian Neno, Indonesia akan seperti Palestina, yakni terus dijajah oleh bangsa lain seperti Amerika Serikat.

“Sebab kita sekarang sedang krisis bukan tidak mungkin kita akan alami yang sama buruknya dengan yang terjadi di sana (Palestina),” ujar Neno.*

COMMENTS