Mapolda Riau Diserang Teroris, Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia

Mapolda Riau Diserang Teroris, Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia

Tiga dari empat orang terduga teroris tersebut sempat turun dari mobil Avanza dan menghunuskan senjata tajam untuk menyerang polisi (Foto: Penangkapan Teroris - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Serangan teroris kembali terjadi di Mapolda Riau hari ini, Rabu (16/5) pagi. Berdasarkan keterangan Kapolda Riau Irjen Nandang, serangan itu dilakukan oleh empat terduga teroris dan mengakibatkan 1 orang anggota polisi meninggal dunia.

“Korban dari kami ada dua. Satu luka-luka, satu meninggal dunia,” jelas Nandang seperti diberitakan CNN, Rabu (16/5).

Baca juga: Komentar Fadli Zon Soal Penundaan Revisi UU tentang Terorisme

Tiga dari empat orang terduga teroris tersebut, jelas Nandang, sempat turun dari mobil Avanza dan menghunuskan senjata tajam untuk menyerang polisi. Akan tetapi, aksi itu dihalangi dan pelaku kemudian berhasil dilumpuhkan oleh pihak aparat.

Sementara satu orang pelaku di dalam mobil, demikian Andang, juga berhasil dilumpuhkan. Pelaku tersebut mengenakan rompi yang diduga berisi bom. Sejauh ini, identitas pelaku belum dapat diungkap.

Serangan teroris itu juga telah mengakibatkan dua orang jurnalis yang hendak meliput di Mapolda Riau mengalami luka. Adapun kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ketika Nandang hendak melakukan jumpa pers terkait pengungkapan kasus narkoba.

Penangkapan Teroris

Belakangan ini, serangan teroris sangat marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Seperti diketahui, sebelumnya, dua terduga teroris kembali ditangkap oleh Densus 88 dan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang, Senin (14/5). Kedua orang tersebut diketahui hendak melakukan aksi teror di Mako Brimob Kelapa Dua.

Berdasarkan keterangan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, penangkapan kedua terduga teroris tersebut terjadi saat berada di KM 5 Palembang. Inisial keduanya ialah AA (39) dan HK (38), semuanya berasal dari Pekanbaru, Riau.

“Ya benar, Densus 88 yang mengamankan dua orang terduga teroris, warga Pekanbaru, Riau,” kata Zulkarnain seperti diberitakan Merdeka, Senin (14/5).

Zulkarnain menerangkan, saat ini kedua terduga teroris itu sedang menjalani pemeriksaan. “Dari pengakuannya, mereka mau berbuat amaliah di Mako Brimob Kelapa Dua,” jelas Zulkarnain.

Baca juga: Densus 88 dan Polda Sumsel Kembali Tangkap Dua Terduga Teroris

Selain di Palembang, pihak kepolisian juga telah melakukan penindakan terhadap 13 orang terduga teroris di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 4 orang di antaranya ditembak mati sementara 9 orang lainnya ditangkap dalam kondisi hidup.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/5), 4 orang terduga teroris itu ditembak mati karena berusaha melawan petugas.

“Kita melakukan penindakan terhadap 13 orang yang akan melakukan tindakan teror, 4 orang kita tembak mati, kita lumpuhkan karena situasi, melawan petugas. Sementara 9 tertangkap dalam kondisi hidup,” jelas Frans.

Frans menjelaskan, penindakan terhadap terduga teroris itu terhitung sejak Senin pukul 02.30 WIB dini hari sampai pukul 16.45 WIB. Mereka semua, jelas Frans, tersebar di Sidoarjo dan Surabaya.

Menurut Frans, pihaknya belum bisa membuka lebih jauh terkait titik-titik lokasi serta modus para pelaku. Hal itu terjadi lantaran mereka juga sedang melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Ini membuktikan bahwa Kepolisian konsen terhadap penegakan hukum, konsen terhadap pemberantasan teroris, dan tetap tegar apapun yang terjadi. Kita tidak akan goyang dalam situasi ini,” tutur Frans.

Indonesia Darurat Terorisme

Untuk diketahui, sejak Minggu (13/5) kemarin, di beberapa daerah di Jawa Timur, yakni di Surabaya dan Sidoarjo diserang teroris. Mereka melakukan aksi terornya dengan meledakan bom. Pertama terjadi pukul 07.13 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya.

Setelah itu disusul ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno. Terakhir di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro. Tidak berhenti di situ, pada malam hari, yakni sekitar pukul 21.20 WIB, ledakan bom kembali terjadi di area rusunawa kawasan Wonocolo, Sidoarjo. Dalam ledakan bom tersebut ada tiga orang terduga pelaku yang tewas, yakni Anton (47) beserta istrinya, Puspita Sari (47), dan anak pertamanya, LAR (17).

Baca juga: Cerita Saksi Mata Soal Ledakan Bom di Gereja Surabaya

Sementara pada Senin (14/5) pagi sekitar pukul 08.50 WIB, ledakan bom kembali terjadi di depan Polrestabes Surabaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, aksi pengeboman ini dilakukan oleh empat pelaku dengan memakai dua buah sepeda motor. Semua pelaku itu meninggal dunia.

Menanggapi peristiwa tersebut, Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo melalui Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) Moeldoko mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan tidak panik dengan maraknya serangan terorisme saat ini. Ia mengatakan, Presiden Jokowi sendiri juga telah mendorong aparat keamanan negara untuk menindak tegas para pelaku terorisme bersama jaringannya.

“Saya pikir sebuah pesan khusus kepada masyarakat untuk tenang, untuk tidak panik, karena aparat keamanan sudah mendapatkan perintah yang jelas, tegas dari Presiden, untuk memberikan tindakan tegas tanpa ampun keakar-akarnya,” jelas Moeldoko di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (14/5).*

COMMENTS