Kronologi Stefanus Tikam dan Bakar Kekasihnya Usai Prewedding

Kronologi Stefanus Tikam dan Bakar Kekasihnya Usai Prewedding

Kejadian pembunuhan itu berawal dari cekcok soal biaya pernikahan yang ditanggung oleh pihak keluarga Laura sekitar Rp 200 juta. Laura disebut sering kali mengungkit persoalan itu sehingga membuat Stefanus marah tak karuan. (Foto: almarhum calon istrinya - tribunnews)

JAKARTA, dawainusa.com – Laura (41), perempuan yang dalam waktu dekat melangsungkan pernikahan mengalami nasib yang tragis. Ia ditikam oleh kekasihnya Stefanus (24), dengan empat tusukan di bagian tubuhnya.

Kejadian pembunuhan itu berawal dari cekcok soal biaya pernikahan yang ditanggung oleh pihak keluarga Laura sekitar Rp 200 juta. Laura disebut sering kali mengungkit persoalan itu sehingga membuat Stefanus marah tak karuan.

Stefanus tak terima. Ia merasa tak berharga di depan keluarga Laura, apalagi calon istrinya itu merupakan lulusan S2 dari Australia. Sedangkan Stefanus merupakan pekerja serabutan dan belum mendapatkan pekerjaan tetap. Apapun itu, alasan Stefanus hingga akhirnya marah dan berbuat kekerasan ke Laura, tak bisa dibenarkan.

Baca juga: Pria Bertopeng Pelaku Pembunuhan Megi Manek Diringkus Polisi

Keributan lalu semakin memuncak pada Kamis (4/5) lalu, tepatnya sehari setelah keduanya mengambil foto prewedding. Menurut keterangan tetangga, Stefanus dan Laura memang diketahui mempunyai temparemen yang tinggi.

“Setiap berantem, tersinggung, seolah-olah dia tidak berharga di depan calon istrinya. Selalu diungkit, seolah-olah dia tidak punya apa-apa. Itu yang bikin dia marah sampai nggak bisa kendalikan marah,” kata Kapolsek Tambora Kompol Iver Manossoh sebagaimana dilansir detiknews.com, Senin (7/5).

Mereka lalu cekcok di rumah Laura. Menurut Stefanus, Laura lah yang pertama kali mengambil pisau. Setelah itu, keduanya berebut pisau tersebut sampai akhirnya berhasil digenggam oleh Stefanus.

Namun entah apa yang ada di pikiran Stefanus sehingga akhirnya dia menusukkan pisau itu ke tubuh Laura. Tak tanggung-tanggung, Laura terkena empat tusukan mulai dari perut hingga punggung. “Ada empat tusukan, (terkena) di perut, dada dan di punggung,” ujar dia.

Jenazah Korban Sempat Ingin Dilarikan Stefanus ke Pantai

Usai Laura tewas, Stefanus panik dan membawa jenazah tersebut dengan mobil ke rumahnya di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Stefanus lalu mengajak beberapa kawannya untuk menemaninya ke pantai Desa Karang Serang, Kabupaten Tangerang.

“Keempat orang ini adalah karyawan dari paman tersangka. Mereka asal ikut saja, tidak terlibat dalam pembunuhan,” papar Iver.

Rupanya Stefanus membawa jenazah itu ke pantai agar tak terlacak oleh polisi. Mayat Laura itu ditutupi oleh selimut selama di mobil agar tak ada orang yang curiga. Stefanus lalu membakar mayat kekasihnya di pantai tersebut.

Baca jiuga: Wanita Ini Tewas Bersimbah Darah, Ini SMS Terakhir dari Kekasihnya

Namun aksi Stefanus ini tercium oleh pihak kepolisian. Tim Reskrim Polsek Tambora mendapatkan informasi dari warga sekitar pukul 15.00 WIB bahwa telah ditemukan mayat di sekitar lokasi pantai. Jasad itu ternyata Laura.

Polisi juga sempat datang ke rumah Laura untuk melakukan penyelidikan. Ternyata pihak keluarga baru tahu tentang kejadian pembunuhan tersebut. Sang ayah kaget anaknya tewas di tangan kekasihnya.

“Ya reaksi orang tua kaget juga, kalo dilihat karena dia bilang anak perempuannya nggak pulang-pulang udah 3 hari. Rabu pagi mobil ada berarti anak saya masih ada, dari Rabu malam sampai Jumat dia nggak pulang-pulang,” tutur Usman Ali Musa selaku Ketua RW 02 Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat.

Tabir pembunuhan ini pun kemudian terungkap. Polisi akhirnya meringkus Stefanus pada Sabtu (5/5) lalu.

Kejadian Serupa

Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi di Palembang Sumatra Selatan pada bulan Juni 2017 kemarin. Martinus Asworo (31) membunuh Chatarina Wiedyawati alias Wiwid (30), kekasihnya sendiri.

Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlintang Jaya, menyebutkan, motif pembunuhan calon pengantin tersebut karena didasari oleh rasa malu.

Baca juga: Di Hadapan Polisi, Pria Asal Betun Bacok Gregorius Hingga Tewas

Menurut dia, Asworo mengaku kepada kekasihnya bahwa dirinya sudah mapan dan memiliki percetakan. Namun ternyata Asworo bekerja di tempat fotocopy di sekolah Xaverius Bangau Kota Palembang.

“Dia malu. Akhirnya dia rencanakan pembunuhan,” kata Erlintang.

Dia menyebutkan, Wiwid dibunuh saat perjalanan ke Palembang.  Korban tewas akibat dipukul dengan besi setir mobil. kemudian tubuh korban dibuang di semak-semak.

“Sebelumnya, ia dijemput di Prabumulih. Kemudian, dalam perjalanan ke Palembang korban dibunuh di Jalan Kebun Sayur menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Minggu (7/6) sekitar pukul 05.00 WIB subuh,” katanya.

Asworo akhirnya ditangkap di rumah kos Anggrek lantai 2 No 7, Jalan Maulana Yusup, Bandar Lampung, Senin (12/6/2017) sekitar pukul 14.30 WIB.  Kurang lebih 12 hari tim gabungan Polda Bandar Lampung dan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Sumsel mencari keberadaan tersangka.

Sekedar informasi, alm Wiwid dan Asworo bakal melangsungkan pernikahan pada 5 September mendatang. Sebelumnya, keduanya bakal laksanakan sesi pre-wedding di Yogyakarta 6 Mei.*

COMMENTS