Komentar PSI di Balik Permintaan Amien Rais Kepada Jokowi

Komentar PSI di Balik Permintaan Amien Rais Kepada Jokowi

Istana ialah rumah rakyat Indonesia. Karena itu, siapapun yang hendak bertemu presiden di istana, sebenarnya tidak ada yang bisa melarang hal itu (Foto: Grace Natalie - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Berita terkait rencana pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) belakangan ini hangat diperbincangkan.

Kabar tentang rencana pertemuan itu sendiri mulai dibicarakan ketika pada Rabu (30/5) lalu dalam acara buka puasa bersama di rumah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Amien Rais mengungkapkan bahwa ada pihak yang mendorongnya untuk mengadakan pertemuan dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Saya enggak perlu sebut nama-nama siapa, memang sebulan terakhir ada yang berusaha pertemukan saya dengan Pak Jokowi,” ujar Amien Rais.

Rencana pertemuan itu sendiri diterima oleh Amien Rais. Akan tetapi, ia menghendaki agar bukan dirinya yang datang ke istana, melainkan Jokowi sendiri yang mesti menyambangi dia di kediamannya di Yogyakarta. Alasan Amien Rais ialah karena ia tidak ingi ada orang yang mencurigai bahwa pertemuan itu memiliki kepentingan politik.

Baca juga: Diminta Sambangi Amien Rais, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

“Kalau diundang (ke Istana), saya enggak mau ya. Kan begini, nanti dijungkirbalikkan. ‘(Seolah) Amien Rais sudah sowan ke Istana, dapat apa dia?’. Saya enggak mau,” kata dia.

Permintaan Amien Rais itu pun mendapat berbagai macam komentar baik dari masyarakat maupun dari para elite politik. Berbagai macam dalil mereka sampaikan. Ada yang mendukung Amien Rais, tidak sedikit pula yang mengkritisinya.

Salah satu di antara pihak yang menolak permintaan Amien Rais itu ialah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Ia menilai, Amien Rais seharusnya datang menghampiri Jokowi di istana. Dalil dia ialah agar urusan protokoler menjadi lebih mudah dibandingkan harus Sang Kepala Negara yang datang ke kediaman Amien Rais.

“Karena Pak Jokowi adalah kepala negara tentu ada protokoler yang harus dipatuhi terkait keamanan dan sebagainya. Ada baiknya mengikuti protokoler yang berlaku sesuai dengan untuk seorang kepala negara,” jelas Grace di Kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (1/6).

Ketidakmauan Amien Rais untuk datang ke istana dengan alasan takut dicurigai ada kepentingan politik, bagi Grace, terlalu berlebihan. Sebab, istana sebenarnya merupakan rumah bagi semua orang Indonesia.

Istana, kata dia, ialah rumah rakyat Indonesia. Karena itu, siapapun yang hendak bertemu presiden di istana, sebenarnya tidak ada yang bisa melarang hal itu. Apalagi, selama ini sudah banyak tokoh yang telah berkunjung ke Istana dan tidak mengurangi nilai apapun.

“Kalau di luar, kalau Pak Jokowi keluar kan justru protokolernya malah lebih repot lagi. Bukan hanya untuk tuan rumah atau penerima ya tapi juga sekitarnya pasti akan turut perlu disterilkan dan sebagainya dan justru malah lebih merepotkan,” tutur Grace.

“Banyak tokoh juga ke Istana. Pak Prabowo ke situ, Pak SBY juga dan banyak tokoh yang ke sana. Ini kan rumah untuk semua orang. Jadi ini sesuatu opportunity yang baik untuk mereka bertemu. Jangan sampai karena hanya tempat enggak ada kesepakatan maka jadi gagal bertemu,” lanjut dia.

Meski rencana pertemuan itu masih terbelit oleh syarat yang diajukan oleh Amien Rais, Grace tetap mengapresiasi hal itu. Ia mengharapkan agar pertemuan itu dapat terwujud dan dapat menghasilkan serta memberikan hal-hal positif bagi pembangunan bangsa ini. Apalagi, Amien Rais ialah seorang tokoh reformasi yang telah mengukir sejarah bagi peradaban bangsa ini.

Akan Mengakhiri Ketegangan Argumen

Rupanya rencana pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Amien Rais ini juga mendapat tanggapan positif dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Ia mengatakan, pertemuan itu mesti didukung karena dapat menguraikan ketegangan berbagai macam argumentasi yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia.

“Saya secara pribadi sangat mengapresiasi, pertemuan antara tokoh ini akan bisa setidaknya menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan sikap politik dan sebagainya itu tidak menyebabkan adanya keretakan-keretakan dalam hubungan sesama tokoh,” ujar Sohibul ketika ditemuai usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (1/6).

Wacana pertemuan kedua tokoh ini, kata dia, tentu sudah dirindukan oleh banyak pihak. Karena itu, terwujudnya hal ini sangat diharapkan akan terjadi.

Baca juga: Alasan Senior, Presiden Jokowi Diminta Sambangi Amien Rais

“Tentu kita berharap pertemuan itu bisa terjadi. Saya kira banyak pihak yang menginginkan itu, tapi kan tinggal bagaimana kedua belah pihak tersebut, terserah kepada mereka berdua,” kata dia.

Terkait hal ini, Presiden Jokowi sendiri memang sudah angkat bicara. Ia sudah menyatakan sikap bahwa dirinya akan memikirkan hal ini dan berusaha untuk menyediakan waktu untuk bersilaturahmi dengan politisi senior PAN itu. Akan tetapi, untuk waktu pertemuannya, Jokowi belum dapat memastikannya.

“Nanti kita atur waktunya,” ujar Jokowi di kediaman pribadi Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO), Jakarta, Kamis (31/5).

Amien Rais Tidak Boleh Beri Syarat

Meski telah mendapat tanggapan dari Presiden Jokowi, permintaan Amien Rais bahwa ia harus disambangi oleh Jokowi di kediamannya di Yogyakarta itu tidak disetujui oleh politisi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto.

Ia memang mengaku setuju dengan rencana pertemuan itu sendiri. “Bagus dong. Tentu dalam pertemuan itu yang bagus dalam tingkat elite sudah ada poin yang akan dibicarakan. Tapi kalau tidak pun, anggaplah itu ngopi bersama, oke,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Akan tetapi, ia mengatakan, seharusnya apabila ia memang memiliki niat untuk bertemu dengan Jokowi, ia tidak boleh membuat suatu syarat tertentu.

Baca juga: Pesan Sejuk Amien Rais untuk Presiden Joko Widodo

“Jadi kalau dia (Amien) mematok seperti itu ke publik, ya rasanya gimana sih. Masa presiden harus sowan. Tetapi Pak Jokowi bisa mau lho,” ujar dia.

Berbeda dengan Bambang, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengaku sepakat dengan permintaan Amien Rais. Ia menyatakan, Presiden Jokowi seharusnya menghargai Amien Rais karena ia lebih senior dari Jokowi.

“Kalau kita bicara masalah silaturahim politik di negeri kita ini tidak mengenal jabatan tapi lebih mengenal adat ketimuran dimana yang senior disambangilah,” ujar Soeparno di Jakarta, Kamis (31/5).*

COMMENTS