Komentar Jokowi Soal Keinginan Amien Rais Nyapres

Komentar Jokowi Soal Keinginan Amien Rais Nyapres

Menurut Jokowi, rekam jejak Amien Rais juga tidak perlu diragukan. Karena itu, apabila Amien maju menjadi salah seorang kontestan di Pilpres 2019, rakyat menjadi punya banyak pilihan. (Foto: Amien Rais & Jokowi - Dekandidat)

JAKARTA, dawainusa.com Presiden Joko Widodo angkat bicara soal keinginan Amien Rais yang menyatakan diri siap bertarung dalam bursa pemilihan Presiden 2019 mendatang. Jokowi mengatakan, wacana itu sangat bagus karena Amien Rais dinilai berpengalaman dalam kancah perpolitikan nasional.

“Saya kira (wacana) itu sangat bagus. Kita tahu beliau seorang tokoh politik yang tidak diragukan lagi pengalamannya, senioritas beliau dalam kancah politik nasional juga tidak diragukan lagi,” ujar Jokowi di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6).

Menurut Jokowi, rekam jejak Amien Rais juga tidak perlu diragukan. Karena itu, apabila Amien maju menjadi salah seorang kontestan di Pilpres 2019, rakyat menjadi punya banyak pilihan.

Baca juga: Hanafi dan Goenawan Mohamad dalam Kolaborasi 57×76

“Saya kira sangat bagus untuk memberikan alternatif pilihan-pilihan dalam rangka pilpres ke depan. Saya kira ini sangat bagus,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, partainya serius dalam memajukan Amien Rais sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Di PAN, Amien diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN. Menurut Viva, sosok Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional.

“Pak Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta NKRI, dan cinta rakyat Indonesia,” ujar Viva melalui keterangan tertulis, Minggu (10/6).

Meski demikian, Amien bukanlah satu-satunya sosok yang akan didorong PAN di Pilpres 2019. Ada nama lain, semisal Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, dan Ketua Dewan Penasihat PAN Sutrisno Bachir.

Terinspirasi Kemenangan Mahathir Mohamad

Terkait keinginan Amien Rais yang menyatakan diri siap maju dalam bursa Pilpres 2019, sebelumnya dikomentari Politisi PKS Fahri Hamzah. Fahri Hamzah menilai, wacana majunya Amien Rais dalam Pilpres 2019 terinspirasi dari kemenangan Mahathir Mohamad dalam pemilihan Perdana Menteri di Malaysia.

Mahathir yang diketahui berusia 92 tahun dan pernah memimpin Malaysia mampu memenangkan pemilihan Perdana Menteri melawan Najib Razak yang tengah dibayangi kasus korupsi.

Baca juga: Skandal E-KTP: Novanto Sebut Puan Maharani Ikut Terima Uang

“Mungkin didasari perasaan bahwa pemimpinnya tidak memadai maka beliau yang sebenarnya sudah berusia 74 tahun terinspirasi dengan orang seperti Mahathir yang kembali berkuasa karena ada penyimpangan dalam kepemimpinan, dalam mengelola pemerintahan,” kata Fahri, Senin (11/6).

Ia menilai, Amien Rais sebagai salah satu sosok pemimpin yang baik di Indonesia. Hal itu, lanjut Fahri, terbukti saat Amien konsisten mengawal transisi dari Orde Baru ke era Reformasi. Menurut Fahri, selama 20 tahun terakhir, Amien juga konsisten menjaga demokrasi di Indonesia tetap berjalan di atas relnya.

“Tidak ada halangan saya kira. Dulu kita mengusulkan agar presidential threshold nol persen, sebenarnya dalam rangka itu (banyak capres),” papar Fahri.

Beri Kesempatan Kepada yang Muda

Berbeda dengan Fahri, kader PKS lain, Mardani Ali Sera meminta agar para politisi muda diberi kesempatan untuk mengisi pucuk pimpinan nasional sebagai presiden dan wakil presiden. Hal itu disampaikan Mardani menanggapi masuknya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dalam bursa calon presiden PAN.

“Apresiasi niat mengusung Pak Amien. Usia 74 tahun tentu lebih muda dari usia Mahathir Mohammad yang jadi PM (Perdana Menteri) usia 92 tahun. Tapi akan jauh lebih baik jika kita mulai memberikan kesempatan pada yang muda untuk memimpin bangsa,” kata Mardani.

Baca juga: Tawaran Pakar Soal PKPU tentang Larangan Mantan Koruptor Jadi Caleg

Ia mengatakan, sebelum pendaftaran capres-cawapres dibuka pada Agustus 2018, semua partai berhak untuk menyusun formula pasangan masing-masing. Saat ini, kata Mardani, PKS juga tengah fokus meloloskan sembilan kadernya sebagai capres atau cawapares di Pemilu 2019.

Sembilan kader PKS yang dimaksud adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

“PKS sendiri posisi saat ini maju dengan 9 kader untuk posisi capres/cawapres dan siap berkomunikasi politik dengan para pihak dengan prinsip legowo pada semua. Formula kemenangan DKI semua pihak legowo untuk mencari pasangan terbaik,” jelas Mardani.*

COMMENTS