Komandan Korem Angkat Bicara Soal Keamanan Pariwisata di NTT

Komandan Korem Angkat Bicara Soal Keamanan Pariwisata di NTT

Komandan Korem mengatakan keamanan pariwisata di NTT multlak dibutuhkan mengingat pariwisata NTT terus berkembang dari tahun ke tahun. (Foto: Brigjen (TNI) Teguh Muji Angkasa - ist)

KUPANG, dawainusa.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan keamanan pariwisata. Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen (TNI) Teguh Muji Angkasa mengatakan, hal itu multlak dibutuhkan mengingat pariwisata NTT terus berkembang dari tahun ke tahun.

Selain itu kata Teguh, keamanan pariwista NTT dibutuhkan untuk menjamin rasa aman bagi wistawan yang datang untuk menikmati objek wisata di Provinsi Kepulauan itu. Menurutnya, jika keamanan stabil dan terus terjaga maka gairah wisatawan untuk datang ke NTT terus meningkat.

“Keamanan kondusif dibutuhkan dalam pembangunan pariwisata sehingga wisatawan menjadi bergairah datang menikmati beragam obyek wisata di NTT dengan rasa aman dan nyaman,” kata jenderal berbintang satu itu dalam pertemuan dengan wartawan di aula Makorem 161/Wirasakti Kupang, Kamis (5/7).

Baca juga: Dinas Pariwisata NTT Berencana Gaet Wisatawan Asal Tiongkok

Mantan Wadan Kopassus itu mengatakan, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan kerja sama antara aparat dan masyarakat setempat. masyarakat NTT katanya harus bisa mempertahankan situasi keamanan kondusif agar pembangunan pariwisata semakin berkembang.

“NTT sudah menjadi salah satu daerah tujuan wisata internasional sehingga dibutuhkan situasi keamanan yang kondusif agar wisatawan lebih nyaman berada di NTT,” katanya.

Peran Media

Pada kesempatan yang sama Teguh mengatakan, kondisi keamanan yang aman akan tercapai apabila media masa di NTT gencar memberitakan hal-hal positif terkait pembangunan sektor pariwisata.

“Termasuk situasi keamanan yang aman dan kondusif perlu diberitakan,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya, di samping memberitakan keamanan, media juga harus ikut mempromosikan secara baik berbagai potensi wisata di NTT.

“NTT sedang gencar membangun sektor pariwisata, media harus berperan dengan ikut mempromosikan secara baik terhadap potensi wisata, termasuk memberitakan situasi keamanan NTT yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” kata Danrem Teguh.

Teguh mengatakan masih banyak wisatwan yang bertanya tentang situasi kemanan di NTT. karena itu, pemberitaan tentang situasi keamanan yang aman dibutuhkan wisatawan sebelum wisatawan berkunjung ke NTT.

“Masih ada wisatawan yang bertanya datang ke NTT aman tidak. Sangat ironis ada pertanyaan seperti itu disaat keamanan di NTT sangat aman. Mari kita katakan pada dunia bahwa NTT alamnya indah dan keamananya aman dan nyaman bagi wisatawan,” tegasnya.

Ia juga mengajak media masa memberitakan terus tentang penduduk NTT yang memiliki sikap toleransi sangat tinggi agar tidak ada keraguan bagi wisatawan berkunjung ke NTT.

Sementara, untuk TNI AD katanya akan terus menjaga keamanan di provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia itu agar tetap dalam kondisi yang aman.

Harapan untuk Gubernur Terpilih

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengharapkan, selain menjamin keamanan pariwisata gubernur yang terpilih dalam pilkada 2018 juga harus merangkul semua pelaku pariwisata lokal agar bersinergi memajukan kepariwisataan NTT.

“Kami sangat berharap gubernur baru bisa merangkul semua palaku pariwisata lokal baik dalam promosi maupun penjualan berbagai destinasi wisata di NTT,” kata Abed Frans di Kupang, Kamis (5/7).

Abed menyatakan telah mengemukakan hal itu secara langsung dalam pertemuan dengan gubernur terpilih berdasarkan hasil sementara perhitungan cepat, Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang belum lama ini.

Intinya kata Frans Asita berharap ada sinergitas yang lebih baik antara pemerintah daerah dengan pelaku-pelaku pariwisata di tahun-tahun mendatang, kata Abed. “Harus ada sinergi yang lebih nyata dalam membangun pariwisata di NTT,” kata Abed menegaskan.

Ia mengatakan, sinergi pemerintah-swasta sangat diperlukan agar bisa membangun strategis bersama dalam pengembangan pariwisata yang kaya dan terkendal di provinsi berbasiskan kepulauan itu. Menurutnya, hal itu mengingat para pelaku pariwisata seperti operator tour yang setiap saat menangani wisatawan di lapangan.

Pihaknya juga mengusulkan agar para pelaku pariwisata lokal di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores bisa masuk dalam struktur organisasi Badan Otoritas Pariwisata (BOP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Keterlibatan ini, lanjutnya, sangat penting untuk menyerap aspirasi dari pelaku-pelaku pariwisata lokal terkait pengembangan kepariwisataan.

“Semoga usulan ini juga belum terlambat agar aspirasi dari pelaku-pelaku lokal bisa disalurkan dengan baik demi menata pariwisata di daerah ini lebih baik lagi,” katanya.*

COMMENTS