Koalisi Keumatan, Hanura Sebut Prabowo Seperti di Bawah Ketiak Rizieq

Koalisi Keumatan, Hanura Sebut Prabowo Seperti di Bawah Ketiak Rizieq

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menganggap Ketum Gerindra Prabowo Subianto seperti di bawah ketiak Habib Rizieq karena mau diatur-atur (Foto: Rizieq Shihab di Mekkah - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Belum lama ini, Rizieq Shihab menyerukan agar empat partai politik  yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB bersatu membentuk Koalisi Keumatan. Menanggapi hal itu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menganggap Ketum Gerindra Prabowo Subianto seperti di bawah ketiak Habib Rizieq karena mau diatur-atur.

“Kalau Rizieq yang mengendalikan, ya sama saja di bawah ketiaknya. Mosok ketum partai diatur oleh orang lain yang non-partai,” ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir di Jakarta, Rabu (6/6).

Inas mengatakan, tak elok jika partai diatur pihak luar. Menurutnya, partai harus bisa berdiri sendiri dalam mengambil keputusan. “Betul! Parpol harus independen dan berdasarkan keputusan partai,” jelas Inas.

Sementara itu, PDIP mengaku tak kaget dengan kabar tersebut. Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menuturkan, hal tersebut sesuai dengan gelagat yang ditunjukkan keempat partai tersebut. Pasalnya, empat partai itu tak pernah berada di kubu yang berbeda.

Baca juga: Dorong Koalisi Keumatan, Rizieq Shihab Tidak Akan Pulang ke Indonesia

“Tidak terkejut, sesuai dengan gelagat selama ini. Apalagi tidak pernah memang keempatnya di kubu yang lain,” kata Eva.

Ia kemudian melanjutkan, titik terpenting bukanlah pada pembentukan koalisi tersebut. Melainkan pada tahap pendaftaran paslon nanti.

“Tapi semua paham bahwa titik terpenting adalah di pelaksanaan tahapan pilpres yaitu pendaftaran capres dan cawapresnya. Baru kalkulasi kita mulai (setelah pendaftaran paslon),” ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, di sela ibadah umrah di Mekkah, Prabowo dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais ditemani unsur Persaudaraan Alumni (PA) 212 menemui imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Rizieq menyerukan PKS, Gerindra, PBB, dan PAN bersama-sama membentuk Koalisi Keumatan serta mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Gerindra Sambut Baik Koalisi Keumatan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyambut baik keinginan Rizieq tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan Rizieq akan menjadi masukan bagi partainya dalam menjalin komunikasi dengan sejumlah partai yang memiliki kedekatan visi.

“Aspirasi masukan kan harus dari mana saja, apalagi Habib Rizieq adalah salah seorang ulama yang berpengaruh, orang boleh suka boleh tidak suka, tapi Habib Rizieq adalah ulama berpengaruh dan cukup kokoh pendiriannya, terutama beberapa tahun belakangan ini,” kata Fadli.

Fadli menilai himbaun Rizieq untuk membangun Koalisi Keumatan dan kerakyatan sangat bagus. Terlebih empat partai yang disebutkan imam besar umat Islam itu sudah memiliki kesamaan aspirasi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Jadi memang ada persamaan aspirasi pada waktu Pilkada DKI dan juga beberapa Pilkada yang lain di tanah Jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah terutama dan juga Sumatera Utara,” ujarnya.

Baca juga: PPP Sebut Koalisi Keumatan Tidak Mewakili Seluruh Umat Islam

“Jadi ini bagian yang menurut saya sudah prosesnya, itu bukan baru tapi sudah lama. Terutama yang punya perwakilan di parlemen dengan PAN dengan PKS,” imbuhnya.

Selain itu, jelas Fadli, partai lain yang juga akan didekati ialah PKB dan Demokrat. Sementara untuk figur yang akan diusung, pihaknya akan duduk bersama dan mendiskusikan hingga ada keputusan bersama.

Namun demikian, Fadli berharap koalisi keumatan itu mendorong Parbowo Subianto sebagai calon presiden dengan mempertimbangkan faktor elektabilitas.

Menurut Fadli, hanya Prabowo yang saat ini elektabilitasnya tinggi berada di bawah petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Salah satu yang paling realistis Pak Prabowo jadi calon presiden, karena di semua survei hanya ada dua nama yang tertinggi, mungkin yang lain lebih tepat kepada portofolio wakil presiden mungkin menteri dan sebagainya,” ucapnya.

“Kalau cawapres kita dudukkan bersama, mungkin kita lihat siapa yang bisa komplementer yang bisa elektabilitasnya tinggi,” tambahnya.

Koalisi Keumatan Mengubah Nasib Bangsa

Sementara itu, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, Koalisi Keumatan dibentuk untuk mengubah nasib bangsa. Karena itu, Andre meminta dukungan semua pihak agar koalisi ini bisa segera mendeklarasikan Pak Prabowo sebagai capres 2019.

“Mohon doa dan dukungannya agar harapan Habieb Rizieq, harapan PA 212, dan seluruh rakyat Indonesia agar koalisi ini bisa segera mendeklarasikan Pak Prabowo sebagai capres 2019. Sehingga bisa mengubah nasib bangsa yang sekarang lagi dalam kondisi yang memprihatinkan,” kata Andre.

Baca juga: Ingin Bentuk Koalisi Keumatan, Rizieq Dianjurkan Kembali ke Indonesia

Andre pun mengucapkan apresiasi atas dorongan Rizieq agar Koalisi Keumatan ini mendukung sang Ketum Prabowo Subianto di perhelatan Pilpres 2019. Menurut dia, dorongan itu juga sesuai dengan hasil Rakornas Persaudaran Alumni (PA) 212, pada Selasa (29/5).

“Mengenai dukungan untuk mendukung Pak Prabowo sebagai capres, tentu kami sangat apresiasi. Apalagi hal ini sesuai dengan hasil Rakornas PA 212 minggu lalu,” ujar Andre.*

COMMENTS